17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Sebagai kelanjutan dari Matius 5:19; Tuhan Yesus merangkumkan rumusan baru mengenai Hukum Taurat, lex talionis (Ulangan 19:21).:
* Matius 5:38-42,
"Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu
Tidak selesai sampai disitu, Tuhan Yesus kristus kembali memberikan rumusan baru yang dikenal sebagai HUKUM KASIH :
* Matius 22:34-40
22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
22:36 LAI TB, "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
NKJV, “Teacher, which is the great commandment in the law?”
TR, διδασκαλε ποια εντολη μεγαλη εν τω νομω
Translit. interlinear, didaskale {Guru} poia {manakah} entolê {perintah} megalê {terbesar} en {dari} tô nomô {hukum (Taurat)}
22:37 LAI TB, Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
NKJV, Jesus said to him, “ ‘You shall love the LORD your God with all your heart, with all your soul, and with all your mind.
TR, ο δε ιησους ειπεν αυτω αγαπησεις κυριον τον θεον σου εν ολη τη καρδια σου και εν ολη τη ψυχη σου και εν ολη τη διανοια σου
Translit. interlinear, ho de {lalu} iêsous {Yesus} eipen {berkata} autô {kepadanya} agapêseis {Kasihilah} kurion {Tuhan} ton theon {Allah} sou {-mu} en {dengan} holê {segenap} tê kardia {hati} sou {-mu} kai {dan} en holê {segenap} tê psuchê {jiwa} sou {mu} kai {dan} en {dengan} holê {segenap} tê dianoia {daya pikir} sou {-mu}
22:38 LAI TB, Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
NKJV, This is the first and great commandment.
TR, αυτη εστιν πρωτη και μεγαλη εντολη
Translit. interlinear, hautê {ini} estin {adalah} prôtê {yang terutama} kai {dan} megalê {yang terbesar} entolê {perintah}
22:39 LAI TB, Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
NKJV, And the second is like it: ‘You shall love your neighbor as yourself.’
TR, δευτερα δε ομοια αυτη αγαπησεις τον πλησιον σου ως σεαυτον
Translit. interlinear, deutera {yang kedua} de {lalu} homoia {yang sama} autê {dengannya} agapêseis {kasihilah} ton plêsion {sesama} sou {mu} hôs {seperti} seauton {dirimu sendiri}
Itulah Hukum yang dicanangkan Tuhan Yesus Kristus yang kita kenal dengan sebutan HUKUM KASIH. Hukum ini juga disebut Hukum Kristus
Tuhan Yesus lebih lanjut menyatakan bahwa Hukum-Nya itu merupakan rangkuman dari seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi :
* Matius 22:40
LAI TB, Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
NKJV, On these two commandments hang all the Law and the Prophets.”
TR, εν ταυταις ταις δυσιν εντολαις ολος ο νομος και οι προφηται κρεμανται
Translit. interlinear, en {pada} tautais {ini} tais dusin {dua} entolais {perintah} holos {seluruh} ho nomos {hukum (Taurat)} kai {dan} hoi prophêtai {nabi-nabi} kremantai {tergantung}
Artinya, prinsip hukum Taurat tetap ada dalam iman kristiani. Tetapi pelaksanaannya telah disempurnakan, dirumuskan ulang, direformulasikan sekaligus direvitalisasikan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Yesus memberi pengajaran yang sederhana dan jelas; meskipun kelihatannya sederhana, tetapi hukum diatas mencakup seluruh hukum Taurat!
Bahwa jika kita mengasihi Allah, maka kita akan melakukan prinsip-prinsip bahwa TUHAN adalah satu-satunya sesembahan kita, dan pelaksanaan ini akan selaras dengan hukum ke1-5 dalam Dasa Titah. Jika kita mengasihi sesama, tentu kita tidak boleh membunuh (hukum ke 6); berzinah (hukum ke 7) dan seterusnya. Dan semuanya akan selaras dengan (hukum 6-10)
10 Firman (Dasa Titah) misalnya yang menulis "Jangan ini, jangan itu" harus kita akui, memang cenderung negatif. Juga bermacam-macam perintah yang tersebar dalam ke-5 kitab Musa itu berbeda gaya dengan apa yang dirumuskan Yesus tentang Hukum Kasih yang lebih positif "Hendaklah begini atau begitu". Dasa Titah memberi peringatan bahwa orang telah salah jalan, sedangkan Hukum Kasih memberi petunjuk, ke mana orang mesti putar haluan.
Tuhan Yesus merangkum Taurat itu menjadi 2 point yang sederhana. Pelaksanaan Hukum Kasih sudah mencerminkan seluruh hukum Taurat (ayat 40).
Firman dalam PL tetap merupakan Firman Allah bagi orang percaya, sebab semuanya adalah dasar dari Perjanjian Baru.
Kita tidak akan bisa mengerti arti "kurban Yesus" tanpa melihat dan memahami dosa asal yang diperbuat Adam-Hawa.
Kita tidak akan mengerti terminologi "Anak Domba Allah" tanpa mempelajari prinsip-prinsip pengampunan dosa yang ada di Perjanjian Lama, kurban bakaran, kurban pengampunan dosa dll.
Dengan demikian, Yesus telah menggenapi Taurat dan menyempurnakannya.
Pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".
* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
…Allah itu kasih … (1 Yohanes 4:16)
Ajaran Tuhan Yesus Kristus yang paling dominan dan paling menyentuh adalah KASIH. Sehingga Kekristenan mempunyai spesifikasi KASIH. Namun kita harus mengakui bahwa semua agama dunia juga mengajarkan tentang kasih, dan Allah mereka tentu mengasihi dan menyayangi pula umatNya. Tetapi tidak banyak orang yang tahu perbedaan keduanya, lalu cenderung menyamaratakannya.
Perbedaan kasih Tuhan yang satu dengan yang lainnya
"Kasih-Tuhan-Alkitab" adalah hakekatNya sendiri, sementara "Kasih Allah dalam agama lain", adalah apa yang dilakukan Allahnya. Yang satu merupakan esensi-kasih, yang lain berupa aktifitas-mengasihi.
Banyak agama mengklaim Tuhannya maha-kasih dan maha-penyayang, tetapi tidak memberi bukti, apalagi saksi (adikodrati). Orang sering menunjuk kehadiran embun-hujan-udara-sinar Matahari dll sebagai bukti kasih Allah kepada makhluknya, padahal itu bukan ujud MAHAKASIH, melainkan lebih cenderung berupa tanggung-jawab Sang Khalik terhadap makhluk ciptaanNya demi mendukung kelangsungan mereka.
Bukti kasih, apalagi Maha-Kasih, hanyalah satu, yaitu berkorban sebesar-besar korban bagi yang dikasihiNya. Korban terbesar yang dapat diberikan seseorang adalah nyawa si pengorban itu sendiri. Dan Yesus yang adalah Allah itu memang benar mengorbankan nyawaNya diatas kayu salib, demi menebus dosa Anda dan saya. Yesus berkata :
- "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik. Memberikan nyawanya bagi domba-dombanya" (Yohanes 10:1-42)
- "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Markus 10:45)
Itulah sebabnya Kasih Allah yang diajarkan dalam Alkitab adalah kasih yang tidak bersyarat (unconditional love), sementara kasih Allah dalam agama lain adalah mengasihi (loving) – atau lebih tepatnya – mengasihani – menusia dengan syarat-syaratnya.
Dan itulah yang digoreskan oleh Allah dalam Taurat, untuk diteruskan dan dihafal turun-temurun, seperti yang tercantum dalam Ulangan 6:5 dan Imamat 19:18 :
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Sekali diturunkan, hukum-kasih ini sudah ditakdirkan bersifat kekal, tidak terhilangkan.
Bacalah bagaimana perintah Allah untuk mengamankan kekekalanNya, sbb :
6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu (Musa) pada hari ini (Hukum Kasih) haruslah engkau perhatikan,
6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
6:9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
Kristianitas mengimani bahwa KASIH dalam Hukum Yang Terutama ini adalah unsur yang paling luhur, tidak terhapuskan, dan tidak akan berkesudahan sekalipun unsur lainnya boleh lenyap. Di Sorga, kita akan hidup berketerusan dalam trasendental kemuliaan, kasih kepada Allah dan sesama persaudaraan.
Yesus menegur keras orang yang menafsirkan kehidupan di Surga seolah seperti dunia saja. Padahal status dan relasi (termasuk sex) suami-istri di bumi, dan apa-saja dari unsur-unsur bumi itu tak satupun yang dapat dibawa-bawa untuk diteruskan ke Surga. Yesus mengecam sekaligus menelanjangi orang-orang yang telah berani berspekulasi tentang "muatan Surga" yang diduniakan :
Matius 22: 29-30
22:29 Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
Tata hubungan setiap manusia yang berasal daripadaNya harus dikembalikan kepada asalnya. Kehidupan Surgawi harus dipusatkan kepada Pusat kehidupan, yaitu Diri Allah sendiri. Setiap anggapan atau ajaran yang mencoba meneruskan relasi-duniawi kedalam Kerajaan Surgawi (dengan kelompok-kelompok yang berbeda dengan kedekatan relasinya), telah diucapkan oleh Yesus Kristus sebagai pandangan yang sesat. Dan, siapakah yang lebih tahu daripada Yesus mengenai keberadaan dan muatan Surga? :
Yohanes 3:13
Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu :
1 Korintus 7:31
pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
Pada hari itu (kiamat) langit akan lenyap dengan gemuruh yang dasyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yanga da diatasnya akan lenyap :
2 Petrus 3:10Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Yang lain akan lenyap, tetapi kasih tidak berkesudahan, kasih itu kekal :
1 Korintus 13:8
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
Matius 10:26
"....... tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui."
Sekarang, bila sedemikian besar maknanya, luhurnya dan kekalnya Kasih ini (Hukum yang terutama) sehingga ia harus menjadi tanda dan lambang bagi Hukum Allah, maka siapakah yang percaya bahwa ayat-ayat dalam Hukum Allah yang terutama ini bukan aslinya dari Allah?
Malaikat, Nabi dan manusia manakah yang tidak menyetujui ayat tersebut? Atau adalah manusia yang mampu menemukan – dari segenap khasanah kitab-kitab Allah – ayat tandingan yang lebih luhur dan mulia daripada ayat tersebut?
Sungguh mustahil ada "ayat manusia" yang mampu disandingkan dengan kemuliaanNya!.
Rumus kebenaran :
Bila sedemikian halnya, maka kita cenderung berkesimpulan dalam satu perumusan baku, bahwa sebuah Kitab Suci yang datangnya asli dari Allah haruslah, wajiblah, tidak-bisa tidak bermuatan kasih, yaitu dengan mengkekalkan Hukum Kasih yang terutama itu.
Maka jikalau anda mencari Allah yang betul-betul Maha-Kasih, mengapa tidak mencari Dia yang dapat mengasihi anda seorang diri sepenuhnya, sepenuh seperti Dia berurusan dengan 6 Milyar lebih manusia lain yang masal?
Mengapa Anda hanya mampu cukup puas dengan kasih Allah yang hanya mampu membuktikan kasihNya dengan klaim, tetapi tidak dengan bukti perbuatan pengorbanan-diri sebagaimana yang telah dilakukan oleh Yesus diatas kayu salib? Dan jikalau Anda menolak Salib Penebusan yang melambangkan Maha-Kasih Allah itu semata-mata karena "tegar-tengkuk", adakah anda mendapatkan konsep keselamatan yang lebih terandalkan? Dan, siapakah yang sanggup dan peduli untuk menenangkan kegelisahan kita akan kepergian kita nantinya dari bumi ini?
Namun, Yesus Kristus Allah kita telah berkata di dalam janjinya :
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku (Sorga) banyak rumah tinggal….. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada". (Yohanes 14:1-3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar