Kamis, 17 Januari 2008

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH

Hari Minggu Biasa II, 20 Januari 2008
Majalah Pendalaman Kitab Suci Vol.23, No1, Januari-Februari 2008

Siapakah Yesus menurut Anda? Jika pertanyaan ini diajukan kepada kita, kita tentu memiliki jawaban yang (menurut kita) sangat mengena. Jawaban yang kita berikan mungkin saja berasal dari pengetahuan yang kita dapatkan dari membaca buku, termasuk juga Kitab Suci. Namun, jawaban itu bisa saja berasal dari pergulatan hidup iman kita sendiri, sehingga kita memiliki gambaran tentang diri Yesus, yang unik, namun sesuai dengan pribadi kita. Jadi, menjawab pertanyaan ini mungkin tidak begitu sulit bagi kita. Pertanyaan yang mungkin sedikit sulit adalah, ”Apakah Anda pernah bertemu Yesus dalam hidup anda?” Kalau ya, ”Apa pengaruhnya bagi hidup (beriman) Anda?”

Lewat Injil hari ini, kita akan bertemu dengan sosok yang punya peranan besar sejarah keselamatan. Dialah Yohanes Pembaptis. Kali ini kita tak akan membaca kisah tentang pembaptisan, bukan pula kisah pembunuhan Yohanes yang akrab di telinga kita itu. Perikop hari ini menyajikan kesaksian Yohanes Pembaptis tentang orang yang selama ini telah diwartakan-Nya. Meskipun tak mengenal Dia, Yohanes Pembaptis dengan penuh keyakinan memberi kesaksian bahwa Dialah Mesias yang selama ini dinanti-nantikan Israel.


Yohanes 1:29-34

29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.

31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."

32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.

33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."


Struktur Teks
Perikop ini merupakan kesaksian Yohanes yang terdiri atas dua bagian, yaitu: bagian pertama (ay. 29-31) merupakan kesaksian Yohanes tentang Yesus dari sudut pra-eksistensi-Nya. Dia adlaah Anak Domba Allah. Bagian kedua adalah kesaksian Yohanes tentang Dia yang diatas-Nya Roh hinggap dan berdiam (ay.32-34). Dia adalah Anak Allah.

Ulangan Teks

Yesus, Anak Domba Allah
Kesaksian Yohanes Pembaptis diletakkan di tempat pertama. Yohanes melihat Yesus yang datang kepadanya untuk dibaptis. Dari ayat-ayat berikutnya kita tahu bahwa Yohanes pada awalnya tidak mengenal Yesus. Meski demikian, misinya adalah untuk memperkenalkan Yesus kepada Israel. ”Anak Domba Allah” adalah sebutan yang pertama-tama memperlihatkan teologi pengarang Injil. Istilah tersebut mengacu pada nubuat tentang hamba Tuhan yang menanggung banyak penderitaan (Yes.52:13-53:12). Arti kedua menunjuk pada anak domba Paskah yang berperan dalam sejarah keselamatan umat Israel (bdk Yoh.15:14,36;Kel.12:46). Sementara itu, ”dosa” dalam ay.29 bagi Yohanes adalah seluruh beban dosa yang ditanggung oleh manusia. Dalam konteks keseluruhan kitab (bdk. 2:2;4:10;1:7;5-6), istilah ”Anak Domba Paskah” juga menunjuk pada kematian Yesus yang menyelamatkan. Yesus sebagai Anak Domba Allah inilah yang menghapus seluruh dosa dunia ini.

Yesus adalah seorang yang kedatangan-Nya telah dinubuatkan. Bagi Yohanes pengarang Injil, Ia itu telah ada sejak awal (bdk 1:13;17:5 dalam doa ”Ya Bapa,muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.”) Tugas Yohanes Pembaptis adalah untuk mewartakan kedatangan-Nya kepada Israel. Untuk itu, Yohanes membaptis dengan air, yang sekaligus merupakan ciri dan batasannya.

Yesus dihinggapi oleh Roh
Yohanes menyampaikan kesaksian bawa ia sendiri melihat Roh dalam rupa burung merpati turun dan hinggap/ diam diatas Yesus. Kisah pembaptisan tidak diceritakan oleh Yohanes. Dipenuhi oleh Roh merupakan ciri Mesias (bdk. Yes 9:2;61:1). Karena Roh yang turun dan menetap itulah Yohanes mengenali Yesus. Namun, pengenalan itu bukanlah pengenalan biasa. Pengenalan itu adalah pengenalan akan seorang yang akan membaptis dengan Roh, Mesias yang akan datang. Yohanes juga sekaligus mengakui perbedaan antara dirinya dan Yesus, serta baptisannya dan baptisan yang akan diberikan oleh Yesus. Baptisannya hanyalah ”bayangan” dari baptisan mesianik yang dibawa oleh Yesus,yang akan membaptis dengan Roh. Baptisan Roh itu mungkin bagi Yesus karena sejak lahir-Nya Ia telah dipenuhi dengan Roh Allah. Sebagai orang yang dipenuhi oleh Roh, Ia juga akan membaptis dengan Roh. Meskipun Yesus jauh lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Lewat kesaksian Yohanes Pembaptislah, Israel dapat mengenal Mesias.

Perikop dalam Injil Yohanes ini juga tidak menyinggung soal adanya suara dari langit, sebagaimana ada dalam ketiga injil sipnotik. Namun, kiranya pernyataan ”Ia inilah Anak Allah (ay.34) dapat memberi petunjuk bahwa hal tersebut diandaikan. Penginjil Yohanes di sini memakai istilah ”pilihan Allah”. Istilah ini mengacu pada hamba Tuhan dalam Yes.42:1. Hamba itu banyak menanggung pederitaan,sampai ia dibawa ke tempat pembataian. Kemungkinan besar penginjil memilih istilah ”Anak Allah”, yang mempunyai makna yang jauh lebih dalam. ”Anak Allah” bagi Yohanes punya arti mesianik, menunjuk pada kedekatan dan hubungan yang khusus antara Yesus dengan Allah.

Amanat

Perikop ini mesti dibaca sebagai kesaksian penginjil itu sendiri tentang Yesus. Kesaksian tersebut ditujukan kepada pembaca injil tersebut. Jadi, kesaksian Yohanes Pembaptis dalam perikop ini tak lain adalah kesaksian Yohanes Penginjil. Isi kesaksian tersebut: Yesus adalah Anak Domba Allah, Hamba Tuhan, dan juga Mesias. Masing-masing pengakuan itu memiliki konsekuensi dan pengaruh bagi kehidupan dan pertumbuhan iman umat. Kita, orang Katolik, setiap mengikuti perayaan ekaristi mengulangi kesaksian perikop ini, bahwa Yesus adalah ”Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia”. Dengan seruan ini kita mengakui bahwa Yesus mati bagi kita untuk menebus dosa-dosa kita. Dalam sengsara-Nya dosa-dosa kitalah yang ditanggung oleh Yesus.

Yesus juga telah memenuhi nubuat tentang hamba Tuhan yang menanggung banyak penderitaan. Kematian-Nyalah yang membuat kita tetap hidup. Maka dari itu, kita menyebut Yesus sebagai Penebus. Seseorang atau sesuatu yang menjadi tebusan haruslah menjadi milik yang meminta tebusan agar tahanan dapat bebas.

-------------------------------------------------Israel dan Orang Yahudi

Bagi Penginjil Yohanes, penggunaan nama ”Israel” selalu berkonotasi baik (lih. 1:50;3:10; 12:13). ”Israel” dipergunakan oleh Yohanes untuk menunjuk pada bangsa pilihan Allah. Merekalah umat pilihan Allah sejak dahulu. Allah selalu hadir bersama bangsa pilihan-Nya ini dalam sejarah perjuangan mereka. Kepada mereka akan diberikan pewartaan melalui para nabi yang diutus ke tengah-tengah mereka. Allah jugalah yang akan melakukan pemenuhan atas janji-janji-Nya kepada mereka. Diantara merekalah Mesias akan meraja (bdk.1:49; 12:13)

Hal sebaliknya terjadi jika penginjil menyebut mereka sebagai ”orang-orang Yahudi”. Konotasinya biasanya negatif, yaitu sebagai orang-orang yang menolak Yesus (misalnya 10:31,33).

-------------------------------------------------------------------------------------


Yesus, penebus kita, mati demi membebaskan kita dari kuasa maut. Namun, kita juga tahu bahwa Yesus pada akhirnya bangkit dari kematian dan mengalahkan maut. Maut tidak berkuasa atas kita manusia, tetapi juga sama sekali tak menguasai Yesus.

Perikop ini juga memperkenalkan kita akan Hamba Tuhan yang penuh dengan Roh. Dia inilah yang akan membaptis manusia dengan Roh. Baptisan dengan Roh (dalam injil sinoptik: Roh dan api) adalah baptisan yang mempunyai daya pemurnian dan penyucian yang kuat, sekaligus menjadi sumber hidup baru. Dengan demikian,orang-orang yang dibaptis dengan Roh akan disucikan dan dilahirkan secara baru, serta diangkat sebagai anak-anak Allah.

Yohanes Pembaptis adalah contoh nyata bagaimana menyampaikan kesaksian iman kita. Bisa dibayangkan bahwa mewartakan Mesias di zaman itu tidaklah mudah. Umat Israel memang menanti-nantikan seorang Mesias yang akan merajai di antara mereka. Mesias itu mereka harapkan akan mengembalikan kejayaan Israel secara politis. Tentu tidak mudah bagi orang Israel untuk menerima begitu saja pewartaan seseorang tentang datangnya Mesia yang ”agak berbeda” dari yang mereka harapkan. Toh Yohanes Pembaptis tetap mewartakan apa yang diyakininya.

Sebenarnya Yohanes sendiri tidak mengenal yang manakah orang yang ia wartakan itu. Namun, akhirnya dengan mata imannya, ia dapat mengenali Yesus sebagai Mesias yang dinanti-nantikan dan yang kedatangan-Nya ia persiapkan. Ini sesungguhnya adalah tantangan bagi kita, orang Kristen zaman ini. Apakah kita mengenali Yesus ketika Ia datang bagi kita secara pribadi,maupun ketika Ia datang mengunjungi kita sebagai umat-Nya?

Tidak ada komentar: