antara A (muslim penggugat), B(keimanan yang tergugat,mungkin kawan bermain penggugat yang mengaku2 Kristiani) dan Sukro (pembela)
ya inilah ketidaktahuan/ketidakmampuan dan logika berpikir manusia dalam menyerap Kitab Suci, menyelami misteri Allah dari pemikiran manusia dilandaskan ketidak mengertian, bagaimana anda bisa mengkritik dan menyerang apabila anda terbentur dari kaidah penafsiran Kitab Suci yang dangkal...dan ngawur....wur wur...memenggal ayat-ayat seenak jidatnya.
Dialog ini diambil dari situs blog teman muslim yang mengutarakan isi hatinya/atau sanggahan dari pemikiran muslim kepada Ketuhanan Yesus.Saya sengaja memancing dan akhirnya keluar deh cuplikan dialog ini, yang menguatkan saya bahwa selama ini masih saja ada ketidak mengertian dan kesalahpahaman teman muslim mengenai Kitab Suci umat Kristen yang berpusat pada Ajaran Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dimana Kitab suci ditetapkan pada Konsili Roma pada tahun 382 M.sebelumnya melalui rentetan penyusunan dari tahun 125 M.untuk menetapkan itu semua bukan 1 tahun atau 2 tahun tapi ratusan tahun. diselidiki dan diteliti oleh Gereja mana yang benar-benar tulisan inspirasi Roh Kudus atau bukan. Kitab Suci dan Tradisi Suci masih sama dan dipelihara seperti ribuan tahun yang lalu. tidak ada yang berubah seperti dituduhkan oleh kaum sinis.
(tidak ada ditambahkan/diedit hanya menyatukan tuduhan/gugatan dalam nomor yang dikategorikan penting, sama dan apabila ditambahkan itu hanya sebagai menunjuk kesebuah anjuran)
------------------------------------------------------------------
1. A: Apakah saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu suci
B: Guru saya menerangkan bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi pengajaran Tuhan Yesus, yang dicatat oleh Rasul-rasul Matius, Lukas, Johanes dan Rasul Markus
Sukro:
boleh saya tambahkan secara global, Allah yang memberikan inspirasi kepada penulis Kitab Suci melalui bakat, kemampuan, dan gaya yang mereka memiliki. Allah tidak serta merta mendikte pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada para penulis atau menggunakan juru bicara semata yang tidak memiliki peran sama sekali.oleh karena itu anjuran saya, untuk mengerti arti Kitab Suci dengan baik saudara A dan B harus kembali lagi kepada masa dan tempat asal penulis Kitab Suci dengan menggali pesan-pesan yang diungkapkan oleh para penulis tersebut.
---------------------------------------------------------
2. A: Apakah yang dimaksud suci pada Bibel itu mempunyai arti bahwa Bibel bersih daripada kesalahan-kesalahan
B: Betul demikian. Tetapi kesalahan yang bagaimana yang Bapak maksudkan
Sukro: betul..tidak ada kesalahan inspirasi dari Allah
---------------------------------------------------------
3. A: Misalnya: Pada suatu saat ada orang mengabarkan pada saudara si A sakit, sedangkan orang lain memberitahukan bahwa pada saat itu si A tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satunya yang benar
B: Diantara keduanya itu tentu salah satu yang benar, atau keduanya salah dan MUSTAHIL kedua-duanya benar.
A: Satu misal lain; ada orang berkata si A mempunyai tiga orang anak dan seorang lain mengatakan si A mempunyai sepuluh orang anak. Apakah dua perkataan itu benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satu saja yang benar
B: Tidak mungkin benar semuanya, melainkan salah satunya yang benar atau salah semuanya A: Kalau saya mengatakan benar semuanya, bagaimana pendapat saudara B: Itu adalah mustahil, karena ternyata ada perselisihan diantara keduanya
Sukro:
nah ini pentingnya penafsiran yang baik dan benar, perlunya prinsip-prinsip objektif yang dianjurkan Gereja, bukan prinsip-prinsip subjektif dari pengajar perorangan atau penafsiran pribadi orang tersebut.
A: Prinsip-prinsip yang bagaimana saudara Sukro ?
Sukro:
1. Pendekatan Kontekstual guna menemukan makna harfiah dari setiap bagian Kitab Suci, dan arti sesungguhnya sebagaimana yang dimaksud penulisnya, kita harus mempelajari waktu, tempat, pola hidup, cara berpikir, tujuan dari penulisan,dan cara-cara mengungkapkan dari para penulis kitab tersebut.
2. Kita hendaknya menafsirkan bagian-bagian Kitab Suci dalam terang bagian-bagian lainnya yang berhubungan dengan itu.
3. terdapat satu-kesatuan dan konsistensi kebenaran Allah yang diungkapkan bagi keselamatan kita.
4. bahasa Kitab Suci yang menggunakan ungkapan yang beraneka ragam tidak berarti harus dipahami sebagaimana adanya.
Pernahkah saudara A diajarkan prinsip-prinsip diatas??
A: tidak pernah pak.....
Sukro: Baik, ini sebagai catatan bahwa anda tidak mempunyai prinsip-prinsip dalam menafsirkan Kitab Suci. Seperti orang buta yang mencari jalan tanpa tongkat dalam Kitab yang kompleks.
------------------------------------------------------------------
4 A: Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat didalamnya diantara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu dinamakan Kitab Suci
B: Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah Ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan
Sukro: kembali ke jawaban saya yang pertama …….Semua itu tidak mengurangi kesucian dari Kitab tersebut.
saudara Penggugat mungkin perlu mendalami sekali lagi jawaban saya pada awal mula dialog ini. Bahwa penulis Kitab Suci adalah Allah dan manusia, dimana Allah menginspirasi penulis Kitab Suci, dimana Inspirasi tidak pernah salah dan tidak terbatas tapi manusia ada keterbatasan dalam menangkapnya, dimana manusia penulis kitab suci adalah orang-orang yang berasal dari zamannya sendiri dalam ketidakmampuannya menangkap keseluruhan wahyu Allah.Inspirasi tidak pernah berubah, tapi manusialah yang berubah dalam hubungan kemampuan mereka untuk mendengarkan pesan-pesan Allah. Inspirasi itu pasti tapi manusia masih mempunyai ketidak jelasan karena peristiwa itu berasal dari tradisi-tradisi yang berbeda sehingga penulis berkeinginan untuk melestarikan keduanya, makanya kadangkala penulis Kitab Suci menempatkan versi-versi yang berbeda dari suatu peristiwa didalam kitab yang sama.Para penulis dan kisah-kisah yang ditulisnya adalah semacam alat bagi tujuan utama Kitab Suci: Ungkapan realitas Rohani.
Hakikat Kitab Suci tersebut dibagi 2 yakni, arti Harfiah dan arti Rohani.Arti harfiah adalah arti yang dicantumkan oleh kata-kata Kitab Suci dan ditemukan oleh eksegese, yang berpegang teguh pada peraturan penafsiran teks secara tepat. Arti Rohani adalah berkat kesatuan rencana Allah, maka bukan hanya teks Kitab Suci, melainkan kenyataaan dan kejadian yang dibicarakan teks itu merupakan tanda. Arti Rohani dibagi menjadi 3 golongan, yakni arti alegoris, arti moral dan arti anagogis.
---------------------------------------------------------
5 A: Jadi kalau begitu bukan Kitab Suci lagi
B: Betul Kesuciannya telah batal
Sukro: tidak pernah dibatalkan kesuciannya.
----------------------------------------------------
6 A: Kalau demikian, tentu isinya tidak dapat dipercaya kesuciannya atau kebenarannya, karena diantara ayat-ayatnya terdapat perselisihan
B: Yang jelas diantara ayat-ayatnya pasti bukan dari Tuhan, atau sudah dicampur adukkan dengan karangan manusia, sehingga kesuciannya ternoda, Ringkasnya sudah tidak suci lagi.
Sukro: saya rasa jawaban saya dinomor 4 sudah menjawab pertanyaan anda...
------------------------------------------------------------------------------
7 A: Kalau misalnya Bibel terdapat selisih antara satu ayat dengan ayat lain, apakah saudara masih berkeyakinan Bibel itu Kitab Suci
B: Saya tidak yakin kalau Kitab Bibel tidak suci, Terkecuali kalau ada bukti-bukti nyata yang menunjukkan ayat-ayatnya berselisih antara yang satu dengan yang lain, yang dapat menimbulkan keraguan saya tentang kesuciannya. Menurut penelitian Bapak, apakah ayat-ayat Bibel ada yang berselisih
Sukro: Sangat Yakin.....kalau anda menafsirkan secara tepat menurut ajaran Gereja.
Inspirasi dan Kebenaran Kitab Suci
105 Allah adalah penyebab [auctor] Kitab Suci. "Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab Suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus".
"Bunda Gereja yang kudus, berdasarkan iman para Rasul, memandang kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru secara keseluruhan, beserta semua bagian-bagiannya, sebagai buku-buku yang suci dan kanonik, karena ditulis dengan ilham Roh Kudus (lih. Yoh 20:31; 2Tim 3:16; 2Ptr 1:19-21; 3:15-16), dan dengan Allah sebagai pengarangnya, serta dalam keadaannya demikian itu diserahkan kepada Gereja" (DV 11).
106 Allah memberi inspirasi kepada manusia penulis [auclor] Kitab Suci. "Tetapi dalam mengarang kitab-kitab suci itu Allah memilih orang-orang, yang digunakan-Nya sementara mereka memakai kecakapan dan kemampuan mereka sendiri, supaya - sementara Dia berkarya dalam dan melalui mereka - semua itu dan hanya itu yang dikehendaki-Nya sendiri dituliskan oleh mereka sebagai pengarang yang sungguh-sungguh" (DV 11).
107 Kitab-kitab yang diinspirasi mengajarkan kebenaran. "Oleh sebab itu, karena segala sesuatu, yang dinyatakan oleh para pengarang yang diilhami atau hagiograf (penulis suci), harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus, maka harus diakui, bahwa buku-buku Kitab Suci mengajarkan dengan teguh dan setia serta tanpa kekeliruan kebenaran, yang oleh Allah dikehendaki supaya dicantumkan dalam kitab-kitab suci demi keselamatan kita" (DV 11).
108 Tetapi iman Kristen bukanlah satu "agama buku". Agama Kristen adalah agama "Sabda" Allah, "bukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidup" (Bernard, hom. miss. 4,11). Kristus, Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus, "untuk mengerti maksud Alkitab" (Luk 24:45), supaya ia tidak tinggal huruf mati.
Roh Kudus Adalah Penafsir Kitab Suci
109 Di dalam Kitab Suci Allah berbicara kepada manusia dengan cara manusia. Penafsir Kitab Suci harus menyelidiki dengan teliti, agar melihat, apa yang sebenarnya hendak dinyatakan para penulis suci, dan apa yang ingin diwahyukan Allah melalui kata-kata mereka.
110 Untuk melacak maksud para penulis suci, hendaknya diperhatikan situasi zaman dan kebudayaan mereka, jenis sastra yang biasa pada waktu itu, serta cara berpikir, berbicara, dan berceritera yang umumnya digunakan pada zaman teks tertentu ditulis. "Sebab dengan cara yang berbeda-beda kebenaran dikemukakan dan diungkapkan dalam nas- nas yang dengan aneka cara bersifat historis, atau profetis, atau poetis, atau dengan jenis sastra lainnya" (DV 12,2).
111 Oleh karena Kitab Suci diilhami, maka masih ada satu prinsip lain yang tidak kurang pentingnya guna penafsiran yang tepat karena tanpa itu Kitab Suci akan tinggal huruf mati saja: "Akan tetapi Kitab Suci ditulis dalam Roh Kudus dan harus dibaca dan ditafsirkan dalam Roh itu juga" (DV 12,3).
Untuk penafsiran Kitab Suci sesuai dengan Roh, yang telah mengilhaminya, Konsili Vatikan II memberikan tiga kriteria:
112 1. Memperhatikan dengan saksama "isi dan kesatuan seluruh Kitab Suci". Sebab bagaimanapun bedanya kitab-kitab itu, yang membentuk Kitab Suci, namun Kitab Suci adalah satu kesatuan atas dasar kesatuan rencana Allah yang pusat dan hatinya adalah Yesus Kristus. Sejak Paska hati itu sudah dibuka:
"Ungkapan `hati Kristus harus diartikan menurut Kitab Suci yang memperkenalkan hati Kristus. Hati ini tertutup sebelum kesengsaraan, karena Kitab Suci masih gelap. Tetapi sesudah sengsara-Nya Kitab Suci terbuka, agar mereka yang sekarang memahaminya, dapat mempertimbangkan dan membeda-bedakan, bagaimana nubuat-nubuat harus ditafsirkan" (Tomas Aqu., Psal. 21,11).
113 2. Membaca Kitab Suci "dalam terang tradisi hidup seluruh Gereja". Menurut satu semboyan para bapa "Kitab Suci lebih dahulu ditulis di dalam hati Gereja daripada di atas pergamen [kertas dari kulit]". Gereja menyimpan dalam tradisinya kenangan yang hidup akan Sabda Allah, dan Roh Kudus memberi kepadanya penafsiran rohani mengenai Kitab Suci ... "menurut arti rohani yang dikaruniakan Roh kepada Gereja" (Origenes, hom. in Lev. 5,5).
114 3. Memperhatikan "analogi iman". Dengan "analogi iman" dimaksudkan hubungan kebenaran-kebenaran iman satu sama lain dan dalam rencana keseluruhan wahyu.
Point perenungan buat anda :
Kalau anda menerjemahkan dalam kebencian terhadap keyakinan agama Kristen, anda hanya mencari kesalahan-kesalahan di Kitab Suci, tentu tidak akan menangkap Wahyu Allah tersebut secara keseluruhan. Kitab Suci tersebut bagi anda adalah huruf-huruf yang mati.
-----------------------------------------------------------
8 A: Ya BANYAK yang berselisih
B: Di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru
Sukro: Yang berselisih mungkin anda teman teman muslim yang tidak dapat mencari terang dibagian lainnya dan salah menafsirkan.menurut logika sendiri, padahal di Kitab Suci ada Perikop yang menunjuk ke bagian Ayat lainnya, sehingga ayat tersebut menjadi satu kesatuan.
---------------------------------------------------------------
9 A: Dua-duanya terdapat beberapa perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain
B: Di bab apa dan pasal serta ayat berapa
Sukro: silahkan saudara penggugat mengajukan gugatannya
--------------------------------------------------------------
10 A: Supaya berurutan saya atur dalam beberapa pasal: PERTAMA soal Ketuhanan Yesus, karena soal ketuhanan adalah termasuk kepercayaan pokok pada tiap-tiap agama. Jadi soal ini perlu sekali didahulukan. Sesudah itu kita berpindah kepada soal yang lain yang berhubungan dengan soal agama Kristen yang termaktub dalam kitab Bibel. Bagaimana pendapat saudara
B: Baik, saya menyetujui pendapat Bapak
Sukro: Ada yang kurang mengerti mengapa Yesus menjadi Tuhan orang Kristen , padahal di AlQuran menguatkan bukti-bukti itu.
---------------------------------------------------------------
11 A: Sekarang saya ingin bertanya, apakah alasan saudara bahwa Yesus menjadi ANAK TUHAN
B: Dalam Matius Pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian: “Maka suatu suara dari langit mengatakan: “Inilah anakku yang kukasihi. Kepadanya Aku berkenan”. Juga di Lukas pasal 4 ayat 41, menyebutkan bahwa Yesus itu anak Allah”.
Sukro: tepat sekali saudara B, bahwa ayat itu menyebutkan kesaksian dan legimitasi dari Allah sendiri.
”Kepada-Nya Aku berkenan”, menunjukan suatu informasi penting kepada Yohanes pembaptis bahwa Yesus sebagai Anak Allah. Ibarat seorang ayah memberikan otoritas penuh kepada anaknya dan memberitahukan kepada pegawainya untuk mengurusi perusahaannya, segala urusan mengenai perusahaan anak yang mengurusnya. Segala pengelolaan perusahaan dipegang oleh anak.baik Hutang maupun Piutang perusahaan tersebut. Dan ini tidak bisa diganggu gugat oleh manusia seperti anda dan saya.
dalam rupa manusia Yesus diurapi oleh Allah dengan Roh Kudus, seperti umat Kristen dibaptis.
Sekarang saya balik bertanya apa yang menjadi legimitasi Muhammad menjadi Nabi ?
apa dasarnya? sedangkan di Taurat dan Injil tidak me-nubuatkan bahwa muhammad ?
ingat, Taurat, kitab-kitab Nabi dan Mazmur bernubuat tentang kedatangan Yesus Kristus.
---------------------------------------------------------------
12 A: Kalau begitu silahkan buka Matius pasal 5 ayat 9
B: Baik, Dalam pasal dan ayat itu menyebutkan :”Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut Anak-anak Allah”.
A: Berdasarkan ayat tersebut yang dimaksudkan “ANAK ALLAH” itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap Anak Allah, maka semua orang mendamaikan manusiapun menjadi ANAK-ANAK ALLAH. Jadi bukan Yesus saja Anak Allah, tetapi ada terlalu banyak.
Sukro: saya menyanggah dan menolak pemikiran sempit seperti pendapat Saudara A yang memberikan statement ANAK ALLAH itu adalah orang yang dihormati seperti Nabi.apakah seorang yang membawa damai kepada saudara yang lain dihormati seperti Nabi?? Membawa kedamaian bagi saudaranya. orang itu disebut Nabi? Anda berdua bisa kok membawa damai kepada semua orang.
dan Saudara B salah mengutip ayat tersebut,
Yang benar adalah :
Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah ,
penggunaan huruf kecil dan jamak harus dicermati disini. Anak Allah (Yesus) A besar dan bersifat tunggal sedangkan anak-anak Allah (manusia yang membawa damai kesetiap manusia), huruf kecil dan bersifat jamak.
Pernahkah anda menjumpai penulisan anak Allah di Kitab Suci untuk Yesus Kristus dituliskan secara jamak dan huruf kecil???
A. Benar....tidak pernah dituliskan huruf kecil dan jamak untuk Yesus Kristus.
B: iya ..benar.. saya tidak pernah menjumpai penulisan yang saudara Sukro sebutkan.Baik di Perjanjian Lama dan Baru..maaf saudara sukro saya salah menuliskan pada Injil tersebut anak-anak Allah bukan memakai huruf kapital pada kata anak.
Sukro: Sebenarnya telah terjadi kesalah-pahaman dari orang yang teman-teman Muslim tentang sebutan "Anak Allah" dan "anak-anak Allah" Tidak pernah ada seorang nabi yang disebut sebagai "Anak Allah" dalam 'bentuk tunggal' kecuali kepada Yesus Kristus. Ungkapan "anak-anak Allah" dalam bentuk jamak di era Perjanjian Lama, istilah itu ditujukan kepada keturunan Adam lewat Set yang saleh (Kejadian 6:2), juga ditujukan kepada para malaikat (Ayub 1:6) dan kepada bangsa pilihan, yaitu Israel. Cara penggunaan kepada bangsa Israel sebagai keseluruhan dan kepada raja mereka secara khusus, menyatakan hubungan mereka dengan Allah dalam arti Allah memelihara dan melindungi mereka di satu pihak, dan pada pihak lain, pelayanan dan ketaatan manusia kepada Allah.
Anda berdua mau dibilang anak-anak iblis si penyesat??
A dan B: tidak mau...
Sukro: Kalau tidak mau kenapa anda mempermasalahkan dan menolak sebuah karunia yang sudah diberikan Yesus kepada anda berdua
simak ayat dibawah ini , Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Iman percaya kepada Yesus Kristus, menghasilkan anugerah dari Allah yaitu memberikan kita status sebagai anak-anak Allah
------------------------------------------------------------
13B: Dalam Yahya (Yohanes) pasal 14 ayat 9 disebutkan: “Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa”, dan di Ayat 10 disebutkan: “Tiadakah engkau percaya bahwa aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam Aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu”.
A: Baiklah, silahkan saudara periksa Yahya pasal 17 ayat 23
B: Baik, di pasal ini disebutkan bahwa: “Aku di dalam mereka itu, dan engkau di dalam Aku; Supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan”.
A: Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata “Aku didalam mereka”. Kata mereka di ayat ini adalah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan dengan “Aku” ialah Tuhan. Jadi kata “Aku” beserta “mereka” artinya Tuhan beserta sahabat-sahabat Yesus. Kalau saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa, maka saudarapun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan sekalian sahabat Yesus 12 orang jumlahnya. Jadi bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan Persatuan bukan hanya Tri Tunggal tetapi 15 tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tersebut yang manakah yang benar. Tiga menjadi tunggal atau 15 menjadi Tunggal. Ayat yang manakah yang akan saudara yakinkan, yang tiga menjadi tunggalkah atau yang 15 itu?
B: Tunggu dulu Pak, ini agak membingungkan saya
Sukro: saya mencoba menerangkan Injil Yohanes bab 14 ayat 9, sekali lagi anda tidak boleh memotong satu ayat dengan yang lainnya , untuk mengemukakan gugatan anda.
Pada bab ini terjadi dialog antara Yesus dengan muridnya Filipus yang masih kurang percaya, sama seperti anda berdua, ketidak percayaan ini yang menyebabkan Yesus memberikan pernyataan sekali lagi dalam bahasa lembut kepada filipus,
8. Kata Filipus kepada-Nya: ”Tuhan, tunjukanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami”. 9 Kata Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku didalam Bapa dan Bapa didalam Aku?
Di dalam diri Yesus itulah Allah menyatakan atau memperkenalkan diri-Nya secara sempurna. Oleh karena itu maka Yesus juga disebut "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah", sehingga barangsiapa telah melihat Yesus, ia telah melihat Bapa
Kolose 2:9 "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
Ibrani 1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi
Pada waktu yang telah ditentukan Allah, Putera Allah yang tunggal, Sabda abadi, dan citra hakikat Bapa, telah menjadi manusia: Ia telah menerima kodrat manusiawi, tanpa kehilangan kodrat ilahi. (katekismus GK 479)
Pada gugatan saudara A yang menyatakan isi dari Injil Yohanes 17 ayat 23 adalah penggalan keseluruhan isi doa Yesus kepada murid- murid-NYA secara lengkap mulai dari ayat 6 sampai 26. saya tidak ingin membahas keseluruhan bab dan ayat tersebut,
Kita perhatikan pada ayat ini,
Yohanes 17:21,23
17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
YESUS MENYATU DENGAN MURID-MURIDNYA
Murid-murid Yesus akan menjadi bagian dari Yesus; Yesus dan Bapa adalah satu. Pernyataan Yesus yang mengatakan ia menyatu dengan murid-muridnya adalah pernyataan yang ajaib dimana orang-orang percaya "dimuliakan" menjadi bagian dari Yesus. Dan ini jelas tidak bermakna bahwa murid-murid Yesus akan "sama hakikat denganNya", namun makna pernyataan Yesus dalam doaNya itu adalah murid-muridNya menjadi bagian dari diriNya. Perhatikan ayat dibawah ini yang menyatakan jemaat/Gereja Tuhan adalah terdiri dari orang-orang percaya dan Yesus sebagai kepala jemaat/gereja itu.
Efesus 1:22-23
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Inilah yang dimaksud dengan kesatuan antara Kristus dengan murid-muridNya yang menjadi jemaat Tuhan. Dimana diibaratkan bahwa Yesus Kristus menjadi kepala dari jemaat dan jemaat adalah Tubuhnya Maka Pengertian Tentang Yohanes 17, perikop ini harus dibaca secara lengkap mulai ayat 6 sampai dengan 26; Anda tidak akan menemukan pertentangan dalam pernyataan Yesus bahwa "Yesus dan Bapa adalah satu" (satu hakikat)
-------------------------------------------------------------------------------
14 A: Tentu akan lebih membingungkan Saudara kalau saya tunjukkan ayat yang lain. Silahkan periksa Yahya pasal 17 ayat 3
B: Baik, di sini menyebutkan: “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah yang Esa, dan Yesus Kristus yang telah engkau suruhkan itu”
Sukro: Tidak ada yang bertentangan dan membingungkan kalau anda memahami jawaban atau pernyataaan saya pada No. 13 dan merenungkan maksud dan tujuan inkarnasi Allah. Hakikat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
------------------------------------------------------------------
15 A: Ayat yang bagaimana yang saudara maksudkan ?
B: Ayat yang mengatakan bahwa Tuhan itu Esa (tunggal), bukan tiga menjadi satu.
A: Silahkan buka di Ulangan pasal 4 ayat 35
B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.
A: Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal
B: Tetapi itu di dalam Kitab Perjanjian Lama, apakah terdapat juga di Perjanjian Baru.
A: Saudara minta di Perjanjian Baru, baiklah, Silahkan saudara buka Markus, pasal 12 ayat 29
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Maka jawab Yesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa”.
A: Periksa lagi di Perjanjian Lama di Ulangan pasal 6 ayat 4
B: Baik, di sini disebutkan :” Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya”.
A: Adakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi kitab sucinya orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu Tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu Tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang tunggalkah atau yang tiga menjadi tunggal. Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama, Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan kitab suci yang salah; jadi bukan kitab suci namanya.
B: Betul, salah satu Pasti salah atau kedua-keduanya salah
Sukro: Saya tau inti dari penggugat yaitu menyerang doktrin Trinitas orang Kristen , dan beberapa dari teman muslim saya berpendapat bahwa doktrin Trinitas adalah ajaran Paulus
Saya tegaskan kembali doktrin Trinitas bukan ajaran Paulus! 100% pendapat ini salah Yesus Kristus sendirilah yang mengenalkan Trinitas ini,
Matius 28:19
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus
Coba check kebenaran Ayat tersebut.
B. Benar… didalam ayat tersebut tersirat doktrin trinitas yang umat Kristen percayai.
Sukro: gimana Saudara A bisa mendeskritkan doktrin Trinitas ini dengan mengemukakan penggalan demi penggalan ayat, sedangkan pada Ayat Matius 28:19 malah menguatkan itu.
A.Saya hanya belajar dari Guru Ulama-ulama waktu saya masih dipesantren
Sukro: saya himbau agar Guru Ulama bahkan anda sekalipun belajar menafsirkan Kitab Suci dalam ajaran Gereja bukan menafsirkan dalam ruang ke- Islaman dan menurut pemikiran sendiri-sendiri, tentu tidak akan ketemu.banyak juga kok situs yang menawarkan pembelajaran Biblika diinternet,seperti http://www.sarapanpagi.org/ atau http://www.ekaristi.org/ disana Anda akan dijamu secara baik oleh moderator. Atau mungkin anda bisa datang disemua Gereja Kristen ntah itu Kristen protestant atau katolik , pasti akan bisa menemukan jawabannya.
A.Baik pak tapi mungkin nanti, saya masih mau menggugat keimanan saudara B dulu..
Sukro: memang benar Allah Bapa itu satu (ESA), itu yang dibilang Yesus Kristus dalam dialog dengan pemuka-pemuka agama dan para murid pada zamannya. Yesus menerangkan bahwa Allah itu yang harus disembah bukan allah-allah yang lain, Yesus sendiri yang mengenalkan hubungan erat antara Allah dan manusia layaknya sebuah Keluarga. Hubungan harmonis antara anak dan bapaknya dalam satu Keluarga Kudus dalam Kerajaan Allah.Yesus sebagai Pengantara dan pintu menuju ke dalam Kerajaan-Nya. Dan Roh Kudus lah yang menuntun menuju jalan kebenaran dan pintu itu.
Orang Kristen dibaptis atas "nama" (tunggal) dan bukan atas "nama-nama" (jamak) Bapa, Putera, dan Roh Kudus, karma ada hanya satu Allah, Bapa yang mahakuasa dan Putera-Nya yang tunggal dan Roh Kudus: Tritunggal Mahakudus.
Tritunggal adalah satu. Kita tidak mengakui tiga Allah, tetapi satu Allah dalam tiga Pribadi: "Tritunggal yang sehakikat" (Konsili Konstantinopel 1155: DS 421). Pribadi-pribadi ilahi tidak membagi-bagi ke-Allah-an yang satu itu di antara mereka, tetapi masing-masing dari mereka adalah Allah sepenuhnya dan seluruhnya: "Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa. Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah menurut kodrat" (Sinode Toledo XI 675: DS 530). "Tiap-tiap dari ketiga Pribadi itu merupakan kenyataan itu, yakni substansi, hakikat, atau kodrat ilahi" (K. Lateran IV 1215: DS 804).
Ketiga Pribadi ilahi berbeda secara real satu dengan yang lain. Allah yang satu bukanlah "seakan-akan sendirian" (Fides Damasi: DS 71). "Bapa", "Putera", "Roh Kudus", bukanlah hanya nama-nama yang menyatakan cara-cara berada berbeda dari hakikat ilahi, karena mereka secara real berbeda satu dengan yang lain: "Bapa tidak sama dengan Putera, Putera tidak sama dengan Bapa, Roh Kudus tidak sama dengan Bapa dan Putera" (Sin. Toledo XI 675: DS 530). Masing-masing berbeda satu dengan yang lain oleh hubungan asalnya: Adalah "Bapa yang melahirkan, dan Putera yang dilahirkan dan Roh Kudus yang dihembuskan" (K. Lateran IV 1215: DS 804). Kesatuan ilahi bersifat tritunggal.
Ketiga Pribadi ilahi berhubungan satu dengan yang lain. Karena perbedaan real antar Pribadi itu tidak membagi kesatuan ilahi, maka perbedaan itu hanya terdapat dalam hubungan timbal balik: "Dengan nama-nama pribadi, yang menyatakan satu hubungan, maka Bapa dihubungkan dengan Putera, Putera dihubungkan dengan Bapa, dan Roh Kudus dihubungkan dengan keduanya: Walaupun mereka dinamakan tiga Pribadi seturut hubungan mereka, namun mereka adalah satu hakikat atau substansi, demikian iman kita" (Sin.Toledo XI 675: DS 528). Dalam mereka "segala-galanya... satu, sejauh tidak ada perlawanan seturut hubungan" (K. Firenze 1442: DS 1330). "Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Putera" (ibid., DS 1331).
Dalam perjanjian lama terdapat beberapa ungkapan yang merupakan gambaran Roh Kudus dan Putera, tetapi bangsa Yahudi tidak memiliki gagasan mengenai Tritunggal.
Bilangan 11:29
29 Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!"
Kebijaksanaan Salomo 9:9-10
9. Pada-Mu adalah kebijaksanaan yang mengenal segala pekerjaan-Mu yang ada tatkala dunia semesta Kaujadikan, dan mengetahui apa yang diperkenankan oleh-Mu dan lagi apa yang lurus menurut peritah-Mu
10.Maka sudilah kiranya mengirimkan dia dari sorga-Mu yang suci, dan mengutusya dari takhta kemuliaan-Mu agar ia ada padaku dan berusaha bersama denganku dan aku mengetahui apa yang berkenan pada-MU
---------------------------------------------------
16 A: Kalau demikian apakah dapat diyakinkan kebenarannya suatu Kitab Suci, kalau kitab suci itu mengandung kesalahan atau tidak benar isinya.
B: Ya, yang disebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan, kalau tidak demikian maka batallah kesucian kitab itu
Sukro: Gugatan gugur …penggugat hanya mengulang pernyataan yang sama….
-----------------------------------------------------------------------------
17 A: Menurut kepercayaan saudara apakah Yesus bersatu dengan Allah..??
B: Ya, demikian
Sukro: Sehakikat dengan Allah Bapa.
-----------------------------------------------------------------------------
18 A: Kalau demikian tentu Yesus adalah selalu bersama Allah dan Allah selalu bersama Yesus B: Betul demikian sebagaimana tersebut dalam Yahya 10, 30, yang bunyinya sebagai berikut: “Aku dan Bapa itu satu adanya”. demikian juga Roh Suci sebab Roh Suci itu menjadi satu dengan Yesus, sebagaimana tersebut dalam Injil, ialah setelah Yesus berumur 30 tahun turun Roh Suci kepadanya dan dibaptiskan oleh Pembaptis yaitu Yahya. Jadi jelas bahwa Yesus, Roh Suci, Tuhan adalah tunggal
A: Kalau begitu silahkan buka Matius pasal 27 ayat 46
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan:” Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang Nyaring katanya: “Eli, eli lama sabaktani” artinya: “Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku”. A: Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan disalibkan. Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, disaat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehinga Yesus sendiri minta tolong.
B: Tetapi Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia
A: Kalau hidupnya Yesus memang untuk di salib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk di salib. Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan lain kata Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa
B: Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa ayat-ayat Bible itu ada yang simpang siur
A: Dari sebab itu mengapa saudara menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, malah minta tolong. Pantaskah ada tuhan demikian. Dan saya lanjutkan bertanya apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat
B: Pasti dilaknat
A: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapat ganjaran, oleh karena menurut keterangan saudara, hidupnya Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa manusia. Andaikan tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalibkan Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut Kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk Sorga dan dipuji-puji atas jasanya.
B: Ini memang tidak masuk di akal atau sekurang-kurangnya memang sulit dimengerti; akan tetapi Roh Tuhan bersatu dengan Yesus itu tidak mustahil. Sebagaimana banyak manusia yang kesurupan hantu, jin, malaikat atau makhluk-makhluk halus lainnya, sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya menurut kehendak makhluk halus tersebut. Demikian juga ada yang kemasukan Roh Suci seperti Roh malaikat, sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya adalah suci.
A: Kalau demikian baiklah saya bikin pertanyaan; Manusia bersatu (kesurupan) jin itu, apakah dia disebut jin
B: tidak
A: Yesus yang bersatu (menerima) Roh Tuhan itu apakah ia disebut Tuhan?
B: Mestinya tidak juga
Sukro: Ini sudah dijawab pada nomor 15. dan jawaban Saudara B dapat dilihat ketidak pastian mengenai iman tentang Roh Kudus, disini ada perbedaaan konteks Roh Kudus antara teman muslim dan umat Kristen.
Konteks dikaburkan penggugat mengenai arti kesurupan Roh Jahat dengan Kepenuhan Roh Kudus akan diri manusia dan disama artikan.
Sekali lagi Roh Kudus bukan malaikat Jibril walaupun Malaikat juga mahluk Roh!
Adanya Malaikat - Satu Kebenaran Iman
328 Bahwa ada makhluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan "malaikat", adalah satu kebenaran iman. Kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi tentang itu bersifat sama jelas.
Siapakah Mereka Itu?
329 Santo Agustinus mengatakan: " `Malaikat` menunjukkan jabatan, bukan kodrat. Kalau engkau menanyakan kodratnya, maka ia adalah roh; kalau engkau menanyakan jabatannya, maka ia adalah malaikat" (Psal. 103,1,15). Menurut seluruh keadaannya malaikat adalah pelayan dan pesuruh Allah. Karena "mereka selalu memandang wajah Bapa-Ku, yang ada di surga" (Mat 18:10), mereka "melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya" (Mzm 103:20).
330 Sebagai makhluk rohani murni mereka mempunyai akal budi dan kehendak; mereka adalah wujud pribadi dan tidak dapat mati. Mereka melampaui segala makhluk yang kelihatan dalam kesempurnaan. Cahaya kemuliaannya membuktikan itu.
Kenapa Yesus tidak Menolak untuk Disalibkan/Allah Mengorbankan Yesus sebagai Korban Penebus dosa?
Kalau anda mengerti maksud Yohanes Pembaptis menunjuk kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah
pada Yohanes 1:29
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
dan melihat perikop pada Kitab Imamat /Perjanjian Lama mengenai kurban-kurban anak domba akan mengerti tentang peristiwa kenapa Yesus disalib sebagai sebagai Anak domba Allah, korban penghapusan dosa.
saya tidak akan menerangkan konsep ini, karena saya yakin akan keterbatasan pemikiran dan logika Penggugat akan konsep kurban Ilahi ini
Pengertian Trinitas wae rak ngerti ..apa lagi konsep kurban Ilahi penebus dosa!!!!!
Yesus tidak melaknat orang-orang yang menyalibkan karena ini puncak dari penyelamatan Allah kepada manusia.
Dia malah mengampuni semua orang yang melakukan itu semua,karena memang Dia yang berhak mengampuni dosa-dosa manusia.
Mungkin kalau anda seorang manusia, tentu akan mengutuk perbuatan orang yang melakukan itu semua.tapi walaupun dalam rupa manusia DIA masih mengampuni orang-orang yang melakukan itu. Karena hakikat Allah adalah Maha Pengampun, seperti Yesus mengampuni dosa-dosa orang yang menyalibkan DIA. Pencipta disalibkan oleh ciptaan-NYA oleh karena dosa-dosa ciptaan-NYA
Luk 23:34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Kalimat ini mungkin akan jadi gugatan penggugat karena ketidak mengertian eksistensi Yesus dalam rupa manusia.
Kalau Yesus memberitahukan berita Kematian dan kebangkitan-Nya kepada orang-orang yang menyalibkan dia, tentu orang-orang itu akan menggagalkan rencana Ilahi yang sudah dinubuatkan pada jaman para nabi sebelumnya.
Tapi Dia hanya memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa peristiwa ini akan terjadi, dan mereka harus siap menanggung goncangan iman apabila peristiwa ini terjadi.
dan ini ucapan Yesus Kristus yang paling keras kepada murid-Nya, ketika Petrus menegur guru-Nya. Murid-Nya menegur Yesus agar menggunakan Kuasa-Nya supaya peristiwa itu tidak terjadi.
Matius 16:21-23
21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua- tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
Ucapan keras bahkan kepada murid-Nya..karena Petrus hanya memikirkan apa yang dipikir manusia. sama seperti Anda ketika menggugat kenapa Yesus kapasitasnya sebagai Tuhan bisa disalibkan. masih kah anda terkukung dalam pikiran manusia?? Yesus sudah mengetahui pemikiran dan memberikan jawaban kepada anda... ENYAHLAH IBLIS!
Ucapan Yesus dikayu salib Eloi eloi, lama sabakhtani yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Adalah penggenapan mazmur 22:2 dan memang Yesus datang untuk menggenapi semua yang tertulis di Perjanjian lama
Mazmur 22:2 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Orang Indo juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih...
“'Eli, Eli, lama sabakhtani?'” itu menyerukan kepahitan yang dialami Kristus karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia.
Hukuman dosa adalah keterpisahan dengan Allah.
Kalau Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.
Ini adalah perkataan keempat dalam 7 perkataan salib dan ini adalah kategori “ucapan penderitaan rohani”.
Kita tahu bahwa ketika Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya, mencabik- cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-murid-Nya sendiri. Penderitaan fisik- Nya sangat hebat. Mereka bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah mendengar Tuhan Yesus mengeluh karena siksaan tersebut.
Sebaliknya, puncak dari kesakitan -Nya dan penderitaan-Nya adalah ketika Ia berkata, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus adalah ketika “ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri.” Ini jauh lebih menyakitkan daripada duri dan tombak dan paku dan cambuk dan ludah dan lain sebagainya--ditinggalkan Allah.
Mengapa Roh Allah harus pergi? Sebab kalau tidak demikian Yesus tidak akan pernah bisa mati; dan ini adalah keharusan/ cawan pahit yang harus diterima oleh Yesus bahwa Dia harus mati sebagai “kurban” atas dosa-dosa manusia.
Oleh karena keterpisahan itu, kita telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya padaNya dan mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan kembali dalam komuni yang kudus dengan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. .
Bisa saja Yesus mengubah orang-orang yang menyalibkan menjadi batu tapi dia tidak mempergunakan Kuasa-Nya itu semua.
Seperti pada ayat dibawah ini,
Filipi 2: 5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Allah Bapa tidak bertindak (stop doing), beda antara tidak menolong dengan Stop doing. Anda harus mencermati visualisasi mel gibson dalam filmnya the passion of Jesus Christ, mel gibson memvisualisasikan adanya tetesan Air mata dari atas, itu maknanya Allah stop doing karena semua kerangka Illahi penyelamatan ini adalah rencana-Nya.
Seperti tertulis dalam kitab-kitab perjanjian lama, seperti pada kitab
Yesaya 53:5-9 (Tuhan menyelamatkan Sion)
5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya
-----------------------------------------------------------
19 A: Seharusnya begitu. Jadi jelas bahwa Yesus yang menerima Roh Ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu bukan Tuhan melainkan adalah utusannya (pesuruh)Tuhan. Sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri sebagaimana tersebut dalam Yahya pasal 17 ayat 3 yang berbunyi: “supaya mereka mengenal Engkau, Allah Yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu”
B: Saya lantas tambah tidak mengerti tentang Ketuhanan Yesus itu
Sukro: Saya akan menerangkan Kenapa Yesus Sebagai Tuhan dan Allah, ini tidak lepas dari proses Inkarnasi Allah menjadi Manusia.
Nabi hanya menerima Firman Allah,
sesungguhnya kata "nabi" mempunyai makna "seseorang yang berbicara bagi lainnya."
Para nabi pada Perjanjian Lama adalah orang-orang yang berbicara atas nama Allah bagi kondisi atua keadaan para masa para nabi tersebut.Mereka lebih memusatkan perhatiannya pada peristiwa-peristiwa dan situasi-situasi pada masa itu.
Para raja dan imam sering tidak berhasil dalam peran mereka sebagai pemimpin-pemimpin spiritual. ketika hal itu terjadi, Allah menginspirasikan para nabi untuk berbicara, mengingatkan akan orang-orang akan perjanjian dengan Allah, dan meminta mereka kembali bertobat.
Para nabi, sejatinya tidaklah sepenuhnya menafikan masa mendatang. Mereka memiliki gambaran apa yang akan terjadi, dan diantara mereka meramalkan bahwa Allah akan mengutus seorang Mesias ("seorang yang diurapi") yang akan penyelamat anak-anak Allah.
Yesus Kristus adalah Sang Firman Allah, Mesias yang dijanjikan.
diperkuat oleh Injil Yohanes 1:1-5:14
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran
Penjelmaan Menjadi Manusia
461 Dengan menggunakan ungkapan santo Yohanes ("Verbum caro factum est Sabda telah menjadi daging": Yoh 1:14) Gereja menggunakan istilah "inkarnasi" [menjadi daging] untuk peristiwa Putera Allah mengambil kodrat manusiawi, supaya dengan demikian dapat melaksanakan keselamatan kita. Dalam satu madah yang dikutip oleh santo Paulus, Gereja memuji rahasia inkarnasi itu:
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, tetapi telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib" (Flp 2:5 8).
462 Surat kepada umat Ibrani berbicara tentang misteri yang sama:
"Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: `Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku . Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang .., untuk melakukan kehendak Mu, ya Allah Ku " (lbr 10:5 7; dengan mengutip Mzm 40:7 9 LXX).
463 Kepercayaan akan penjelmaan Putera Allah menjadi manusia adalah tanda pengenal iman Kristen yang paling khas: "Demikianlah kita mengenal Roh Allah: Setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah" (1 Yoh 4:2). Itulah sejak awal mula keyakinan Gereja yang menggembirakan. Gereja menyanyikan "Sungguh agunglah rahasia ibadah kita": "Ia telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia" (1 Tim 3:16).
460 Sabda menjadi manusia, supaya kita "mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (2 Ptr 1:4): "Untuk itulah Sabda Allah menjadi manusia, dan Anak Allah menjadi anak manusia, supaya manusia menerima Sabda dalam dirinya, dan sebagai anak angkat, menjadi anak Allah" (Ireneus, haer. 3,19,1). Sabda Allah "menjadi manusia, supaya kita di ilahi kan" (Atanasius, inc. 54,3). "Karena Putera Allah yang tunggal hendak memberi kepada kita bagian dalam ke Allah an-Nya, Ia menerima kodrat kita, menjadi manusia, supaya mengilahikan manusia" (Tomas Aqu., opusc. 57 in festo Corp. Chr. 1). Sungguh Allah dan sungguh Manusia
464 Peristiwa inkarnasi Putera Allah yang unik dan yang terjadi hanya satu kali, tidak berarti bahwa Yesus Kristus sebagiannya Allah dan sebagiannya manusia atau bahwa peristiwa itu merupakan pencampuradukan yang tidak jelas antara yang ilahi dan yang manusiawi. Ia dengan sesungguhnya telah menjadi manusia dan sementara itu Ia tetap Allah dengan sesungguhnya. Yesus Kristus adalah Allah benar dan manusia benar. Selama abad abad pertama Gereja harus membela dan menjelaskan 88 kebenaran iman ini terhadap bidah yang menafsirkannya secara salah.
Kehendak Manusiawi Kristus
475 Oleh karena itu, Gereja mengakui dalam konsili ekumenis keenam (Konsili Konstantinopel III pada tahun 661) imannya bahwa Kristus menurut kodrat-Nya mempunyai dua macam kehendak dan tindakan -- satu ilahi dan satu manusiawi. Keduanya ini tidak bertentangan satu sama lain, tetapi bekerja sama sedemikian, sehingga Sabda yang telah menjadi manusia dalam ketaatan-Nya sebagai manusia terhadap Bapa-Nya menghendaki segala sesuatu, yang Ia sebagai Allah bersama Bapa dan Roh Kudus sudah putuskan demi keselamatan kita. Kehendak manusiawi Kristus "patuh dan tidak melawan dan tidak menentang, tetapi menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya yang ilahi dan mahakuasa" (DS 556). Tubuh Kristus yang Benar
476 Karena Sabda menjadi manusia dan menerima kodrat manusia yang sesungguhnya, maka Kristus "terbatas dalam tubuh". Karena itu, wajah manusiawi Yesus dapat "dilukiskan dengan terang di depan kita" (Gal 3:1). Dalam konsili ekumenis ketujuh (Konsili Nisea II pada tahun 787)2 Gereja mengakui sebagai hal yang wajar, untuk melukiskan Kristus dalam gambar-gambar kudus.
477 Gereja juga mengakui sejak dulu bahwa kita "mengenal Allah yang tak kelihatan dalam diri Penebus yang kelihatan", (MR, Prefasi Natal). Memang kekhususan individual tubuh Kristus menyatakan Pribadi ilahi Putera Allah. Ia sudah menerima bentuk-bentuk tubuh manusiawi-Nya sedemikian, sehingga mereka boleh dihormati dalam gambar pada lukisan kudus, karena orang beriman yang menghormati gambar-Nya, "menghormati Pribadi yang digambarkan di dalamnya" (Konsili Nisea II: DS 601).
Mungkin sudah jelas, dimana Ayat Yohanes 1:1-5:14 menerangkan misteri Inkarnasi Allah menjadi manusia, Yesus sebagai Sang Firman, dimana Allah selalu menyebut Firman-KU/-NYA.
Firman Allah secara total dalam Yesus Kristus karena Yesus adalah SANG Firman itu sendiri. jadi umat Kristen percaya setelah Kristus tidak ada nabi-nabi yang lain.
makanya Yesus berbicara Ia Sehakikat dengan Allah. Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah Satu. apa yang salah dalam keimanan kami kepada Yesus Kristus sebagai Allah sebagai Tuhan dan ayat itu sudah sangat kuat sekali mengungkapkannya. saya yakin benar muhammad tidak bisa meng-interprestasikan Inkarnasi Allah karena keterbatasan pola berpikir, tapi kami menghargai beliau masih melestarikan kisah ini pada AlQuran.
"...Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya...." (Qs 4:171)
Dalam bahasa Qur'an dikatakan "Kalimat Allah yang disampaikanNya kepada Maryam, dan roh daripadaNya" (awas, jauhkan kata-kata penafsiran/terjemahan yang sering ditambahkan, cernakan makna kata-katanya seperti yang terdapat dalam bahasa aslinya). Tampak bahwa asal-usul keberadaan Isa Al-Masih itu bukanlah dari Maryam atau zat-dunia, melainkan dari DNA-non-dunia "Kalimat Allah dan RohNya", yang masuk kedalam dunia.
Dalam Injil, Gen-Surga yang masuk ke dunia ini dibahasakan oleh Yesus Kristus dengan kata-kata "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas, Kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini ... Aku keluar dan datang dari Allah" (Yohanes 8:23,42)
mungkin kita sudahi gugat menggugat ini semua..karena pada bagian ini sudah final.
A: Tidak bisa...saya masih ingin menggugat lagi...Ketuhanan Yesus.. bukti itu tidak cukup bagi kami.
Sukro : hahaha...baiklah..walaupun Ayat dalam Injil Yohanes dan pernyataan Gereja mengenai Proses Inkarnasi Allah menjadi manusia sudah jelas sekali.anda masih menggugat ???? yang bodoh siapa? umat Kristen apa anda??
-------------------------------------------------------------
20 A: Menurut keterangan saudara tadi, bahwa manusia yang bersatu dengan (kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh, jin dan malaikat maka tindakan dan perbuatannya pasti menurut kehendak atau menyerupai perbuatan makhluk-makhluk halus itu.
B: Benar Begitu
A: Kalau demikian maka Yesus yang saudara akui bersatu dengan Tuhan mestinya tindakan-tindakan dan perbuatannya menyerupai perbuatan Tuhan.
B: Mestinya begitu
A: Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Tuhan tidak tidur tetapi Yesus Tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus Makan, Tuhan tidak Sakit tetapi Yesus Sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapapun tetapi Yesus Menyembah Tuhan, Tuhan tidak mati tetapi Yesus Mati, walaupun menurut i’tikad Kristen hidup kembali tetapi ia mati.
B: Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang menyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui yang gaib
A: Kalau begitu silahkan buka Markus pasal 13 ayat 31, 32
B: Baik, ayat itu menyebutkan: “Sesungguhnya langit dan Bumi akan lenyap, tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu ada diketahui oleh seorang jua pun, baik segala malaikat yang disurgapun tidak, anak itupun tidak, hanyalah Bapa saja.
A: Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri. Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya kiamat, yang termasuk sesuatu yang gaib. yang tidak tahu itu pasti bukan tuhan
B: Tetapi Yesus menyebutkan dirinya diayat ini dengan kata “Anak” yang berarti ia anak tuhan.
Sukro: Pada Nomor 19 sudah lengkap menjawab tuduhan anda Tuhan tidak tidur tapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan.
Pada Markus 13:31-32
Tidak ditulis di sana AKU TIDAK TAHU, melainkan ANAK PUN TIDAK karena ada perbedaan fungsi dan jabatan. Hanya waktunya "hari itu" sajalah yang tidak pasti, karena terkunci di dalam rencana Bapa, sedemikian rupa sehingga sekalipun Anak, dalam batas-batas penjadian daging yang Ia terima dengan sukarela, tidak ikut memiliki rahasia itu. Penggunaan ungkapan "Anak" tanpa kata-kata lain ini menentang pandangan, bahwa Yesus tidak memungkin memandang diri-Nya sendiri sebagai Anak Allah yang khas. Sebagai manusia, Yesus tidak tahu tentang "hari itu" namun sebagai Allah tentu saja Ia mengetahuinya, dan ungkapan di atas hanya sekedar menekankan bahwa "hari itu" tak diduga-duga. Ungkapan ini termasuk bagian dari eskatologi Alkitab yang memerlukan pembahasan tersendiri. Selanjutnya; Matius 24:36 atau Markus 13:32, tidak menulis "Aku tidak tahu", tetapi "Anak 'tidak tahu' ". Coba bandingkan variasi penulisan antara "Aku" dengan "Anak".
Yohanes 10:30, "Aku dan Bapa adalah satu." - "EGO KAI HO PATER HEN ESMEN"
Markus 13:32, "Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja." peri de tês hêmeras ekeinês kai tês hôras oudeis oiden oude hoi aggeloi hoi en ouranô oude ho huios ei mê ho patêr
Matius 24:36, "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." – "peri de tes hêmeras ekeinês kai tês hôras oudeis oiden oude hoi aggeloi ton ouranôn ei mê ho patêr mou monos"
Sekedar ilustrasi, saat Megawati masih menjadi Presiden RI... Ketua Umum Partai (PDI-P) tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri, tetapi Presiden RI dapat, nah, apakah Megawati tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri? Megawati sebagai ketua PDI-P tidak berwenang memecat Meteri Luar Negeri. Tetapi Megawati adalah Presiden, yang bisa memecat Menteri Luar Negeri Apakah disimpulkan Megawati tidak bisa memecat Menteri Luar Negeri?
Yesus sebagai manusia, 'Anak', tidak berwenang mengetahui hari Kiamat. tetapi Yesus adalah Allah, yang Maha Tahu Apakah disimpulkan Yesus sebagai Allah tidak tahu hari kiamat?
Yesus tidak mengucapkannya dengan "Aku tidak tahu" tetapi mengucapkannya dengan "Anak tidak tahu".
Matius 24:36/ Markus 13:32, menekankan bahwa 'tidak ada manusia yang tahu akan hari itu', Anak-pun tidak, artinya Yesus sebagai manusia yang sedang mengucapkan hal itu tidak mempunyai wewenang untuk tahu hari itu. Maka ayat diatas mempunyai penekanan bahwa "hari itu benar-benar misteri/ tak diduga-duga"
Hal ini mengingatkan kepada kita manusia agar selalu berjaga-jaga dan waspada bukan memperhitungkan dan meramal kapan harinya seperti yang sudah terjadi pada orang-orang yang salah menafsirkan tentang hari kiamat, karena hari itu seperti pencuri dalam malam.
Lukas 21:33-36
33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
Tetapi apakah sebagai Allah, Yesus tidak tahu? Tentu saja Ia Maha Tahu...... Ia tahu kapan Ia disalib, Ia tahu siapa yang akan mengkianatinya, Ia tahu pikiran jahat orang2 Farisi yang hendak menyerangnya, Ia tahu perasaan perempuan yang kedapatan berzinah dan hendak dirajam, Ia tahu kualitas iman perempuan Kanaan yang disebutNya 'kunarion' Ia mengucapkannya sebab Ia tahu bagaimana iman perempuan ini. Ia tahu sejarah perempuan samaria yang sedang bercakap2 denganNya, Ia Tahu kebiasaan ritual orang Samaria........ dst.....
Ada banyak bukti yang membuktikan Ia tahu, sebab Ia adalah Allah.
Salah satu contoh tentang nubuat Keruntuhan Yerusalem , Bait Suci Allah di Yerusalem akan diruntuhkan oleh orang-orang Romawi pada tahun 70 M
liat Markus 13:1-2 mengenai Kotbah tentang AKHIR ZAMAN.
B: Benar... disitu tertulis Bait Allah akan diruntuhkan 1. Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megah-nya gedung-gedung itu! 2. Lalu Yesus berkata kepadanya: ”Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini?” Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak diatas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”
Sukro: Apakah ini mengisyaratkan bahwa Yesus tidak tahu apa-apa?
B: Iya Dia Maha Tahu....
Sukro: Gugatan Gugur....
--------------------------------------------------------------------------------
21 A: Silahkan buka Matius pasal 1 ayat 16
B: Baik, di situ disebutkan: “dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria; ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus”
A: Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut. Silahkan periksa lagi Keluaran pasal 4 ayat 22.
B: Baik, di situ disebutkan: “Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian: “Inilah Firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anakKu laki-laki, yaitu anakKu yang sulung”
A: Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak Tuhan yang sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak keberapa, silahkan buka lagi Yeremia pasal 31 ayat 9.
B: Ayat ini menyebutkan; “Akulah Bapak bagi Israil; dan Afraim itulah anak yang sulung
Sukro: Sangat Jelas Penggugat mencari perbandingan Ayat yang berseberangan dan memotong-motong ayat guna membenarkan tuduhan/gugatan.
Matius 1:16
16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. dari ayat tersebut sangat jelas sekali , Maria yang melahirkan Yesus. apa yang mesti dijadikan bahan gugatan?
Mengenai topik Anak-KU yang sulung yang diambil penggugat,
Keluaran 4:21-23
21 Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.
22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."
Yeremia 31:9
7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.
10 Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!
Kenapa pada Perjanjian Lama terdapat ungkapan anak Sulung begitu penting.
Perjanjian Allah dengan Musa mengenai anak sulung terdapat pada,
Bilangan 8:17
Sebab semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan, adalah kepunyaan-Ku; pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, Aku telah menguduskan semuanya bagi-Ku. anak sulung harus dikuduskan( ditahirkan) kepada Allah dibait suci, itulah hukum bagi umat Yahudi.
Yesus sebagai anak sulung Maria dikuduskan juga di Bait Allah,
Lukas 2:22-23
22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
Sudah, jelas mengenai Anak-Ku yang sulung.
Kebenaran ini menunjuk keistimewaan Yesus sebagai Anak Tunggal Allah, Kitab Suci menyatakan bahwa Maria adalah seorang perawan ketika ia mengandung Yesus dengan kuasa Roh Kudus (Lukas 1:31-35). Tradisi Gereja mengajarkan bahwa Maria tetaplah seorang perawan. Mengapa?
Sebab Maria dan Yusuf menyaksikan mukjizat penghamilan dan kelahiran Yesus. Mereka, menyadari Allah telah mempercayakan kepada mereka harta yang tak ternilai dalam sejarah manusia, yakni Anak Tunggal Allah. Maria dan Yusuf memahami bahwa tugas mereka adalah memelihara dan melindungi Penyelamat umat manusia. Pada tahun-tahun kemudian, Yesus mengatakan bahwa ada orang-orang yang mengesampingkan perkawinan (tidak menikah) demi kerajaan Surga (Mat 19:12). Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Maria dan Yusuf mengesampingkan hak mereka untuk mempunyai anak lagi sebab mereka membaktikan hidup mereka untuk memelihara Putra Allah. Mereka adalah Keluarga Kudus dibumi ini. tipologi dari Keluarga Kudus disurga.
keotentik bahwa Yesus anak sulung dan satu-satunya anak Maria dan Yusuf,
Yohanes 19:25-27
25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
kalau anda tidak mencermati ayat ini dan mengemukakan bahwa Yesus tidak disebut anak keberapa...ya sibodoh yang teriak Kebohongan dalam Kitab Suci.
----------------------------------------------------------------------------------
22 A: Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri Anak tuhan itu banyak bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan Anak dalam itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya
B: tetapi dalam Matius pasal 1 ayat 18 menyebutkan sebagai berikut: “Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya: Tatkala Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil dari pada Rohulkudus”. Roh Kudus artinya Roh Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak tuhan, sebagaimana juga di Matius pasal 1 ayat 20 menyebutkan: “Yusuf bermimpi seorang Malaikat, Tuhan berkata: “Hai Yusuf, anak Daud janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungannya itu terbitnya dari pada Rohulkudus”
A: Kalau Begitu silahkan buka: Kisah Rasul pasal 6 ayat 5
B: Baik, ayat itu menyebutkan: “Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stepanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman, dan Rohulkudus, dan lagi Philipus, dan Prokhorus, dan Nikanor, dan Simon, dan Parmenas, dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari negeri Antiochia.
A: Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa Rohulkudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Rohulkudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. Sebagaimana halnya pada Nabi lainnya dengan roh sucinya. Menurut Al Qur’an Rohulkudus (Roh Suci) itu berarti Jibril. Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para Nabi yang terdahulu adalah Kudus.
B: Di Bibel pasal berapa menyebutkan demikian
A: Silahkan Periksa surat Petrus yang kedua pasal 3 ayat 2
B: Baik, Pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan, dahulu oleh Nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru Selamat, dengan jalan Rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu”
A: Jelas di Bibel Sendiri menyebutkan bahwa Rohulkudus itu bukan Tuhan; dengan lain kata bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin atau perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang dikehendakinya. Lebih jelas harap saudara periksa dalam Kisah Rasul pasal 5 ayat 32
B: Ayat tersebut menyebutkan: “Dalam kami inilah saksi atas segala perkara itu, demikian juga Rohulkudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia”
A: Silahkan periksa lagi dalam Lukas pasal 1 ayat 41
B: Pasal ini menyebutkan bahwa: “Maka berlakulah tatkala Elisabeth mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang di dalam rahimnya itu dan Elisabeth penuh dengan Rohulkudus”.
A: Sudah jelas sekali bahwa arti Rohulkudus adalah Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun yang dikehendakinya. Kalau sekiranya Rohulkudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah, maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabeth (Istri Zakaria)pun mestinya Tuhan juga.
B: Yesus dianggap tuhan oleh karena ia mempunyai Roh Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhanannya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati, Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.
Sukro: Keblinger kalau kata saya mengenai penggugat yang menjatuhkan vonis bahwa Bible sendiri menyebutkan Roh Kudus itu bukan Tuhan. Keblinger yang dipertahankan secara turun temurun.
Mari kita simak ayat-ayat yang diajukan penggugat dan kita bandingkan, Satu persatu, sebaiknya kita menyimak pada ayat Yohanes 14:15-17,
15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Yohanes 14: 25-26
25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang
telah Kukatakan kepadamu.
Jawaban tegas, Roh Kudus adalah Roh Allah, Roh Allah adalah Allah sendiri karena Allah adalah Roh. bukan malaikat Gabriel /Jibril , yang anda percayai.
Yohanes 4:24, "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Lihat Yesus dengan Tegas memberikan pernyataan ini,
Mrk 3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
Luk 12:10 Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
Dimana Yesus mengatakan Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Ini adalah pengkategorian bahwa Roh Kudus adalah Allah.
Bagaimana anda bisa mendefinisikan Roh Kudus adalah seorang malaikat gabriel/jibril. Sedangkan Malaikat adalah ciptaan Allah juga. Darimana anda mendapatkan perkataaan bahwa Roh Kudus bukan Allah?? Mudah-mudahan disini penggugat dan saudara sekalian tidak menghujat Roh Kudus.
Pada Injil Kisah Para Rasul 5:32
32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang karuniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.
Apabila anda menarik ayat ini tidak boleh dilepaskan dari kisah-kisah yang tercatat pada ayat-ayat sebelumnya, yaitu Roh Kudus yang dijanjikan Yesus pada hari pentakosta.
Kisah Para Rasul 2:1-4
1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Lukas pasal 1 ayat 41
41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus
Bandingkan dengan kata pada kisah injil Matius yang menceritakan kelahiranYesus
18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam- diam.
20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Penggugat menyamakan arti dari dikandung dengan Penuhlah dan menyamakan arti itu semua dalam kesimpulan bahwa semua bisa disebut Tuhan.
Arti dikandung dan mengandung dari Roh Kudus sudah jauh berbeda arti dengan Penuhlah mereka dengan Roh Kudus.
Pembelajaran Bahasa Indonesia yang baik adalah kunci dari kebutaan ini.
Yesus benar Tuhan karena ia dikandung dari Roh Kudus (Proses Inkarnasi Allah) berbeda dengan yang dialami Elizabeth maupun murid-murid Yesus.
Penggugat mengambil ayat-ayat yang sangat berbeda arti objektifitasnya disamakan menjadi satu arti. Kebodohan penggugat yang menguatkan sekali kedangkalan pemikiran dan logika, dalam menafsirkan Kitab Suci yang bukan Kitab pegangan iman-nya.orang bodoh yang mencari kebodohannya sendiri.
-------------------------------------------------------------------------
23 A: Kalau begitu, periksa di Kitab raja-raja yang kedua pasal 13 ayat 21.
B: Baik, di sini ada menyebutkan: “Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan, lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan kedalamnya dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri.
A: Di sini menyebutkan malah tulang-tulang Ilyas (Elisa) dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati, bahkan tulang-tulang Ilyas dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti Tulang-tulang Ilyas adalah tulang-tulang Ketuhanan. Kalau Yesus diwaktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa diwaktu tidak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya yang didalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib, maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. Jadi seharusnya Ilyas-pun dianggap Tuhan juga. Periksa lagi di Kitab raja-raja yang pertama pasal 17 ayat 22.
B: Ya, disini menyebutkan: ” Maka di dengar akan Do’a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia pula.
A: Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap tuhan juga.
B: Tapi Yesus dapat menyembuhkan orang buta sehingga melihat
A: Kalau begitu periksa Kitab raja-Raja yang kedua pasal 6 ayat 17 dan ayat 30
B: Ya, di pasal itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.
A: Kalau begitu Elisapun harus dianggap Tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifatnya Tuhan.
B: Sekali lagi, Tuhan Yesus dapat menyembuhkan penyakit Lepra (penyakit kusta)
A: Silahkan periksa Kitab Raja-Raja yang kedua pasal 3 ayat 10 dan ayat 11
B: Baik. Di pasal dan ayat itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.
Sukro: Perbedaan Nabi dengan Yesus sudah diterangkan pada sanggahan saya di nomor.19,
Nabi memang mempunyai peranan penting dalam Karya-karya Allah, dimana mukjizat diperlukan agar manusia percaya kepada Allah.menyatakan bahwa Allah mencintai umat manusia sepenuhnya. begitulah kejadian nenek-nenek moyang kita pada jaman dahulu hingga sekarang walaupun sudah diperlihatkan suatu mukjizat, manusia masih saja memberontak,berbuat dosa dan malah membunuh Nabi-nabi yang diutus Allah.
Perumpamaan Yesus tentang pekerja yang bercerita tentang bagaimana pembunuhan para Nabi oleh nenek-nenek moyang bangsa Yahudi.
Matius 21:23-26
23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?"
24 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi."
Matius 21:33-41
33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
----------------------------------------------------------------
24 A: Jadi Elisapun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta, malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan.
B: Akan tetapi pasal kejadian Yesus tanpa percampuran laki-laki dengan istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus daripada rohnya Elisa
A: Asal kejadian Nabi Adam tanpa Bapa dan Ibu. Mengapa Adam tidak dianggap Tuhan. Juga Hawa (eve) asal kejadiannya tanpa ibu, iapun bisa dianggap juga Tuhan wanita
B: Tapi Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa
Sukro: Kejadian Adam jelas sekali bahwa meskipun ia tidak lahir dari seorang ibu dan seorang bapak tetapi Alkitab dengan jelas menuliskan bahwa Adam itu diciptakan, perhatikan ayat diatas TUHAN Allah membentuk manusia itu (Adam) dari debu tanah. Adam tidak lahir dari ayah-dan-ibu karena Adam adalah manusia pertama, baca selengkapnya Kejadian pasal 2.
Sejak bumi dan langit diciptakan, ada 4 macam orang yang berada di dunia :
- Pertama, lelaki tanpa ibu tanpa bapa.
- Kedua, perempuan tanpa ibu tanpa bapa.
- Ketiga, lelaki dan perempuan yang beribu dan berbapa.
- Keempat, seorang laki-laki yang tidak berbapa tetapi mempunyai ibu.
Dari empat macam orang ini, yang pertama hanya satu, yang kedua hanya satu, yang keempat hanya satu, yang ketiga, bermiliaran orang, tidak ada habis-habisnya.
Waktu Adam diciptakan oleh Tuhan Allah, tidak memakai bapa dan ibu. Waktu Hawa diciptakan juga tidak memakai bapa dan ibu. Adam tidak memakai benih wanita dan pria. Hawa diciptakan dengan tidak memakai wanita, tetapi keluar dari pria. Adam dan Hawa diciptakan demikian, tanpa bapak-ibu, karena mereka adalah sepasang manusia yang mula-mula.
Ketetapan reproduksi (Kejadian 1:28 ) adalah ketika wanita dan pria dalam persetubuhan yang menghasilkan begitu banyak keturunan laki- laki dan perempuan sepanjang sejarah manusia, ini merupakan metode ketiga. Tetapi satu-satunya metode yang dipakai Tuhan adalah seorang yang dilahirkan melalui seorang perempuan tanpa laki-laki. Yaitu lahirnya Yesus Kristus, inilah yang disebut benih perempuan atau keturunan perempuan.
Jikalau kita mengerti Allah adalah Yang Maha Kuasa, tidak ada yang mustahil bagi Dia. Maka doktrin Allah yang benar mengakibatkan iman kepercayaan kepada segala sesuatu yang dilakukan oleh Allah yang tidak mungkin tidak benar.
Perhatikan Hawa diciptakan Allah dengan memakai laki-laki, tetapi Hawa bukan dilahirkan melainkan diciptakan. Ketika Kristus lahir ke bumi, memakai perempuan, tetapi tidak memakai laki-laki, Kristus ke bumi bukan diciptakan melainkan dilahirkan.
Di sinilah perbedaannya. Memakai pria untuk mengeluarkan wanita (Hawa), bukan kelahiran. Memakai wanita untuk melahirkan pria (Yesus), tetapi bukan penciptaan. Hawa adalah hasil cipta bukan lahir, Yesus lahir bukan cipta. Hawa keluar (dari laki-laki) bukan lahir, sedangkan Yesus lahir bukan keluar.
Inilah cara-cara kebijaksanaan Tuhan sendiri yang melampaui segala kebijaksanaan dan marifat manusia. Melampaui logika dan epistemologi manusia. Allah telah memberikan pengharapan kepada manusia, satu-satunya pengharapan, yaitu Yesus Kristus turun ke dalam dunia.
Yesus dilahirkan melalui anak dara Maria, bukan ciptaan. Ia datang dengan membawa hidup sorgawi ke dalam dunia dan Yesus adalah satu- satunya yang disebut sebagai benih perempuan, keturunan wanita. Yesus dilahirkan melalui anak dara Maria tanpa mewarisi dosa asal. Ia berasal dari Bapa yang suci, sehingga dalam nubuat yang disampaikan malaikat Gibrael, "The Holy One of God/Yang Suci dari Allah." Istilah ini sering dipakai khususnya dalam kitab Yesaya. Bukan dalam bentuk jamak, melainkan tunggal, hanya satu. Satu-satunya yang kudus dari Allah, yaitu Yesus Kristus, datang ke dalam dunia.
Lukas 1:26-35, di mana di situ diceritakan dengan tepat bagaimana benih wanita itu masuk ke dalam tubuh jasmaniNya tanpa melalui perantaraan seorang manusia laki-laki :
“Dan dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea yang bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud, nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia YESUS. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut Kudus, Anak Allah.”
1 Timotius 3:16,
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"
----------------------------------------------------------------
25 A: Kalau begitu Yesuspun berdosa, Karena Yesus keturunan Maria, sedangkan Maria Keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa oleh Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan dibawa Iblis.
B: Dimana ceritera itu disebutkan
A: Di Bibel. Silahkan saudara periksa Lukas, pasal 4 ayat 5
B: Baik, di situ menyebutkan: “Maka iblispun membawa dia kepuncak gunung
A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.
B: Walaupun demikian Yesus tetap suci daripada dosa.
Sukro: kenapa sih, selalu saja penggugat memotong2 ayat yang merupakan satu kesatuan untuk dijadikan gugatan
Lukas 4:1-13
1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."
4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."
5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
6 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."
8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri- Mu dari sini ke bawah,
10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.
Dalam rupa manusia Yesus pun digodai oleh Iblis,loh emang dasarnya iblis adalah penggoda manusia,penghujat Allah,Adam dan Hawa pun tak luput dari godaan Iblis,kisah ini menceritakan walaupun Yesus dalam rupa manusia mengalami godaaan tapi Dia tetap tidak berdosa,
Iblis tidak berkuasa atas Yesus dan Yesus mengatakan keras kepada Iblis "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" kalau anda membaca kisah ini antara Yesus dan Iblis ada Ayat tersebut anda akan bisa menemukan kisah ini sama dengan 40 orang Israel dipadang gurun, baca lengkap di Kitab Ulangan 8:3 dan Ulangan 6:13
ULANGAN 8:3
3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.
ULANGAN 6:13
13 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.
dipertegas oleh Rasul paulus dalam,
Ibrani 2:18
18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Ibrani 4:15
15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Yesus dapat merasakan kelemahan-kelemahan kita sebagai manusia dalam menghadapi Godaaan/Iblis yang mengakibatkan dosa, bahkan Ia telah dicobai hanya tidak berbuat dosa.
Semua cobaan itu ditujukan langsung pada keadaan-Nya sebagai manusia.
-------------------------------------------------------------------------------
26 A: Para Nabi lainnya pun suci dari pada dosa. Akan tetapi mereka tidak menganggap dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiripun tidak juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya mempertuhankan dia.
B: Tidak demikian, Nabi-nabi berbuat dosa tetapi Yesus tidak.
A: Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi ampun, artinya dosanya telah habis karenanya, lalu mereka disebut bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan.
B: Dimanakah menyebutkan bahwa Yesus merasa ia minta ampun kepada Tuhan.
A: Silahkan saudara periksa sendiri di “Matius” pasal 6 ayat 12
B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.
A: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan. B: Tetapi di ayat ini juga ada menyebutkan bahwa Yesus suka memberikan ampun semua kesalahan orang kepadanya.
A: Kalau hanya begitu, kitapun bisa. Kitapun bersedia memberikan ampun kepada orang-orang yang berbuat kesalahan kepada kita.
B: Tetapi tidak ada manusia selain Adam yang dilahirkan kedunia ini tanpa Bapak, melainkan Yesus saja. Jadi masih dapat dibenarkan kalau Yesus disebut “Putera Tuhan” atau “Tuhan Anak”.
Sukro: Penggugat menggunakan cara-cara licik untuk menjatuhkan Kredibilitas Yesus sebagai Tuhan bahwa Yesus minta ampun Kepada Allah dengan memenggal dari kisah pengajaran Yesus kepada orang-orang dan murid-murid-Nya bagaimana caranya berdoa, Yesus mengajari orang-orang banyak tentang hal berdoa, berdoa adalah sarana komunikasi antara Allah (Pencipta) dan Manusia (Ciptaan- Nya).
Pengampunan adalah hakikat dari Allah yaitu Maha Pengampun, manusia sebagai citra Allah dituntut oleh Yesus supaya dapat mengampuni sesama-nya karena Allah Maha Pengampun, karena disitu Allah akan dinyatakan. Mengampuni orang yang bersalah kepada kita adalah yang paling sulit dilakukan oleh manusia.
Mat 6:5-13 (Hal Berdoa)
5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata- kata doanya akan dikabulkan.
8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
disebutkan diAyat tersebut, Yesus meminta ampun kepada Bapa? tidak, disana disebutkan Yesus mengajari orang banyak caranya berdoa.karena orang-orang banyak tersebut tidak tau caranya berdoa.
Dia mengenalkan Allah sebagai Bapa yang akan mengampuni dosa-dosa manusia apabila kita juga mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
itulah hebatnya Ajaran oleh Tuhan Yesus, yang banyak mendapat perlawanan dari Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi pada zamannya. Yesus tidak mengajarkan kepada orang-orang agar berdoa Bapa-Ku, tapi Kami. apabila kamu berdoa, kamu harus juga mendoakan sesamamu bukan doa untuk diri sendiri,karena Allah Bapa yang dinyatakan oleh Yesus Kristus adalah Allah segala bangsa.
Roma 3:29
29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!
-------------------------------------------------------------------------------
27 A: Kalau misalnya ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu, maka orang itu pasti akan diakui oleh saudara bahwa ia lebih berhak menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus dilahirkan tanpa Bapak saja.
B: Tetapi dalam sejarah manusia belum pernah ada, dan mustahil adanya
A: Kalau kiranya ada, maka yang manakah diantara keduanya yang lebih tinggi derajat Ketuhanannya antara Yesus yang dilahirkan hanya tanpa bapak saja dengan manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu.
B: Menurut akal tentunya manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu itu lebih tinggi derajat ketuhanannya. Oleh karena ia dilahirkan lebih ajaib keadaannya dari pada kelahiran Yesus.
A: Benarkah demikian pendapat Saudara..?
B: Ya, saya akui, manusia yang demikian lebih ajaib dari pada Yesus; akan tetapi saya minta supaya Bapak tunjukkan di Kitab; dan Bapak harus mengambil dari Kitab yang terkenal, bukan dari buku-buku dongengan atau ceritera-ceritera khayalan saja.
A: Supaya Lekas beres urusan ini, silahkan saudara periksa di Kitab Bibel atau Injil, Kitab Suci saudara sendiri.
B: di Bab dan pasal berapakah ada menyebutkan.?
A: Silahkan saudara periksa di “Ibrani” pasal 7 ayat 1, 2 dan 3
B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan seperti berikut: “Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim”. “Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai”. Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal..”.
A: Cukup, saudara telah membaca di kitab suci saudara sendiri, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa Bapak dan Ibu, malah tiada silsilahnya. Sesuai dengan pendapat saudara, apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci saudara ini berupa dongengan atau cerita- cerita khayalan. Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat. Dan kalau saudara masih mempertahankan kesucian kitab saudara itu mengapakah saudara tidak mengangkat Malkisedik menjabat tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan berpegang dengan pendirian saudara sendiri bahwa kelahiran Malkisedik itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa Bapak sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu. Selain itu Malkisedik masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. Apakah saudara masih akan mempertahankan ketuhanan Yesus…?
B: Saya lantas tidak mengerti dan menjadi bingung!!
Sukro:
Kejadian 14:18,
"Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi."
ÛMALKÎ-TSEDEQ MELEKH SYÂLÊM HÔTSÎ' LEKHEM VÂYÂYIN VEHÛ' KHOHÊN LE'ÊL 'ELYÔN
Melkisedek adalah manusia biasa, Ibrani MALKÎ-TSEDEQ dari MELEKH (raja) dan TSEDEQ (kebenaran) artinya "Sedek ialah raja (-ku)" atau, seperti dalam Ibrani 7:2, "raja kebenaran". Dia raja Salem (mungkin kota Yerusalem) dan imam "Allah yang Mahatinggi" ('ÊL ELYÔN), yang menyongsong Abram sekembalinya dari perang melawan Kedorlaomer dan sekutu-sekutunya. Melkisedek memberi Abram roti dan anggur, memberkati dia dalam Nama Allah Yang Mahatinggi, dan menerima dari Abram sepersepuluh rampasan dari tangan musuh. Kemudian Abram menolak tawaran raja Sodom, bahwa semua rampasan perang itu menjadi milik Abram kecuali dari tawanan yang sudah dilepaskan, lalu bersumpah demi Allah Yang Mahatinggi bahwa tidak akan dibiarkannya satu orang pun membanggakan diri dengan berkata, bahwa dialah yang membuat Abram kaya. Peristiwa ini barangkali terjadi pada pertengahan Zaman Perunggu.
Selanjutnya Ibrani 7:3 menulis bahwa
"Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan ...."
APATÔR AMÊTÔR AGENEALOGÊTOS MÊTE ARKHÊN HÊMERÔN MÊTE ZÔÊS TELOS EKHÔN APHÔMOIÔMENOS DE TÔ HUIÔ TOU THEOU MENEI HIEREUS EIS TO DIÊNEKES
Ayat ini tidak berarti bahwa Melkisedek benar-benar tidak mempunyai ayah dan ibu atau tidak mempunyai kerabat atau bahwa ia seorang malaikat. Ayat ini hanyalah menunjukkan bahwa Alkitab tidak mencantumkan daftar keturunannya dan tidak mengatakan apa-apa mengenai awal dan akhir hidupnya, oleh karena itulah Melkisedek disamakan seperti Anak Allah.
Ungkapan Yunani APATÔR atau "tidak berbapa" biasanya ditujukan kepada seseorang yang tidak memiliki ayah, kehilangan ayahnya atau seorang "yatim", seseorang yang lahir setelah kematian ayahnya sehingga ayahnya tidak dikenal, demikian pula halnya dengan AMÊTÔR, "tidak beribu". Seorang filsuf Yunani, Philo menulis bahwa Sara, istri Abraham (Ibrahim) adalah AMÊTÔR karena ibunya tidak ditulis dalam Alkitab.
Ungkapan "tidak bersilsilah", Yunani AGENEALOGÊTOS dari 'a' (partikel negatif yang berarti "tidak") dan GENEALOGEÔ, harfiah menghitung dari bawah ke atas diterjemahkan "keturunan" atau "silsilah". Kata GENEALOGEÔ sendiri berasal dari kata GENEA (generasi, angkatan) dan LOGOS (perkataan, firman). Herbert Weir Smyth, 'A Greek Grammar for Colleges' memberi definisi bahwa AGENEALOGÊTOS adalah 'one whose descent there is no record of', "seseorang yang silsilah/keturunannya tidak dicatat".
Melkisedek adalah tipologi ke-Imanan Yesus dan bayang-bayang Yesus Kristus pada Perjanjian Lama, dimana ia mempersembahkan roti dan anggur kepada Abraham, sama dengan Yesus yang menetapkan Perjamuan Malam terakhir dengan murid-murid-NYA
baca kisah lengkap Injil mengenai Penetapan Perjamuan (Lukas 22:14-20, Matius 26:20-29, Markus 14:17-25, Yohanes 13:21-30)
Ibrani 7:17
Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
Peraturan Melkisedek = Melkisedek memberkati Abraham dengan Roti dan Anggur.
perjamuan ini yang dilestarikan oleh para rasul sampai sekarang oleh Gereja Katolik yang kita kenal dengan SAKRAMEN EKARISTI.
Adanya Tipologi/bayang-bayang Yesus Kristus sebagai Imam Agung dengan Melkisedek.
Tipologi berarti adanya perkembangan rencana ilahi ke arah pemenuhannya, sampai akhirnya "Allah menjadi semua di dalam semua" (1 Kor 15:28). Umpamanya panggilan para bapa bangsa dan keluaran dari Mesir tidak kehilangan nilai sendiri dalam rencana Allah, karena mereka juga merupakan tahap-tahap sementara di dalam rencana itu.
--------------------------------------------------------------
28 A: Tidak mengerti itu tidak apa-apa, dan bingung sebenarnya tidak apa-apa, karena kalau sudah mengerti rasa bingung akan lenyap dengan sendirinya.
B: Ya, saya membenarkan keterangan Bapak. Tetapi dalam kitab Injil Johanes pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan: “Maka pada mulanya ada itu Kalam maka Kalam itu, serta dengan Allah, dan Kalam itu Allah, dan kalau itu Allah . Ia itu pada mulanya serta dengan Allah. Kata “Ia” di ayat ini maksudnya ialah “Yesus”. Jadi Yesus beserta dengan Allah.
A: Dalam susunan ayat tersebut di atas ada kata penghubung ialah : “Serta” atau beserta. Kalau ada orang berkata “Si Salim dengan si Amin” maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si Salim tetap si Salim bukan si Amin jadi berdasarkan ayat Bibel yang Saudara baca dengan susunan “Ia” (Yesus) beserta Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah: dengan kata lain kata Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan Kalam-pun lain.
B: Bagaimana kalau Yesus disebut saja Anak Tuhan.
A: Saya sudah jelaskan tentang itu pada saudara dalam pembicaraan kita yang lalu. Dan saudara telah mengakui kebenaran keterangan saya. Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita-pun tidak mungkin menodai ke Esa-an Tuhan.
B: Tetapi dalam kitab: “Wahyu”, pasal 22 ayat 13 menyebutkan: “Maka Aku inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang kemudian. Yang Awal dan Yang Akhir”.
A: Rangkaian perkataan itu bukan perkataan Yesus sendiri, melainkan firman Allah kepada Yesus. Bukti kebenaran perkataan saya ini silahkan saudara periksa di Kitab “Wahyu” tersebut pasal 21 ayat 6.
B: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku: “Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu yang awal dan yang Akhir”.
A: Jelas di ayat itu menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku”, Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini..???
B: Tentu Allah yang berfirman.
A: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, yang Awal dan Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada Yesus
B: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada”. Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.
A: Kalau Yesus dikatakan “Permulaan”. maka diapun tidak benar. Karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup lagi. Dan orang sudah mati itu tidak bisa dikatakan: “seorang yang terkemudian”, dan kalau Yesus itu hidup lagi, tidak bisa dikatakan: “Permulaan”, bukan pula “yang terkemudian”, bukan yang “awal”, maupaun: “yang akhir”.
B: Saya lantas makin tidak mengerti, malah tambah membingungkan saya karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Yang pada mulanya tidak ada, tidak bisa disebut: “permulaan”. Kalau Yesus diperanakkan, mustahil bisa disebut “Permulaan”. dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa disebut “yang terkemudian”
A: Supaya lebih jelas kepada saudara maka saya hadapkan pertanyaan: Andaikata Yesus itu disebut “permulaan”, maka apa dengan dasar inikah saudara mengakui Yesus itu Tuhan.
B: Ya, betul begitu.
A: Kalau demikian, bagaimanakah anggapan saudara, kalau sekiranya dalam kitab suci saudara ada menyebutkan bahwa ada seseorang manusia Yesus, yang tidak ada permulaannya dan tidak ada kesudahannya. Apakah manusia itu akan diakui tuhan juga oleh saudara.
B: di pasal manakah menyebutkan demikian.
A: Sebelum saya tunjukkan, apakah saudara masih tetap berpendirian akan mengakui Tuhan kepada seorang yang tidak ada permulaan dan kesudahannya, sebagaimana saudara bertuhan kepada Yesus.
B: Kalau betul ada, tentu saya bimbang atau sekurang-kurangnya meragukan saya atas kebenaran Yesus selaku Tuhan.
A: Mestinya saudara mengakui Tuhan dua-duanya, dengan lain kata disamping Yesus ada lagi Tuhan Tambahan.
B: Ya, bisa juga begitu. Akan tetapi tentu saja keyakinan saya lantas tambah tidak karuan. Di pasal manakah ada menyebutkan ada seorang manusia yang tidak ada permulaan dan kesudahannya.
A: Saya telah katakan dikitab suci saudara sendiri. Silahkan buka Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3.
B: Baik, seperti tadi sudah saya bacakan sampai baris pertama ayat ketiga dari pasal tersebut sebagai berikut: “Malkisedik yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak Allah. maka kekallah ia selama-salamanya”.
A: Bagaimana perasaan saudara dengan susunan ayat ini. Berdasarkan ayat ini bukan Yesus saja yang menjadi permulaan tetapi juga Malkisedik.
B: Keyakinan saya memang jadi bimbang terhadap Ketuhanan Yesus.
A: Bimbang atau tidaknya terserah saudara, yang jelas tidak ada niat sama-sekali untuk mengajak saudara meninggalkan Agama Kristen. Yang penting adalah rembukan dan penelitian semata-mata. Meneliti dan menganalisa terhadap sesuatu adalah hak semua orang, asalkan penelitian itu benar-benar tidak mengganggu ketentraman umum.
B: Terimakasih, dan saya masih akan bertanya lagi pada Bapak; maklumlah saya ini sedang mencari kepuasan yang dapat menimbulkan keyakinan saya dalam memeluk agama.
A: Silahkan saudara bertanya, keyakinan itu timbul setelah menyelidiki dan meneliti dengan kepuasan. Di dalam Agama Islam tidak ada paksaan. Yang penting menyampaikan (da’wah), tidak lebih dari itu. Teruskanlah pertanyaan saudara.
B: Setelah kita bersoal jawab tentang Ketuhanan Yesus timbullah keraguan dalam hati saya, namun apakah bapak masih bersedia menunjukkan ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan Anak Tuhan.
A: Walau telah saya tunjukkan ayat-ayat Bibel sendiri, tentang pengakuan Yesus sendiri bahwa Tuhan itu Tunggal, namun demi pengharapan saudara akan saya penuhi juga. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja oleh karena waktu sudah malam (Jam 12.25).
B: Ya, terima kasih, besok malam saja kita lanjutkan
Sukro: untuk Melkisedek sudah dijelaskan pada sanggahan no. 27
semua sanggahan sudah dijawab semua,
mengapa umat Kristen menyembah Yesus sebagai Tuhan,
karena Kelahiran, Karya, Pengajaran, Penderitaan,Kematian, dan Kebangkitan-Nya unik. Peristiwa-peristiwa mengenai kedatangan Yesus sudah dinubuatkan oleh Nabi-nabi dalam Kitab Nabi-nabi dan mazmur, Yohanes Pembaptis adalah Nabi terakhir yang mempersiapkan kedatangan Yesus sebagai Mesias.
Matius 3:3
Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
Resume Yesus sebagai Tuhan,
Yesus mewartakan Kabar Gembira bahwa Allah adalah cinta, pengampun, dan menjanjikan kehidupan kekal. Ia melakukan banyak mukjizat yang mengungkapkan bahwa Allah hadir, berbelas kasih, dan penuh kuasa. Ia memperlihatkan bahwa Ia berkuasa atas setan.
Mungkin anda bertanya kenapa orang Yahudi tidak percaya Yesus sebagai Mesias.
bangsa Yahudi mengharapkan Mesias sebagai seorang yang membebaskan mereka dari penjajahan Romawi, mempunyai kekuatan militer, dari golongan raja-raja.
betul bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada Yesus, tetapi mereka mencari seorang penyelamat yang akan mengenyahkan penjajahan Roma. Mereka menghendaki Kerajaan dunia, dan Yesus menolak upaya-upaya mereka untuk menjadikan-Nya seorang raja. pada suatu saat, Yesus memerintahkan orang-orang untuk tidak menceritakan mukjizat yang Ia lakukan bagi mereka. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah agar berita ini tidak tersebar-luas sehingga akan mengundang semakin banyak orang datang kepada-Nya. Ia bahkan juga harus meluruskan pandangan para murid-Nya untuk tidak mencari kerajaan dunia.
Kepopuleran Yesus merupakan peringatan bagi kelompok Saduki, yang takut akan munculnya kerusuhan dari para "pengagum" Yesus, atau timbulnya pemberontakan sipil.
Beberapa bangsawan yang berkaitan dengan Raja Herodes Antipas takut akan Yesus. Herodes telah menangkap Yohanes pembaptis segera setelah Yesus berkarya dimuka umum.Herodes khawatir bahwa Yesus adalah Yohanes yang telah bangkit dari mati, Herodes yakin bahwa Yesus adalah seseorang yang mungkin akan menyulut kerusuhan melawan dirinya atau orang-orang Roma.
Golongan Farisi marah atas isi ajaran-ajaran Yesus, Yesus menolak cara-cara mereka yang menerapkan seribu satu macam aturan sebagai jalan menuju Allah. Orang-orang Farisi dan para Ahli Taurat (pakar hukum yahudi) menuduh Yesus dan murid-murid-Nya telah melanggar hukum Taurat. mereka mencela Yesus karena Dia bergaul dengan kaum pendosa dan berani mengatakan bahwa Ia dapat mengampuni dosa. Mereka menyepelekan mukjizat-mukjizat Yesus dan kuasa Yesus atas setan dengan mengatakan bahwa Yesus bisa berbuat demikian karena bekerja sama dengan setan. Mereka kemudian bekerja sama dengan orang-orang saduki dan Herodian (pendukung raja Herodes Antipas) dan berencana melawan Yesus.
Begitulah, Yesus berhadapan dengan orang-orang dalam jumlah besar, tetapi tidak memahami pesan yang disampaikan-Nya. Berhadapan dengan orang-orang kaya dan memiliki kekuasaan, tapi khawatir akan Yesus. Berhadapan dengan kelompok-kelompok pemberontak yang akan memanfaatkan-Nya demi keuntungan mereka dan para pengusasa agama yang menentang ajaran Yesus. Seiring dengan karya-Nya yang terus berlanjut, Ia menyadari bahwa musuh-musuh-Nya semakin kuat berupaya untuk mengalahkan Dia. Karena itu, Ia mulai memperingatkan para murid bahwa musuh-musuh-Nya berencana akan menangkap dan kemudian menghukum mati diri-Nya. Ia juga mengatakan bahwa Ia akan bangkit dari mati, tetapi murid-murid-Nya tidak mampu menangkap makna kematian-Nya atau arti dari kebangkitan-Nya.
Yesus dapat saja mengggunakan kekuatan mukjizat-Nya untuk menghancurkan siapa pun yang menentang Dia. Namun, itu tidak dilakukannya karena Ia datang membawa pesan bahwa Allah menaruh belas kasih kepada semua orang, bahkan juga terhadap musuh-musuh-Nya
Ia menolak menggunakan kekuasaan-Nya terhadap mereka dan tetap mendasar pada cinta dan mengajak mereka untuk bertobat. Ia menerima "kebenaran" bahwa jika Ia memilih mencintai musuh-musuh-Nya, Ia harus tetap mencintai mereka sampai mati dikayu salib.
Akhirnya, Yesus memutuskan untuk pergi ke Yerusalem, yang merupakan markas musuh-musuh-Nya. Ia pergi ke Yerusalem pada waktu perayaan Paskah, dan kota itu sedang dipenuhi para peziarah, Disertai para pengikut-Nya, Yesus memasuki kota yerusalem dengan mengendarai seekor keledai bukan seekor kuda perang. Seakan-akan Ia mengatakan bahwa Ia tidak tertarik dengan kerajaan dunia. Disana-Yerusalem- Ia menghadapi musuh-musuh-Nya.
Ia mengusir para penukar uang dan penjual binatang-binatang persembahan - yang menarik keuntungan besar dari si miskin-dari Bait Allah. Ini merupakan tantangan para imam, para Ahli Taurat, golongan Saduki yang diuntungkan dari bisnis tersebut. Ia menjuluki orang-orang Farisi sebagai orang yang keras hati. Sayangnya, mereka bersama dengan golongan Saduki dan Herodian, semakin intensif dalam upaya membunuh Yesus.
Yesus menjadi sangat populer di tengah para peziarah yang besar jumlahnya. Karena itu para musuhnya tidak mau mengambil resiko menangkap Yesus dimuka umum. Yudas Iskariot, seorang murid Yesus, menghadap imam agung untuk menawarkan sebuah pengkhianatan kepada Yesus dengan tiga puluh keping perak. Pada hari Kamis malam, setelah tiba di Yerusalem, Yesus mengadakan perjamuan Paskah bersama dengan kedua belas murid-Nya. Ia menegaskan kembali bahwa Dia mencintai mereka. Sambil mengambil roti dan anggur, Ia mengubah roti menjadi tubuh-Nya dan dipecah-pecahkan-Nya, dan anggur menjadi darah-Nya, dan ditumpahkan-Nya.
Selanjutnya, Yesus bersama dengan murid-murid-Nya pergi kesuatu taman di Bukit Zaitun sebelah timur tembok kota. Segera setelah itu, para serdadu-dipimpin oleh Yudas iskariot-menangkap Yesus. Para murid meninggalkan-Nya dan kemudian Ia dibawa kepada Kaifas dan Anas. Ia diinterogasi disebuah pengadilan yang tidak jujur dihadapan Sanhedrin dan dijatuhi hukuman mati.
Akan tetapi, para pemimpin Yahudi tidak mau dipersalahkan atas kematian Yesus dan mereka menginginkan kematian yang sangat hina dan sadis, yaitu penyaliban gaya Romawi. maka mereka membawa Yesus kehadapan Ponsius Pilatus yang barangkali berdiam di Benteng Antonia, yang bersebelahan dengan kenisah. Dihadapan Pilatus mereka menuduh Yesus memberontak. Pilatus menanyai Yesus dan berkesimpulan bahwa Ia tidak bersalah. Setelah mengetahui Yesus adalah orang Galilea, Pilatus mengirimkan Yesus kepada Herodes Antipas yang sedang berada di Yerusalem untuk merayakan Paskah. Kendati Herodes telah lama ingin berjumpa dengan Yesus, ia menghina Yesus dan mengembalikan Yesus kepada Ponsius Pilatus setelah Yesus menolak menjawab pertanyaannya. Pilatus kemudian memerintahkan mencambuk Yesus untuk menyenangkan para petinggi Yahudi. Terakhir, Pilatus masih berusaha menyelamatkan Yesus dengan menawarkan pembebasan Yesus atau seorang penjahat terkenal, Barabas. Akan tetapi, masa yang dikoordinasi oleh musuh-musuh Yesus memilih membebaskan Barabas dan menhendaki agar Pilatus menghukum Yesus. Ketika Pilatus tampak enggan, mereka mengancam akan menyampaikan hal ini kepada Kaisar Roma. Akhirnya, karena takut akan dilaporkan kepada Kaisar Roma dan khawatir timbulnya kerusuhan, Pilatus menyerah dan memutuskan untuk menghukum mati Yesus dengan disalib.
Yesus dipaksa untuk memanggul salib-Nya sejauh beberapa kilometer ke tempat yang disebut Bukit Golgota, Begitulah peristiwa penyaliban ini terjadi, selama tidak kurang dari tiga jam, dalam gelombang kesakitan yang sukar untuk dilukiskan, Yesus mengalami penderitaan penyaliban.Kendati mengalami penderitaan, cinta dan kasih-Nya dinyatakan hingga akhir hidup-Nya. Ia mengalami kesendirian dan ditinggalkan, tetapi masih tetap memberikan perhatian kepada ibu-Nya, yang berdiri dekat salib bersama dengan beberapa pengikut-Nya yang setia. Ia menjanjikan surga kepada salah satu penjahat yang kemudian mengenal-Nya sebagai Tuhan. Yesus memafkan orang-orang yang telah menyalibkan Dia. Dan akhirnya, Ia menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa disurga, lalu wafat.
Musuh-musuh Yesus yang teringat akan janji Yesus bahwa pada hari ketiga Ia akan bangkit dari mati, memohon kepada Pilatus supaya memeritahkan beberapa prajurit untuk menjaga makam Yesus.Pilatus mengabulkan permohonan mereka dan sebuah materai dipasang pada batu penghalang kubur. Musuh-musuh Yesus yakin bahwa mereka telah melenyapkan Yesus untuk selama-lama-Nya.
Yesus disalibkan pada hari Jumat. oleh karena itu, pemakaman Yesus oleh para sahabat-Nya dilakukan dengan tergesa-gesa sebelum hari Sabat tiba. Pada hari ketiga setelah kematian-Nya, beberapa wanita pengikut Yesus pergi ke makam bermaksud untuk mengurapi mayat Yesus dengan wewangian. Mereka terkejut karena didapati batu penutup kuburan telah berguling dan kuburan itu sendiri kosong. Mereka kemudian berlari menemui para murid yang sedang bersembunyi.
Tak seorangpun tahu bagaimana bisa makam menjadi kosong, sehingga Yesus sendiri menampakan diri kepada para pengikut-Nya. Ia telah bangkit dengan mulia, sekarang Kristus Tuhan, tidak lagi dibatasi oleh waktu dan ruang. Dalam arti sesunguhnya, Kristus bangkit dari mati dan naik ketempat Bapa-Nya pada saat kematian-Nya. Sebagai manusia, Ia harus melalui kematian untuk pemenuhan hidup seketika. Kebangkitan dan naik kesurga adalah ungkapan fisik dan realitas spiritual. Penampakan Yesus setelah kebangkitan merupakan mukjizat dalam pengertian Ia kembali dari alam kekal kedalam waktu dan ruang serta mengizinkan untuk dilihat, didengar, dan disetuh oleh para murid-Nya.Kisah Injil menunjukan bahwa para murid pada mulanya sukar untuk mempercayai bahwa Yesus telah bangkit. Akan tetapi dalam waktu yang tidak terlalu lama, mereka menjadi percaya kepada realitas kebangkitan Yesus. Iman pada murid dan iman Gereja perdana, dinyatakan oleh Rasul Tomas, yang mula-mula ragu, yang kemudian berlutut dihadapan Yesus dan berkata, "Ya Tuhan dan Allahku!" (Yoh 20:28).
------------------------------------------------------
silahkan penggugat tetap percaya pada ajaran muhammad yang tidak mengenal Inkarnasi Allah menjadi Manusia. sebab bagi Allah tiada yang mustahil (Lukas 1:37). Doktrin Trinitas Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus adalah rahasia sentral iman dan kehidupan Kristen. Itulah misteri kehidupan batin ilahi, dasar pokok segala misteri iman yang lain dan cahaya yang meneranginya. Itulah yang paling mendasar dan hakiki dalam "hierarki kebenaran iman". (DCG 43). "Seluruh sejarah keselamatan tidak lain dari sejarah jalan dan upaya, yang dengan perantaraannya Allah yang satu dan benar - Bapa, Putera, dan Roh Kudus - mewahyukan Diri, memperdamaikan diri-Nya dengan manusia yang berbalik dari dosa, dan mempersatukan mereka dengan diri Nya"
-------------------------------
Selamat malam,
semoga sanggahan ini atas kesalahpahaman dan ketidakpahaman teman muslim tentang Ketuhanan Yesus dapat dicerna.
Jesus Bless you
Sukro akan bernyanyi pada masa Advent ini,
Juruslamat, datanglah
Juruslamat datanglah, Allah dan Manusia,biar dunia terkelu karna kelahiran-MU
Roh dan Firman yang kudus,menghadirkan wujud-MU. Allah Mahamulia dalam rupa yang rendah!
Anak dara bunda-MU,Kau manusia penuh,kediaman Roh Kudus,dosa kami Kau-tebus!
Surya pagi yang permai,Kau bagaikan mempelai tampil dari kemah-MU,jalan jaya Kau-tempuh.
catatan:
silahkan anda mengunjungi situs biblika yang berbobot seperti www.sarapanpagi.org www.ekaristi.org disitu sudah ada sanggahan dan jawaban dari kesalahpahaman dan tudingan teman-teman muslim secara lengkap. Semoga Tuhan Yesus mengetuk pintu hati saudara.
Amin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar