1. A. DASAR PENCIPTAAN PEREMPUAN :
* Kejadian 1:26-28,
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
* Kejadian 2:18-24,
2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
HAWA
Pertama kali Adam menyebut Hawa sebagai ‘isysa’ sebab ia diambil dari laki-laki (Kej 2:23). Dan kemudian Adam menyebutnya Hawa, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
Allah mempunyai maksud dalam penciptaan Perempuan adalah sebagai “penolong yang sepadan”. Apa maksud Allah mengambil “rusuk” bukan mengambil dari bagian kepalanya atau bagian dari kaki-nya? Jika diambil dari bagian kepala bisa jadi Perempuan akan berkuasa atas Adam. Dan jika diambil dari bagian kaki, Allah tidak merancangkan Perempuan sebagai tempat injakan laki-laki. Melainkan Perempuan adalah penolong yang “sepadan” bagi laki-laki. Allah sudah merencanakan sesuatu yang mulia. Allah tidak menempatkan kaum perempuan lebih rendah daripada laki-laki.
1.B . PERBEDAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
1.B.1. FISIK
Kejadian 2:18-23. Laki-laki dan perempuan diciptakan dalam perbedaan fisik. Tujuan perbedaan ini adalah untuk saling melengkapi. Dalam perbedaan ini memberikan hasil untuk kelangsungan kehidupan, ini sudah didalam rancangan Allah :
Bentuk fisik antara laki-laki dan perempuan, kita semua sudah bisa membedakan. Dari perbedaan fisik tersebut Laki-laki dan perempuan mempunyai fungsi yang berbeda :
• Fungsi Laki-laki : Memberikan benih
• Fungsi Perempuan : Memelihara pertumbuhan
Secara umum fisik laki-laki lebih kuat dibanding perempuan, ini melambangkan fungsinya sebagai pelindung.
1.B.2. TUNTUTAN BUDAYA
Tiap budaya dan jaman memiliki tuntutan yang berbeda-beda. Biasanya tuntutan seperti ini sudah diterapkan sejak mereka kecil. Untuk kebudayaan kita di Indonesia, Tuntutan masyarakat terhadap Laki-laki: laki-laki harus to be number one dalam persaingan. Berpikir secara strategi dan problem solver. Tuntutan masyarakat terhadap perempuan: orientasi relasional, melayani orang lain.
2.B.3. KEBUTUHAN
Seorang pria dan wanita pada dasarnya mempunyai kebutuhan yang berbeda karena Tuhan mencipta pria sebagai kepala dan wanita sebagai seorang penolong yang sepadan. Seorang pria akan sangat membutuhkan dihormati karena bernatur kepala, sehingga ketika ia tidak dihormati maka ia akan mengalami problematik psikologis, identitas dan akhirnya ia akan mengambil keputusan yang tidak beres. Justru ketika pria itu tidak dihormati, ia akan mengambil tindakan yang drastis terhadap isterinya. Namun jikalau istrinya dapat menghormatinya, ia akan maju dan isterinya akan sungguh-sungguh menikmati cinta kasih yang sejati.
*Efesus 5:33,
Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
* Kolose 3:18-19,
3:18. Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.
3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
1.B.4. PERAN
* Efesus 5:22-23,
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Panggilan Allah bagi laki-laki adalah menjadi pemimpin: Head of the family, menjadi cerminan kasih Kristus kepada jemaat. Mendidik istri dan anak-anaknya untuk melakukan pekerjaan dengan bertanggungjawab. Servanthood, pelayanan dalam melayani istri dan keluarga.
Panggilan Allah terhadap istri adalah submissive/tunduk: Sebagai penolong yang sepadan, mengerjakan segala sesuatu sehingga suami bisa menjadi pemimpin yang baik.
1.B.5 GENDER
Gender berasal dari bahasa Latin, yaitu “genus”, berarti tipe atau jenis. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya.
PERBEDAAN SEKS DENGAN GENDER
Gender ditentukan oleh sosial dan budaya setempat, sedangkan seks adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan oleh Tuhan. Misalnya laki-laki memproduksi sperma dan memberikan benih, sementara perempuan mengalami menstruasi, bisa mengandung dan melahirkan serta menyusui.
INTERAKSI ANTAR GENDER
Hubungan gender ialah hubungan sosial antara laki-laki dengan perempuan yang bersifat saling membantu atau sebaliknya. Hubungan gender berbeda dari waktu ke waktu, dan berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat lain, akibat perbedaan suku, agama, status sosial maupun nilai (tradisi dan norma yang dianut).
KETIDAK-ADILAN ATAS DASAR GENDER :
Ketidakadilan gender merupakan bentuk perbedaan perlakuan berdasarkan gender, seperti pembatasan peran, dan penindasan terhadap hak-haknya.
Bentuk-bentuknya adalah sebagai berikut :
Marginalisasi (peminggiran) :
Peminggiran terjadi dengan adanya asumsi perempuan lebih tidak mampu melakukan pekerjaan formal dibanding laki-laki.
Subordinasi (penomorduaan):
Perempuan dianggap lemah, tidak mampu memimpin, cengeng dan lain sebagainya, mengakibatkan perempuan ditempatkan menjadi nomor dua setelah laki-laki
Stereotip (citra buruk) :
Pandangan buruk terhadap perempuan. Misalnya perempuan yang pulang larut malam adalah pelacur, jalang dan berbagai sebutan buruk lainnya. Anehnya perlakuan ini juga dilakukan oleh sebagian besar kaum perempuan terhadap kaumnya sendiri.
Violence (kekerasan), yaitu serangan fisik dan psikis.
Perempuan adalah pihak paling rentan mengalami kekerasan. Perkosaan, pelecehan seksual atau perampokan contoh kekerasan paling banyak dialami perempuan.
Sebagian perempuan juga mempunyai beban kerja berlebihan, yaitu tugas dan tanggung jawab perempuan yang berat dan terus menerus. Misalnya, seorang perempuan selain melayani suami, hamil, melahirkan, menyusui, juga harus menjaga rumah, dan mengurus anak-anak. Disamping itu, kadang ia juga ikut mencari nafkah.
1.C. APAKAH PEREMPUAN SUMBER DOSA?
* Kejadian 3:1-6
MANUSIA JATUH KE DALAM DOSA
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Sering kali perempuan (Hawa) dianggap sebagai biang keladi kejatuhan manusia dalam dosa. Jika demikian perempuan dianggap lebih bodoh daripada laki-laki, karena dengan mudah ditipu oleh ular. Ayat 1 mengatakan bahwa ular merupakan binatang yang paling cerdik.
Benarkah perempuan biang keladi terhadinya dosa mula-mula? Apakah Hawa itu manusia bodoh dan lemah sehingga gampang ditipu? Untuk menjawab pertanyaan ini timbul pertanyaan selanjutnya “di manakah laki-laki (Adam) saat perempuan (Hawa) sedang bercakap-cakap dengan ular?”.
Bukankah yang menerima amanat larangan memetik buah pengetahuan akan yang baik dan yang jahat adalah Adam (laki-laki)? Disini Adam (laki-laki) tidak menempatkan dirinya menjadi pengemban amanat Allah. Adam hanya pasif. Ketika perempuan itu menyodorkan buah petikannya kepada laki-laki, ia langsung memakannya tanpa bertanya ini-itu. Padahal laki-laki tahu persis bahwa itu dilarang.
Allah memberikan teguran dan kutuk kepada Adam :
* Kejadian 3:17
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
Dosa yang fatal yang menyebabkan Adam terusir hanya karena "telinga" yang salah mendengar dan tidak mengkonfirmasikan ulang.
Sebaliknya perempuan digambarkan berperan aktif. Ini sesuai dengan keberadaannya yang sepadan dengan laki-laki (Kejadian 2:18-25). Perempuan itu dikisahkan sedang berdiskusi secara serius dengan ular. Mereka saling berargumentasi. Yang namanya berargumentasi tentunya menggunakan otak. Maka perempuan bukanlah sebagai makhluk yang bodoh. Karena dalam hal ini laki-laki tidak tampak peranannya. Namun tindakan ini mengakibatkan kesalahan fatal, karena Hawa berjalan sendiri tanpa Adam.
Dilain pihak, Laki-laki dalam hal ini bersikap “pasif” Adam hanya menunggu makanan yang dipersiapkan oleh perempuan. Ketika Allah meminta pertanggungan-jawab laki-laki itu malahan melempar kesalahan kepada perempuan. Jadi sebenarnya siapakah yang salah? Di sini sebenarnya bukan persoalan siapa yang bodoh atau siapa yang salah dan siapa yang teledor, karena bagaimanapun laki-laki dan perempuan diciptakan sepadan. Allah menghukum manusia bukan karena kesalahan perempuan saja, tetapi kesalahan manusia laki-laki dan perempuan.
Keduanya bersalah.
1.D. BERKAT BAGI PEREMPUAN
Akibat dosa, manusia terpisah dari Allah. Namun selanjutnya kitab Kejadian menulis bahwa benih perempuan akan meremukkan kepala kepala ular, melalui Perempuan akan datang sang penebus dosa “Yesus Kristus”
* Kejadian 3:15
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Melalui perempuan, jalur perdamaian antara Allah dan manusia yang rusak akibat dosa dipulihkan dengan lahirnya Yesus Kristus.
Kaum perempuan sejak semula diciptakan untuk menerima tugas mulia sebagai pemeliara pertumbuhan (keturunan/ chain of life). Peran sebagai ibu adalah hal yang menakjubkan. Ibu dapat melahirkan dan membesarkan anak-anak. Peran Perempuan sebagai ibu telah masuk ke dalam “rekan sekerja” dengan Bapa kita di Surga untuk memberikan kasih dan pendidikan kepada kepada anak-anakNya yang juga merupakan pewaris kerajaan Surga ini.
Anak-anak yang dikaruniakan adalah berkat dari surga. Dengan demikian seorang ibu melahirkan umat-umat Allah dan dalam pertumbuhan mereka di dunia ini, mereka ada dalam tanggung jawab seorang ibu. Bukankah ini tugas mulia?
Sebagai rekan kerja Allah Bapa disurga, perempuan mempunyai tugas khusus mendidik anak-anaknya sejak kecil :
* Amsal 22:6
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Pepatah bijak lainnya mengatakan, "Jika rantingnya bengkok, maka pohonnya pun menyusut"
Ajarlah anak-anak sejak mereka masih kecil, dan jangan pernah menyerah. Sepanjang mereka berada di rumah, biarkan mereka menjadi perhatian utama. Ajarlah mereka untuk mencari teman-teman yang baik. Mereka akan memiliki teman- teman yang baik dan tidak baik. Melalui pegaulan antar-teman mereka akan membuat perbedaan yang cepat dalam kehidupan mereka. Adalah penting agar mereka mengembangkan suatu sikap toleransi terhadap semua orang, tetapi yang lebih penting adalah mereka dapat berkumpul di sekitar orang- orang yang baik yang akan mendatangkan kebaikan bagi mereka. Kalau tidak mereka dapat tercemar oleh cara-cara teman mereka.
Ketika anak-anak beranjak remaja-dewasa, ini adalah hal yang cukup sulit bagi para orang tua untuk mendidik mereka, sebab ada banyak hal yang dianggap sebagai tren gaul, padahal dampaknya buruk sekali contohnya : pergaulan bebas, begadang, mentato tubuh, minuman keras, narkoba dan seks bebas dan sebagainya. Ajari mereka untuk menghormati tubuh mereka. Bahwa tubuh kita adalah Bait Allah yang kudus.
* 1 Korintus 3:16-17
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu"
Ajarlah mereka untuk menjadi manusia yang baik. Ajarlah remaja putra kita untuk menghormati remaja putri sebagai para putri Allah. Ajari para putri Anda untuk menghargai remaja putra, karena anak-anak lelaki yang memegang imamat, adalah anak-anak lelaki yang hendaknya dan harus menentang kejahatan- kejahatan yang dunia yang tidak berarti.
Ajarlah mereka untuk berdoa. Tidak seorang pun di antara kita cukup bijak untuk melakukannya sendiri. Kita memerlukan pertolongan, kebijaksanaan, bimbingan dari Roh Kudus dalam mengambil keputusan-keputusan yang amat penting dalam kehidupan kita. Tidak ada yang dapat menggantikan doa. Tidak ada sumber yang lebih besar dari kekuatan Tuhan.
Perempuan bersama Laki-laki tentunya (ayah-ibu) bersama-sama memegang sebuah mandat dari Tuhan untuk menyediakan pembelajaran terhadap anak-anak yang dilahirkan. Hal itu akan memberkati kehidupan mereka sekarang dan di tahun- tahun yang akan datang. Apabila kita semua melaksanakan tugas mulia ini maka kita dapat menyatakan dengan rasa syukur sebagaimana yang dilakukan Yohanes :
* 3 Yohanes 1:4
Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.
BAB II. PEREMPUAN & KELUARGA
2.A. PERAN IBU DALAM RUMAH-TANGGA
Ibu adalah salah satu tonggak penting dalam keluarga. Sejak awal penciptaan manusia, Hawa melengkapi kebutuhan Adam. Ia melengkapi kebutuhan emosi, intelektual, dan sosial Adam. Kekosongan dalam diri laki-laki diisi oleh peran perempuan, demikian sebaliknya. Itulah yang menjadi dasar suatu pernikahan.
Didalam Alkitab tidak pernah disebutkan bahwa perempuan adalah makhluk ciptaan kelas dua dan menurut pandangan kristiani, perempuan mempunyai martabat yang setara dengan laki-laki.
Tetapi dalam kehidupan berkeluarga Firman Allah mengajar kepada kita demikian :
* Efesus 5:22-33
KASIH KRISTUS ADALAH DASAR HIDUP SUAMI-ISTERI
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
Dr. Wayne Grudem, seorang profesor yang cukup terkenal saat ini mengatakan: “Penundukan seorang isteri kepada suaminya bukanlah penundukan yang membabi-buta melainkan penundukan yang menjadi naturnya dia untuk mau takut dan taat kepada Kristus.”
Konsep tunduk yang dijabarkan oleh Rasul Paulus itu adalah:
2.A. 1. TUNDUK KEPADA ALLAH ( Efesus 5: 22)
Penundukan yang bukan karena dipaksakan melainkan penundukan dari spiritual. Tunduk bukanlah hal yang mudah. Setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk memberontak, ingin berkuasa dan menentukan tujuan hidup sendiri. Namun salah satu kunci rahasia kebahagiaan kehidupan adalah dengan mengizinkan Allah menjadi Tuhan dalam kehidupan kita.
* Markus 12:30
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
* Uangan 6:24
TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.
* Wahyu 14:7
dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."
Bila hal ini dilakukan maka seorang istri akan merasa mudah tunduk kepada suami, sebagaimana seharusnya dalam Tuhan.
* Kolose 3:18-19,
3:18. Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.
3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
2.A.2. TUNDUK KEPADA SUAMI ( Efesus 5: 22)
Seorang istri yang tunduk kepada suami tidak berarti mencampakkan kecerdasan, ketrampilan, dan segala potensi yang dimiliki oleh seorang istri. Seorang suami atau istri jika tidak menjalankan fungsinya sesuai dengan perintah Allah, akan menghadapi kesulitan dalam kehidupan rumah tangganya.
* 1 Korintus 11:3
11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
Seorang isteri yang sejati harus kembali kepada fungsinya yang sejati serta memiliki kerelaan untuk taat kepada Allah. Ketika ia mulai mau menundukkan diri kepada Kristus sebagai pusat kehidupannya maka itu akan memunculkan sikap penundukan kepada suaminya dan kondisi kenaturalan kewanitaan itu disebut Womanhood. Konsep ini sudah muncul sejak di jaman Abraham, dimana Sarah begitu tunduk kepada Abraham dan memanggil suaminya sebagai tuannya.
Seorang istri harus menghormati suaminya sekalipun ia tidak layak menerimanya. Dalam Petrus 3:1-6, Petrus menekankan agar para istri menghargai dan tunduk kepada suami mereka yang "tidak taat kepada Firman" (ayat 1). Hal ini kedengarannya tidak masuk akal tetapi Petrus menambahkan bahwa suami yang demikian ini bisa dimenangkan oleh kelakuan istrinya yang saleh.
* 1 Petrus 3:1-6
HIDUP BERSAMA SUAMI-ISTERI
3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.
3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Tunduk disini adalah tunduk yang tidak mengorbankan iman Kristen dan ketaatan kepada Firman Tuhan dan kesetiaan kepada Kristus. Dalam hal ini istri bisa menolak ajakan atau perintah suami apabila ajakan atau perintah tersebut bertentangan dengan Firman Tuhan dan merusak kesetiaan kepada Kristus. Harus diingat, walaupun sudah seorang perempuan telah menjadi istri seorang seorang laki-laki, namum tetaplah perempuan itu sebagai “hamba Allah”
* 1 Korintus 7:23
Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.
* 1 Petrus 2:16
Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
Ketika seorang wanita bisa memposisikan dirinya secara tepat terhadap suaminya, itu justru membangun satu kebahagiaan di dalam keluarga. Dan disini bagaimana seorang wanita menampilkan, menyatakan dan memproses diri, taat dan berpusat pada Kristus yang direfleksikan kepada suaminya.
Konsep tunduk seorang istri bukan berarti tunduk secara pasif (semua beban dilempar kepada suami) karena itu merupakan satu bentuk dari pemberontakan, tetapi tunduk aktif dengan memberikan ide dalam mencari pemikiran, yang dipikirkan dari sudut pemikiran suami. Ketika sang suami sedang memikirkan suatu gagasan/masalah, bagaimana sang istri memberikan input yang terbaik buat suaminya, sehingga suaminya dapat mengaktualisasikan apa yang ia gumulkan. Sehingga peran istri disini mengisi, khususnya bagian-bagian detail yang tidak terpikirkan oleh suami.
Seorang pria cenderung untuk berpikir secara global, oleh sebab itu seorang istri harus mempunyai ketajaman analisa alternatif, kesulitan dan dampak yang lain yang akan dihasilkan dari pergumulan tersebut. Dan itu menjadikan seorang isteri support kepada apa yang suaminya inginkan secara positif.
Memang kita akan melihat bahwa suami yang memutuskan tetapi dibelakangnya ada isteri yang memberikan pertimbangan terbaik bagi keputusan tersebut. Didalam otobiografi tokoh-tokoh penting di dunia akan kita dapati bahwa keputusan-keputusan tersebut terjadi karena mereka memiliki istri yang sangat mendukung, namun sebaliknya dibalik para penjahat yang hebat juga terdapat isteri yang sangat merusak. Sehingga kita sekarang mengetahui bagaimana posisi seorang isteri akan sangat berpengaruh bagi suaminya. Seperti Sarah yang selalu memberikan input, dan dukungan didalam Abraham menjalankan ide dan pelayanannya, dan ia tidak pernah menghalangi apa yang menjadi garis perjalanan dan tugas Abraham.
2.A.3. MENGASIHI KELUARGA
* Titus 2:4
2:4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,
Seorang ibu harus mengutamakan keluarganya. Jika seorang ibu terlalu dibebani oleh tekanan ekonomi sementara peluangnya untuk karier terbuka lebar, maka ia dengan mudah akan mengabaikan keluarganya. Namun seorang ibu yang bijaksana haruslah dapat meluangkan waktu dan menyimpan energi untuk keluarganya. Perlu diingat bahwa salah satu karakteristik dari keluarga yang berhasil adalah daya tarik cinta kasih seorang ibu. Kasih ini tak dapat digantikan oleh siapapun.
Dalam mengurus rumah tangganya, Seorang ibu akan menunjukkan teladan tentang penguasaan diri, kebaikan, dan kekudusan dalam pikiran serta hati (Titus 2:5)
* Titus 2:5
2:5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.
Hal-hal tersebut tidaklah mudah dilaksakan. Namun hal itu akan dapat terwujud jika kita memelihara hubungan dengan Allah melalui aktivitas-aktivitas seperti doa, pembacaan Alkitab, dan menerima pengajaran Alkitab yang benar.
Keindahan seorang istri bukan dari dandanan/ keindahan lahiriah yang tampak diluar saja. Alkitab banyak mengajarkan bagaimana seorang perempuan dapat menjadi seorang perempuan yang sejati.
2.B. PERAN SUAMI DALAM RUMAH-TANGGA
Keluarga harus mencerminkan prinsip Kerajaan Allah. Bila cermin pemerintahan Allah ada dalam suatu rumah tanggga, berarti Yesus ada di atas suami. Dalam hal ini wewenang yang dimiliki suami bukan wewenang untuk digunakan semena-mena. Tetapi wewenang yang dibungkus dengan kasih Kristus demi kemuliaan Allah dan tegaknya rumah tangga Allah atau pemerintahan Allah dalam keluarga. Untuk ini seorang suami harus menjadi imam. Dalam hal ini harus ditegaskan bahwa hubungan suami istri dapat menjadi lambang hubungan Kristus dengan jemaat (Efesus 5:32).
Allah menentukan suami harus menjadi imam dalam keluarga. Seperti Kristus berkorban untuk jemaat, demikian pula suami harus berkorban bagi keluarga. Hal ini juga ditegaskan oleh Allah Bapa dalam Kejadian 3:19, bahwa manusia (laki-laki) akan berpeluh dalam mencari nafkah. Sebagai “penolong”, istri dapat membantu suami mempertahankan ekonomi keluarga, tetapi suami tidak boleh menjadikan istri “sapi perahan” guna menunjang kebutuhan keluarga.
Dalam Efesus 5:25, disebutkan bahwa suami harus mengasihi istri seperti “Kristus mengasihi jemaat”. Dalam hal ini, suami harus melihat kasih Kristus sebagai prototype atau teladan kasih yang harus dikenakan terhadap istri. Untuk itu kita harus mengerti tempat Kristus bagi jemaat. Kristus adalah kepala atau pemimpin yang memimpin kepada kebenaran
* Ibrani 12:1-5
NASIHAT SUPAYA BERTEKUN DALAM IMAN
12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
12:4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
Ini berarti supremasi suami terhadap istri bukanlah kewenangan untuk berlaku sewenang-wenang, tetapi memimpin istri kepada kebenaran. Dalam hal ini suami harus menjadi teladan iman dan pemimpin rohani dalam keluarga. Suami sebagai kepala istri maksudnya adalah bahwa suami harus menjadi terdahulu dalam membawa anggota keluarga termasuk istrinya kepada Tuhan. Jadi kewenangan suami diatas istri bukanlah alat untuk memperalat atau memanfaatkan istri guna pelampiasan keinginan pribadi, sebab bila hal ini terjadi, maka hubungan suami istri sudah menjadi sebuah “perbudakan”. Idealnya suami harus mampu menjadi “gembala sidang keluarga”.
2.C. ISTRI YANG DOMINAN
Tidak jarang kita jumpai ada keluarga dimana Suami tidak ditempatkan sebagai “kepala” atau sebagai “imam” dalam keluarga. Seorang Istri bisa menjadi sangat dominan penentu keputusan dalam keluarga. Ini banyak terjadi ketika si istri mempunyai karir lebih hebat, punya kemampuan intelektual lebih dari sang suami. Atau mungkin karena sang istri memang mempunyai sifat “dominan”.
Sikap istri yang terlalu dominan membawa suasana rumah-tangga menjadi tidak sehat. Lazimnya memang laki-laki yang memegang kendali keluarga (sesuai Firman Allah). Sikap dominan istri akan menimbulkan konflik bagi jiwa si suami dan anak-anaknya. Mungkin konflik ini kadang tidak terlihat nyata karena mungkin sang suami tidak mempermasalahkan bahwa istri yang memegang “perintah”. Tetapi ini tetap saja akan menjadi suatu konflik sebab “nature” laki-laki adalah diciptakan untuk menjadi “imam”.
Hakekat perempuan sejak semula diciptakan adalah sebagai “penolong yang sepadan” bukan untuk menguasai suami, janganlah menuntut yang berlebihan akan merusak seluruh tatanan kehidupan
* Roma 12:3
Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
Hirarkhi yang benar adalah :
* 1 Korintus 11:3
Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
Sekalipun pria menjadi kepala, ini bukan berarti istri tunduk membabi buta. Tetapi istri tetap harus tunduk sejauh mana keputusannya tidak melenceng dari Firman Allah
Memang kadang-kadang kita jumpai ada ketimpangan diantara suami-istri. Sang istri mungkin jauh lebih pandai, lebih pintar mencari uang, lebih cakap dan sebagainya. Apabila suami “memiliki kekurangan”, maka sebaiknya istri lebih banyak bisa menopang suaminya dalam kasih dan doa. Sebab istri akan memiliki kepekaan yang lebih atau waktu yang lebih untuk perkara-perkara rumah-tangga. Namun apabila istri memiliki “kekurangan” dibanding suami, maka sang suami akan menjadi pelindung yang penuh kasih.
Dalam keluarga kehidupan “doa” sangat penting, seorang istri yang suka berdoa dan bersekutu dengan Allah dan menjadikan hal itu sebagai gaya hidupnya, dengan sendirinya akan bersikap “taat dan kasih” terhadap suaminya. Karena ketika kita bersekutu dengan Allah, kita ditempatkan sebagai “murid dan anak-anak Allah” yang mencintai kedamaian.
2.D. KETURUNAN DALAM KELUARGA
Dalam masyarakat kita, masih ada faham “keluarga belumlah lengkap atau sempurna, apabila belum mendapatkan anak laki-laki”. Sekalipun keluarga tersebut sudah dikaruniai lebih dari dua anak perempuan, mereka masih berusaha keras mendapatkan anak laki-laki. Dalam hal ini sepertinya kita menganggap anak-anak perempuan bukanlah anugerah Allah yang istimewa. Tidak jarang juga keluarga ini kemudian menempuh cara “artifisial medis” untuk mendapatkan anak laki-laki.
2.E. PROFESI IBU RUMAH TANGGA
Syukur bahwa sudah menjadi hal yang lazim, perempuan Indonesia mengenyam pendidikan tinggi. Tidak jarang perempuan menjadi peraih nilai terbaik di kelasnya. Setelah mendapat derajat sarjana para perempuan terjun di dunia kerja. Cukup banyak perempuan yang menjadi tenaga andalan perusahaan atau lembaga pemerintah. Akan tetapi ketika tiba giliran ia menikah dan mempunyai anak-anak, banyak diantara mereka yang akhirnya memilih menjadi ibu rumah tangga.
Menjadi ibu rumah tangga, itu juga merupakan “profesi mulia”, saya tidak pernah meremehkan profesi ini. Secara kodrati perempuan lebih unggul dalam kehidupan sebagai pemelihara keluarga. Ketika Perempuan memutuskan dirinya untuk menjadi “ibu rumah tangga” dalam artian tidak ada paksaan dari suami. Disinilah tercermin sebuah “pengorbanan” dari pihak perempuan yang komit terhadap keluarganya dan melepaskan kegiatan diluar rumah dan memberikan semua waktunya untuk suami dan anak-anak. Namun sayang, banyak tokoh-tokoh perempuan tidak mau mengakui “pekerjaan ibu rumah tangga sebagai profesi” dan menganggap profesi ini adalah “inferior” atau pelecehan terhadap kemampuan intelektualitas perempuan.
Ibu rumah tangga bukanlah profesi inferior!. Dalam mendidik anak dalam keluarga juga diperlukan intelektualitas, maka faham yang mengatakan “buat apa sekolah tinggi-tinggi, jika akhirnya diam dirumah menjadi ibu rumah tangga” itu salah besar. Rumah adalah pusat pendidikan bagi anak-anak kita, rumah adalah pusat pelatihan etika dan intelektualitas bagi anak-anak. Siapakah yang mengajari anak-anak kita misalnya mengucapkan “terima-kasih” saat menerima sesuatu dari seseorang. Tentu peran seorang ibu yang memberikan andil besar dalam pendidikan dasar ini, bukan?. Maka sangatlah penting sebuah pendidikan dan intelektualitas yang dimiliki oleh seorang ibu sebagai modal mendidik anak-anaknya nanti.
Jangan pernah dilupakan peran perempuan sebagai ibu telah masuk ke dalam “rekan sekerja” dengan Bapa kita di Surga untuk memberikan kasih dan pendidikan/ pengajaran kepada kepada anak-anak yang semuanya adalah umat Allah sebagai pewaris kerajaan Surga.
Besarnya peran perempuan sebagai ibu dalam rumah tangga tergambar dalam kutipan berikut :
• Jantung masyarakat dan jantung suatu bangsa ialah rumah tangga.
• Kesejahteraan masyarakat, kemajuan jemaat, kemakmuran bangsa tergantung atas pengaruh-pengaruh rumah tangga.
• Rumah haruslah menjadi tempat yang paling menarik kepada anak-anak dalam dunia ini
• Kehadiran ibu haruslah menjadi penarikan yang paling besar di keluarganya.
• Kesejahteraan masyarakat, kemajuan jemaat dan kemakmuran bangsa sangat tergantung pada seorang ibu.
Menjadi ibu rumah tangga, tanggung jawabnya adalah tanpa batas waktu. Dari generasi ke generasi. Karena apa yang sekarang diajarkan oleh seorang ibu kepada anak-anaknya, hal itu juga yang akan diturunkan kepada generasi-generasi selanjutnya.
Layaknya seorang presiden, seorang ibu juga bertanggung jawab atas masa depan suatu Bangsa dan masyarakat. Dengan demikian menjadi seorang ibu rumah tangga sama penting artinya dengan menjadi seorang presiden di suatu negara.
2.F. KONFLIK DAN MASALAH DALAM KELUARGA
Tidak ada keluarga tanpa konflik dan masalah. Konflik dan masalah hanya akan berhenti di saat seseorang meninggal dunia. Artinya selama kita hidup pasti mengalami masalah. Persoalan utamanya adalah bisa atau tidaknya kita mengatasi masalah tersebut. Karena kita bertumbuh atau tidak hanya ditentukan oleh faktor tersebut. Seseorang diukur kedewasaannya ketika dia mampu mengatasi konflik-konflik yang dihadapi. Semakin kita dapat mengatasi konflik, semakin menentukan pertumbuhan kita untuk menjadi sekarakter dengan Kristus.
Masalah akan bertumbuh hebat ketika masing-masing anggota keluarga terlalu menuntut satu-sama lain menjadi sosok sempurna seperti keinginannya. Menuntut seseorang menjadi sempurna seperti yang kita idolakan tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik yang sesuai dengan kemauan kita, sebaliknya kita akan semakin frustrasi ketika apa yang kita harapkan itu tidak kunjung tiba.
“There is no perfect life” kata orang bijak, agaknya pengertian ini sangat tepat. Kehidupan sempurna hanya akan kita terima saat kita kembali ke Rumah Bapa hidup bersama-sama dengan Allah dalam tubuh kemuliaan. Selama kita di dunia ini akibat dari dosa warisan sejak zaman Adam, kita tidak akan menemukan kehidupan yang benar-benar sempurna. Tidak ada manusia yang sempurna!
Rakyat Amerika walaupun terkenal dengan kehidupan seks bebas, tetapi selalu menuntut presiden-nya “immune” dari dosa susila. Kita semua tahu dari kasus-kasus Presiden Clinton, yang akhirnya kita ditemukan kepada suatu konklusi bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Demikian juga dalam keluarga, sehebat apapun kata orang tentang kesempurnaan keluarga itu, akan selalu ditemukan ada “hal yang tidak beres” yang pernah terjadi atau yang sedang terjadi.
Lalu bagaimana mengatasi konflik/ masalah dalam keluarga? Yang pertama adalah "Mencegah Konflik/ masalah", dan yang kedua adalah "Mengatasi/ mengobati Konflik/ masalah". Pada dasarnya mencegah tentulah lebih baik daripada mengobati.
Konflik dan masalah bisa terjadi ketika masing-masing tidak menjadi pendengar yang baik, saat pasangannya berkeluh kesah. Ketika salah satu pihak tidak mengargai pembicaraan dalam suatu dialog. Konflik di antara suami istri adalah merupakan target iblis. Waktu suami istri konflik, iblis pun bertepuk tangan, suami istri harus meenyadari hal ini dan saling mengingatkan. Jangan serang pasangan (jangan saling melukai) tetapi utarakan perasaan. Perasaan yang kita utarakan adalah netral.
Kalau anda punya problem dalam mengutarakan perasaan secara lisan, lakukan secara tertulis (surat cinta). Kadang-kadang kalau sudah lama menjadi suami-istri, masing-masing akan merasa “risi/ enggan” untuk melakukan ini. Namun cara ini kadang bisa menghasilkan hal yang baik.
Buat komitmen ajaklah keluargamu "berdoa bersama" (berpegangan-tangan) ketika sudah sulit berkomunikasi. Ini cara yang sangat baik dimana masing-masing mencari kehendak Tuhan, dan bukan memaksakan keinginan pribadinya (egois). Kehendak dan kepentingan Tuhan ditempatkan di tempat yang utama.
* 1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Pengungkapan kasih secara verbal dan tindakan fisik sangatlah penting dalam berkeluarga; mengatakan “aku mengasihimu/ I love you” atau memeluk dan memegang tangan adalah suatu pengungkapan perasaan yang sederhana sekali. Namun sayang hal yang mudah ini sering terlupakan untuk dilakukan. Sehingga kemudian sebuah keluarga mudah jatuh dalam suatu konflik.
* 1 Yohanes 4:7-8
4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
BAB III. PEREMPUAN & MASYARAKAT
3.1. PEREMPUAN YANG CANTIK
Dalam stereotip masyarakat kita, masih menuntut bahwa perempuan harus selalu tampil cantik, sehingga subur sekali sekali lahan-lahan produk-produk kecantikan, dan fasion. Sungguh mujur para perempuan yang terlahir cantik, berbahagialah atas anugerah ini. Menjadi cantik dan menarik mungkin menyebabkan perempuan lebih mudah mendapatkan pasangan, pujian, atau bahkan pekerjaan.
Tetapi apakah kecantikan fisik selalu berakibat baik? Malah kita melihat banyak perempuan yang memang aslinya sudah cantik mempunyai tekanan yang lebih besar daripada perempuan yang kurang, atau tidak cantik. Mengapa? Mereka sering mengalami tekanan untuk mempertahankan kecantikannya, tekanan karena takut tua, takut menjadi gemuk sehingga menyiksa diri dengan sangat membatasi nutrisi yang dimakan, atau tekanan karena “she is just simply beautiful”. Kadang kadang seorang yang cantik itu mempunyai tekanan, bahwa kecantikannya itu akan menjadi sasaran pelecehan seksual.
Membicarakan kecantikan tidak akan ada habis-habisnya. Masalah kecantikan selalu menjadi salah satu hal yang terpenting tentang perempuan. Banyak orang setuju dan berpendapat bahwa kecantikan lahiriah itu tidak penting, karena ada kecantikan lain yang bernama “inner beauty”. Tetapi ada pihak yang berpendapat bahwa kecantikan lahiriah itu memang penting, karena bagaimana pun wajah adalah hal yang pertama dilihat dan diingat dalam interaksi dengan orang lain.
Paulus memberikan nasehat kepada kaum perempuan :
* 1 Timotius 2:9-10
2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,
2:10 tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.
Konsep kecantikan tidak selalu mengarah kepada kecantikan fisik. perempuan harus mengasah berbagai potensi yang dipunyai didalam dirinya, baik itu fisik, emosional, maupun spiritual, agar menjadi suatu keutuhan yang menciptakan individu yang solid.
* Amsal 31:10,30
31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
31:30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Berikut ini adalah tips tampil cantik dari Salomo :
* Amsal 15:13
Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.
* Amsal 15:30
Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati, dan kabar yang baik menyegarkan tulang.
Sikap yang cantik dari seorang perempuan dari tercermin dari sikapnya yang rendah hati :
* Efesus 4:2
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Selanjutnya kecantikan perempuan dinilai dari tutur katanya :
* Amsal 15:4
“Lidah lembut adalah pohon kehidupan, …”
Amsal 15:1
“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,..”
Perempuan adalah ciptaan istimewa, mempunyai unsur-unsur keindahan, buktikanlah itu. Jadilah perempuan yang layak dihargai dan dicintai.
3.2. PEREMPUAN YANG PINTAR
Didalam masyarakat kaum perempuan membuktikan bahwa mereka mempunyai intelektualitas yang setara dengan laki-laki. Saat saya sekolah di tiap-tiap akhir tahun pengajaran, juara kelas kebanyakan diraih oleh anak-anak perempuan. Dan mungkin sampai sekarang banyak anak-anak perempuan yang menjadi juara kelas.
Dalam pendidikan para orang tua pada masyarakat kita secara umum tidak pernah membeda-bedakan pendidikan bagi anak laki-laki dan perempuan. Mereka mempunyai jatah pendidikan formal yang sama.
Tetapi kecerdasan tidak boleh dipandang dari segi intelektual saja namun juga dipandang dari segi emosional (IQ-EQ). Perempuan lebih mempunyai spesifikasi perasaan yang halus. Kesabaran adalah kunci kecerdasan emosional.
Emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia ketika dia mengambil keputusan. Tidak jarang suatu keputusan diambil melalui emosinya. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil murni dari permikiran rasio saja, karena seluruh keputusan manusia memiliki warna emosional.
Kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan ini, ternyata keputusannya lebih banyak ditentukan oleh emosi daripada akal sehat. Emosi yang begitu penting itu sudah lama ditinggalkan oleh para peneliti padahal kepada emosi itulah bergantung suka, duka, sengsara, dan bahagianya manusia. Bukan kepada rasio semata. Maka antara kecerdasan otak dan kecerdasan emosi harus berimbang.
Hal-hal yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah rasio saja tetapi emosi. Penelitian di Amerika menghasilkan sebuah situasi yang disebut dengan “when smart is dumb, ketika orang cerdas jadi bodoh”. Ditemukan bahwa orang Amerika yang memiliki kecerdasan atau IQ di atas 125 umumnya bekerja kepada orang yang memiliki kecerdasan rata-rata 100. Artinya, orang yang cerdas umumnya menjadi pegawai kepada orang yang lebih bodoh dari dia. Jarang sekali orang yang cerdas secara intelektual sukses dalam kehidupan. Malahan orang-orang biasalah yang sukses dalam kehidupan.
Lalu apa yang menentukan sukses? Bukan kecerdasan intelektual tapi kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri.
Jadilah perempuan-perempuan yang sabar. Orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi dalam kecerdasan emosionalnya. Seorang penyabar biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan. Ketika belajar/bekerja/ mengurus sesuatu mereka akan tekun. Ketika menghadapi masalah mereka akan menyelesaikannya dengan hati yang sabar dan kepala yang dingin. Orang-orang yang demikian akan selalu berhasil mengatasi berbagai gangguan karena mereka tidak selalu memanjakan emosinya. Dengan demikian mereka dapat mengendalikan emosinya.
* Yakobus 1:4
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
3.3. PEREMPUAN YANG BIJAK
Perempuan yang bijak mementingkan kecantikan yang abadi. Perempuan yang bijak memfungsikan dirinya sebagai “penolong”, itu sangat mulia. Perempuan bijak selalu berkata-kata penuh hikmat, kata-kata yang bijak mungkin singkat dan mudah diucapkan tetapi gemanya tiada henti :
* Amsal 31:26
Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.
* Amsal 4:7
Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.
* Amsal 16:24
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
Kita semua tahu siapa Hillary Clinton, dia menjadi sosok utama keberasilan suaminya menjadi presiden. Bahkan saat kampanye Clinton berkata (bercanda tapi mungkin juga serius) “jika anda memilih saya, anda akan mendapat 2 presiden” maksudnya Hillary adalah perempuan yang “cakap” dan berperan banyak dalam keberhasilannya. Dan itu terbukti, ketika Clinton dilanda “kasus” yang sensitif, Hillary tampil sebagai pendamping yang setia, tidak peduli mungkin kasus suaminya itu sungguh menyakitkan hatinya. Dan Clinton pun selamat dari kasus yang menimpanya. Selanjutnya ketika Clinton sudah tidak menjabat presiden lagi Hillary tetap maju dalam dunia politik dan menjadi senator. Ini adalah cerminan perempuan pintar dan cakap tetapi tetap sebagai “penolong” yang setia.
Dalam catatan Alkitab, peran wanita banyak dikaitkan dengan usaha penyelematan, contohnya dari suatu malapetaka, penyakit, kelaparan, kematian, rasa malu, dosa, dlsb. Wanita adalah PENYELAMAT. Marilah kita lihat berbagai contoh tokoh wanita didalam Alkitab :
1. RUT
Menjadi penyelamat keturunan
* Rut 1:16
Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
Alkitab mencatat bahwa Rut adalah nenek buyut dari raja Daud dan nenek moyang dari Yesus. Rut 4:21-22, Matius 1:5-16.
2. GADIS PELAYAN ISTRI NAAMAN
Menjadi penyelamat tuannya dari penyakit.
* 2 Raja-raja 5:3,14
5:3 Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.
3. ESTER
Karena pembelaannya, ia menjadi penyelamat sebuah bangsa
* Ester 7:3-4
7:3 Maka jawab Ester, sang ratu: "Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba.
7:4 Karena kami, hamba serta bangsa hamba, telah terjual untuk dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan. Jikalau seandainya kami hanya dijual sebagai budak laki-laki dan perempuan, niscaya hamba akan berdiam diri, tetapi malapetaka ini tiada taranya di antara bencana yang menimpa raja."
4. ABIGAIL
Kebijaksanaannya, menjadi penyelamat suaminya dari kematian.
* 1 Samuel 25:3,32-33
25:3 Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb.
25:32 Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini;
25:33 terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.
5. MARIA IBU YESUS
Ketaatannya mengikuti rencana Tuhan telah melahirkan Juru Selamat manusia dari dosa. Maria menjadi simbol dari ketaatan/ simbol Gereja yang taat.
* Matius 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Salomo menuliskan : Isteri yang cakap - menjadi penyelamat bagi seisi rumahnya anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia:
* Amsal 31:10-28
PUJI-PUJIAN UNTUK ISTRI YANG CAKAP
31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
31:11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
31:13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.
31:14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.
31:15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.
31:16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.
31:17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.
31:18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.
31:19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.
31:20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.
31:21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.
31:22 Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.
31:23 Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.
31:24 Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.
31:25 Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.
31:26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.
31:27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.
31:28 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia:
Menjadi pribadi yang bijak, akan membuat keluarga menjadi bahagia, dan menjadi pujian bagi setiap yang melihatnya sehingga ucapan ini sungguh layak :
* Amsal 31:29
Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.
3.5. PEREMPUAN PERUSAK
Ada banyak perkataan sumbang tentang perempuan, karena kadang-kadang ada bahkan mungkin banyak perempuan yang menjadi faktor yang dapat menjatuhkan seorang laki-laki. Banyak juga nada-nada sumbang yang diberikan ketika seorang perempuan tidak menempatkan dirinya sebagai partner laki-laki, sebagai penolong yang setia. Sebaliknya apabila penciptaan perempuan hanya sekedar alat "biang kerok" dan provokator maka dapat dipastikan Allah tidak pernah menciptakan Hawa untuk Adam. Allah menciptakan perempuan untuk sesuatu yang berharga untuk turut bersama menggenapi rencana Allah dalam kehidupan kaum laki-laki.
Selanjutnya tulisan ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan derajat perempuan tetapi sekilas mengupas kegagalan wanita dalam Alkitab yang merusak seluruh tatanan kehidupan. Melainkan agar kita tidak jatuh dalam dosa yang sama yang pernah dilakukan oleh para pendahulunya melainkan berbalik dan membuat keberhasilan yang menakjubkan.
Berikut ini type-type perempuan perusak dalam kacamata Alkitab, melalui kebenaran ini dimaksudkan agar setiap kita tidak jatuh dalam dosa yang sama yang membawa keluarga dan pelayanan dalam kerusakan yang fatal.
1. TYPE HAWA – ANDIL DALAM PERBUATAN DOSA
Kenyataan dalam Alkitab bahwa "Hawa" memberikan andil yang menyebabkan manusia jatuh dalam dosa. Sebenarnya Allah tidak pernah memiliki rencana bagi kaum wanita sebagai salah satu pemberontakan di Taman Eden. Namun demikian Allah mengetahui bahwa wanita memiliki kemampuan pemberontak dan mengajak suaminya terjerumus dalam dosa mula-mula yang dampaknya terjadi sampai sekarang.
2. TYPE SARAH – MENJERUMUSKAN IMAN ABRAHAM
Ketika Abraham tidak sabar menanti janji tentang lahirnya anak perjanjian, maka "Bapa orang beriman" ini goyah atas saran dari Sarah. Akibat dari Abraham mendengar nasehat dari Sarah ini, lahir kekacauan 2 agama besar dunia dan pertentangan antar bangsa. Islam vs Kristen dan Israel vs palestina (Arab).
* Kejadian 16:2
Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
3. TYPE ISTRI LOT – CINTA HARTA DUNIA
Istri Lot lebih mementingkan harta daripada keselamatan
* Kejadian 19:26
Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
4. DELILA – MENGGUNAKAN KECANTIKANNYA UNTUK MENIPU
* Hakim-hakim 16:6
Lalu berkatalah Delila kepada Simson: "Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar, dan dengan apakah engkau harus diikat untuk ditundukkan?"
* Hakim-hakim 16:16-20
16:16 Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya.
16:17 Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: "Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain."
16:18 Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: "Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku." Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu.
16:19 Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.
16:20 Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.
5. ISTERI-ISTERI SALOMO – MENJERUMUSKAN RAJA PALING BIJAKSANA DI DUNIA
* 1 Raja-raja 10:23
Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat.
* 1 Raja-raja 11:4,6
11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dengan menyembah illah-illah lain
6. TYPE IZEBEL – ISTRI YANG DOMINAN
Wanita yang berdarah dingin ini mengikuti pola Bapaknya yakni penyembahan berhala. Tidak peduli suaminya adalah Raja Ahab yang seharusnya beribadah kepada Allah, dibelokkanya kedalam penyembahan berhala "tradisi" dari orang tuanya. Type Izebel adalah type seorang Istri yang mendominasi suaminya
* 1 Raja-raja 16:31
Seakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya.
Bahkan ia lebih mendominasi setiap keputusan dari suaminya adalah keputusannya. Ia rela membantai nabi-nabi Tuhan untuk melampiaskan ambisinya
* 1 Raja-raja 18:4
Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka.
Kasus yang paling menonjol kegagalan Ahab adalah dalam kasus Nabot,
* 1 Raja-raja 21:7
Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu."
Masih banyak keputusan-keputusan Isebel yang mempengaruhi suaminya sehingga menyusahkan umat Alla, dan celakanya Ahab tidak berkutik ketika istrinya sudah bicara.
7. TYPE ISTRI AYUB – ISTRI YANG CEREWET
Isteri Ayub dalam kesusahan, meninggalkan Allah. Mungkin istri Ayub inilah yang paling tepat menggenapi peribahasa, ada uang abang sayang, tidak ada uang abang ditendang!
Ayub 2:9.
"Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"
Bagaimana seorang suami bisa hidup tenteram dengan type perempuan yang hanya suka mengkritik. Amsal berkata :
* Amsal 21:9
Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.
Rata-rata pertengkaran rumah tangga disebabkan oleh perkataan yang merusak perasaan pasangannya, Amsal menulis tentang Perempuan yang suka merusak dengan menggunakan mulutnya.
* Amsal 9:13
Perempuan bebal cerewet, sangat tidak berpengalaman ia, dan tidak tahu malu.
8. HERODIAS & ANAK PEREMPUANNYA - MEMBUNUH
Atas dendamnya kepada Yohanes Pembabtis, mereka sepakat melakukan pembunuhan
* Markus 6:19
Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
* Markus 6:22-28
6:22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
6:23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
6:24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
6:25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
6:26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
6:27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
6:28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
9. TYPE IBU YAKOBUS & YOHANES – KKN
BerKolusi dan Nepotisme (KKN), berharap kedekatan anak-anaknya dengan Yesus supaya mendapatkan posisi lebih.
* Matius 20:21.
"Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam kerajaanMu, yang seorang di sebelah kananMu dan yang seorang di sebelah kiriMu."
9. TYPE SAFIRA – MENIPU ALLAH
Menipu Allah atas persembahan yang diberikan, ada motivasi untuk dipuji manusia bahwa Safira & suaminya mempersembahkan seluruh hasil penjualan.
* Kisah Para Rasul 5:2,9
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
Dalam pilihan-pilihan tersebut diatas, apakah anda menjadi ingin PENYELAMAT atau PERUSAK?
3.6. KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
Telah kita pelajari diatas tentang sukses perempuan dan potensinya. Namun saat ini masih ada saja berbagai kasus menunjukkan bahwa perempuan masih rentan terhadap tindak kekerasan. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada kaum laki-laki yang masih suka menindas perempuan yang dianggap lemah baik di sektor domestik (rumah tangga) maupun di masyarakat. Firman Tuhan dengan tegas mengatakan :
* Amsal 14:31
“Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya”…
Secara umum fisik perempuan tidak sekuat laki-laki, itu sebabnya laki-laki berfungsi sebagai pelindung, tetapi bukan sebagai penindas.
DEFINISI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap tindakan yang berakibat kesengsaraan atau penderitaan-penderitaan pada perempuan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang baik yang terjadi di depan umum atau dalam lingkungan kehidupan pribadi.
Kekerasan terjadi ketika laki-laki menempatkan perempuan dalam status yang lebih rendah. “Hak istimewa” yang dimiliki laki-laki sebagai seorang pemimpin ini kadang dipakai untuk menjadikan perempuan sebagai “barang” milik laki-laki yang berhak untuk diperlakukan semena-mena, termasuk dengan cara kekerasan.
Perempuan berhak memperoleh perlindungan hak asasi manusia setara dengan laki-laki. Kekerasan terhadap perempuan dapat berupa pelanggaran hak-hak berikut:
1. Hak atas kehidupan
2. Hak atas persamaan
3. Hak atas kemerdekaan dan keamanan pribadi
4. Hak atas perlindungan yang sama di muka umum
5. Hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan fisik maupun mental yang sebaik-baiknya
6. Hak atas pekerjaan yang layak dan kondisi kerja yang baik
7. Hak untuk pendidikan lanjut
8. Hak untuk tidak mengalami penganiayaan atau bentuk kekejaman lain, perlakuan atau penyiksaan secara tidak manusiawi yang sewenang-wenang.
Kekerasan perempuan dapat terjadi dalam bentuk:
1. Tindak kekerasan fisik
2. Tindak kekerasan non-fisik
3. Tindak kekerasan psikologis atau jiwa
Kekerasan terhadap perempuan yang paling sering kita jumpai adalah :
1. PELECEHAN SEKSUAL
Pelecehan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diinginkan oleh orang yang menjadi sasaran.
Pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, seperti di tempat kerja, di kampus/sekolah, di pesta, tempat rapat, dll. Pelaku pelecehan seksual bisa teman, pacar, suami, atasan di tempat kerja, dokter, dukun, dsb.
Akibat pelecehan seksual, korban merasa malu, marah, terhina, tersinggung, benci kepada pelaku, dendam kepada pelaku, shok/trauma berat, dll
2. KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
Pada umumnya, pelaku kekerasan dalam rumah tangga adalah suami, dan korbannya adalah istri dan atau anak-anaknya. Kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan psikologis/emosional, kekerasan seksual, dan kekerasan ekonomi.
Secara fisik, kekerasan dalam rumah tangga mencakup: menampar, memukul, menjambak rambut, menendang, menyundut dengan rokok, melukai dengan senjata, dsb.
Secara psikologis, kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga termasuk penghinaan, komentar-komentar dan sikap-sikap yang merendahkan.
Secara seksual, kekerasan dapat terjadi dalam bentuk pemaksaan dan penuntutan hubungan seksual.
Secara ekonomi, kekerasan terjadi berupa tidak memberi nafkah istri, melarang istri bekerja atau membiarkan istri bekerja untuk dieksploitasi.
Korban kekerasan dalam rumah tangga biasanya enggan/tidak melaporkan kejadian karena menganggap hal tersebut biasa terjadi dalam rumah tangga , ketakutan dan cenderung menutup permasalahan dalam lingkup keluarga saja, atau tidak tahu kemana harus melapor/ mencari bantuan.
3. KEKERASAN KARENA SISTEM PERATURAN DAN ADAT
Kekerasan terhadap perempuan bisa juga diakibatkan oleh sistem peraturan pemerintah/ penguasa atau adat istiadat, contohnya sebagai berikut :
Kita semua tahu nasib buruk yang dialami oleh kaum perempuan di Afganistan. Banyak sekali pemasungan hak perempuan disana, dan ini adalah suatu bentuk kekerasan oleh sistem. Misalnya penguasa Taliban melarang perempuan untuk bersekolah, akibatnya perempuan hanya ada di sektor domestik dan hanya diperbolehkan di dalam rumah saja. Ini menyebabkan kaum perempuan semuanya di wilayah itu menjadi “uneducated”. Masalah lain yang ditimbulkan ketika para ibu melahirkan hanya boleh ditolong oleh kaum perempuan saja. Ketika terjadi komplikasi yang membahayakan kesehatan para ibu yang melahirkan, dan mereka hanya ditolong oleh ”dokter/bidan” yang perempuan yang tidak pernah “sekolah”. Ini mengakibatkan tingginya kematian ibu yang melahirkan.
Melahirkan adalah sebuah “momok” yang menakutkan bagi perempuan Afganistan masa itu karena bisa berarti pergi untuk melahirkan sama dengan pergi ke liang kubur. Sehingga peraturan ini dapat disebut sebagai kejahatan kemanusiaan “crimes against humanity”.
Di Indonesia (masyarakat jawa) pernah juga terjadi diskriminasi pendidikan terhadap anak-anak perempuan. Tetapi kemudian muncul sosok Kartini yang menjadi pelopor persamaan hak perempuan di bidang pendidikan.
Diskriminasi yang didasarkan atas gender adalah merupakan bentuk kekerasan
BAB IV. FEMINISME
Sampai hari ini sebagian kaum perempuan masih aktif dalam perjuangan persamaan hak dengan kaum laki-laki atau yang lazim disebut kesetaraan gender. Sebenarnya sebagian besar perempuan yang sedang berjuang itu adalah para perempuan yang sudah “merdeka”. Biasanya mereka itu dari kalangan Wanita Karir yang sukses, punya prestasi, punya background pendidikan yang tinggi. Dan mereka tetap giat berjuang atas nama semua perempuan yang masih “terpasung/ tidak memiliki hak setara dengan laki-laki/ perempuan yang tertindas”.
Masalah yang terus-menerus tentang emansipasi sebenarnya bukan karena laki-laki menjadikan wanita sebagai objek, melainkan karena perempuan sendiri yang berlaku demikian. Selalu berteriak akan persamaan hak. Dalam parlemen di Indonesia ada sekelompok pejuang perempuan yang meminta “quota” 30% dalam keanggotaan legislatif, minta daftar nama perempuan di taruh di barisan atas dalam pemilihan. Bahkan iklan tentang ini banyak diekspos di televisi. Ini justru sangat bertentangan dengan perjuangan feminisme. Sebab kalau meminta “quota” artinya kaum perempuan ini yakin tidak mampu bersaing secara normal/ fair dengan laki-laki dalam dunia politik, sehingga perlu “quota”. Apabila para aktivis perempuan ini yakin betul bahwa kaum kemampuan perempuan sejajar dengan laki-laki mengapa tidak bersaing secara fair saja. Iklan tersebut menggambarkan unsur pemaksaan dan mengarah kepada sifat KKN. Sehingga kemudian kita mendapati bahwa iklan tersebut merupakan sebuah ironisme dari perjuangan perempuan yang selama ini digembar-gemborkan.
Sebenarnya di Indonesia, kesetaraan gender sudah sangat baik, lihat saja Megawati, beliau seorang perempuan yang menjadi Presiden, sebuah sukses dalam peraihan karir yang paling tinggi di negeri ini. Ada Rini Suwandi seorang professional handal yang menjabat sebagai menteri Perdagangan. Dan ada banyak sekali wanita karir di Indonesia yang merangkap menjadi ibu tetapi sukses dalam pekerjaannya. Profil-profil tersebut sudah menggambarkan bahwa perempuan mempunyai andil hebat dalam politik dan perekonomian Negara Indonesia.
Di negara Islam pun kita menjumpai banyak perempuan yang memegang kendali politik tertinggi contohnya Benazir Butto pernah menjabat sebagai Perdana Meteri di Pakistan, Shirin Ebadi perempuan Iran dengan kepribadian luar biasa memenangkan hadiah Nobel 2003. Chandrika Bandaranaike Kumaratunga presiden Srilanka. Dua perempuan pintar di Philipina Cory Aquino & Gloria Arroyo. Di belahan dunia lain juga kita kenal Margareth Tacher, Madeleine Albright, dan Madonna perempuan genius dengan kepribadian yang kontraversial dan sangat sukses. Di masa lalu kita mengenal Evita Peron dan masih banyak lagi. Selamat, kaum perempuan! Bahwa kaum perempuan mampu membuktikan bahwa potensi karir dan intelektual antara perempuan dan laki-laki adalah setara.
Lalu apa lagi yang harus diperjuangkan? Sampai kapan kaum perempuan berjuang untuk kesetaraan gender? Saya rasa jawabannya gampang saja “sampai pada saat mereka tidak teriak-teriak lagi soal kesetaraan gender”.
Kaum Perempuan di-lain sisi sudah menggeser peran-peran laki-laki, begitupun tidak ada golongan yang mengatasnamakan diri mereka “Man’s Lib” protes tentang hal-hal contohnya sebagai berikut : Ada Ladies Bank (Bank Niaga sudah mempeloporinya) dimana semua staff dalam beberapa cabang adalah perempuan. Ada Gereja yang semua/ sebagian besar pekerjanya adalah perempuan, dari gembala sidang, majelis, pemusik dsb. Banyak pabrik-pabrik yang hanya menerima pekerja perempuan daripada laki-laki, di pabrik rokok, sepatu, mainan anak-anak lebih suka menerima pekerja perempuan. Kita lihat disini kaum lagi-laki sudah tergeser di ladang pekerjaan dan karir. Batapa banyak manager/ direktur/ pebisnis/ guru perempuan. Kadang juga saya sering mendapat keluhan dari laki-laki bahwa mereka lebih sulit mendapat ladang pekerjaan dibanding perempuan.
Masalah kesetaraan gender yang gencar didengungkan kaum perempuan itu akan selalu ada jika kaum perempuan tidak pernah merasa bahwa laki-laki adalah “mitra” melainkan sebagai pesaing dan musuh.
MACAM-MACAM ALIRAN FEMINISME
4.1. FEMINIS LIBERAL
Apa yang disebut sebagai Feminis Liberal ialah pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Aliran ini menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik. Setiap manusia -demikian menurut mereka- punya kapasitas untuk berpikir dan bertindak secara rasional, begitu pula pada perempuan. Akar ketertindasan dan keterbelakngan pada perempuan ialah karena disebabkan oleh kesalahan perempuan itu sendiri. Perempuan harus mempersiapkan diri agar mereka bisa bersaing di dunia dalam kerangka "persaingan bebas" dan punya kedudukan setara dengan lelaki.
Tokoh aliran ini adalah Naomi Wolf, sebagai "Feminisme Kekuatan" yang merupakan solusi. Kini perempuan telah mempunyai kekuatan dari segi pendidikan dan pendapatan, dan perempuan harus terus menuntut persamaan haknya serta saatnya kini perempuan bebas berkehendak tanpa tergantung pada lelaki.
Feminisme liberal mengusahakan untuk menyadarkan wanita bahwa mereka adalah golongan tertindas. Pekerjaan yang dilakukan wanita di sektor domestik dikampanyekan sebagai hal yang tidak produktif dan menempatkab wanita pada posisi sub-ordinat. Budaya masyarakat Amerika yang materialistis, mengukur segala sesuatu dari materi, dan individualis sangat mendukung keberhasilan feminisme. Wanita-wanita tergiring keluar rumah, berkarier dengan bebas dan tidak tergantung lagi pada pria.
4.2. FEMINISME RADIKAL
Trend ini muncul sejak pertengahan tahun 70-an di mana aliran ini menawarkan ideologi "perjuangan separatisme perempuan". Pada sejarahnya, aliran ini muncul sebagai reaksi atas kultur seksisme atau dominasi sosial berdasar jenis kelamin di Barat pada tahun 1960an, utamanya melawan kekerasan seksual dan industri pornografi. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan adalah satu fakta dalam sistem masyarakat yang sekarang ada. Dan gerakan ini adalah sesuai namanya yang “radikal”.
4.3. FEMINISME POST MODERN
Ide Posmo - menurut anggapan mereka - ialah ide yang anti absolut dan anti otoritas, gagalnya modernitas dan pemilahan secara berbeda-beda tiap fenomena sosial karena penentangannya pada penguniversalan pengetahuan ilmiah dan sejarah. Mereka berpendapat bahwa gender tidak bermakna identitas atau struktur sosial.
4.4. FEMINISME ANARKIS
Feminisme Anarkisme lebih bersifat sebagai suatu paham politik yang mencita-citakan masyarakat sosialis dan menganggap negara dan laki-laki adalah sumber permasalahan yang sesegera mungkin harus dihancurkan.
4.5. FEMINISME SOSIALIS
Sebuah faham yang berpendapat “Tak Ada Sosialisme tanpa Pembebasan Perempuan. Tak Ada Pembebasan Perempuan tanpa Sosialisme”. Feminisme sosialis berjuang untuk menghapuskan sistem pemilikan. Lembaga perkawinan yang melegalisir pemilikan pria atas harta dan pemilikan suami atas istri dihapuskan seperti ide Marx yang mendinginkan suatu masyarakat tanpa kelas, tanpa pembedaan gender.
Dan lain sebagainya.
BAB V. MENGAPA ADA FEMINISME?
Gerakan Feminisme lahir dari sebuah ide yang diantaranya berupaya melakukan pembongkaran terhadap ideologi penindasan atas nama gender, pencarian akar ketertindasan perempuan, sampai upaya penciptaan pembebasan perempuan secara sejati. Feminisme adalah basis teori dari gerakan pembebasan perempuan.
Pada awalnya gerakan ini memang diperlukan pada masa itu, dimana ada masa-masa pemasungan terhadap kebebasan perempuan. Sejarah dunia menunjukkan bahwa secara umum kaum perempuan (feminin) merasa dirugikan dalam semua bidang dan dinomor duakan oleh kaum laki-laki (maskulin) khususnya dalam masyarakat yang patriachal sifatnya. Dalam bidang-bidang sosial, pekerjaan, pendidikan, dan lebih-lebih politik hak-hak kaum ini biasanya memang lebih inferior ketimbang apa yang dapat dinikmati oleh laki-laki, apalagi masyarakat tradisional yang berorientasi Agraris cenderung menempatkan kaum laki-laki didepan, di luar rumah dan kaum perempuan di rumah. Situasi ini mulai mengalami perubahan ketika datangnya era Liberalisme di Eropah dan terjadinya Revolusi Perancis di abad ke-XVIII yang gemanya kemudian melanda Amerika Serikat dan ke seluruh dunia.
Suasana demikian diperparah dengan adanya fundamentalisme agama yang cenderung melakukan opresi terhadap kaum perempuan. Di lingkungan agama Kristen pun ada praktek-praktek dan kotbah-kotbah yang menunjang situasi demikian, ini terlihat dalam fakta bahwa banyak gereja menolak adanya pendeta perempuan bahkan tua-tua jemaat pun hanya dapat dijabat oleh pria. Banyak kotbah-kotbah mimbar menempatkan perempuan sebagai mahluk yang harus 'tunduk kepada suami!' dalam Efesus 5:22 dengan menafsirkannya secara harfiah dan tekstual seakan-akan mempertebal perendahan terhadap kaum perempuan itu.
* Efesus 5:22
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan
Dari latar belakang demikianlah di Eropa berkembang gerakan untuk 'menaikkan derajat kaum perempuan' tetapi gaungnya kurang keras, baru setelah di Amerika Serikat terjadi revolusi sosial dan politik, perhatian terhadap hak-hak kaum perempuan mulai mencuat. Di tahun 1792 Mary Wollstonecraft membuat karya tulis berjudul 'Vindication of the Right of Woman' yang isinya dapat dikata meletakkan dasar prinsip-prinsip feminisme dikemudian hari. Pada tahun-tahun 1830-40 sejalan terhadap pemberantasan praktek perbudakan, hak-hak kaum prempuan mulai diperhatikan, jam kerja dan gaji kaum ini mulai diperbaiki dan mereka diberi kesempatan ikut dalam pendidikan dan diberi hak pilih, sesuatu yang selama ini hanya dinikmati oleh kaum laki-laki.
Gelombang feminisme di Amerika Serikat mulai lebih keras bergaung pada era reformasi dengan terbitnya buku 'The Feminine Mystique' yang ditulis oleh Betty Friedan di tahun 1963. Buku ini ternyata berdampak luas, lebih-lebih setelah Betty Friedan membentuk organisasi wanita bernama 'National Organization for Woman' (NOW) di tahun 1966 gemanya kemudian merambat ke segala bidang kehidupan. Dalam bidang perundangan, tulisan Betty Fredman berhasil mendorong dikeluarkannya 'Equal Pay Right' (1963) sehingga kaum perempuan bisa menikmati kondisi kerja yang lebih baik dan memperoleh gaji sama dengan laki-laki untuk pekerjaan yang sama, dan 'Equal Right Act' (1964) dimana kaum perempuan mempuntyai hak pilih secara penuh dalam segala bidang.
Gerakan perempuan atau feminisme berjalan terus, soalnya sekalipun sudah ada perbaikan-perbaikan, kemajuan yang dicapai gerakan ini terlihat banyak mengalami halangan. Di tahun 1967 dibentuklah 'Student for a Democratic Society' (SDS) yang mengadakan konvensi nasional di Ann Arbor kemudian dilanjutkan di Chicago pada tahun yang sama, dari sinilah mulai muncul kelompok 'feminisme radikal' dengan membentuk 'Women's Liberation Workshop' yang lebih dikenal dengan singkatan 'Women's Lib.' Women's Lib mengamati bahwa peran kaum perempuan dalam hubungannya dengan kaum laki-laki dalam masyarakat kapitalis terutama Amerika Serikat tidak lebih seperti hubungan yang dijajah dan penjajah. Di tahun 1968 kelompok ini secara terbuka memprotes diadakannya 'Miss America Pegeant' di Atlantic City yang mereka anggap sebagai 'pelecehan terhadap kaum wanita' dan 'komersialisasi tubuh perempuan.' Gema 'pembebasan kaum perempuan' ini kemudian mendapat sambutan di mana-mana di seluruh dunia.
Gerakan ini adalah itikad baik kaum perempuan, dan semestianya mendapat dukungan bukan saja dari kaum perempuan tetapi juga seharusnya dari kaum laki-laki, tetapi mengapa kemudian banyak kritik diajukan kepada mereka?
5.A. SASARAN KRITIK TERHADAP FEMINISME
Sebenarnya awal bangkitnya gerakan kaum perempuan itu banyak mendapat simpati bukan saja dari kaum perempuan sendiri tetapi juga dari banyak kaum laki-laki, tetapi perilaku kelompok feminisme radikal yang bersembunyi di balik “women's liberation” telah melakukan usaha-usaha yang lebih radikal yang berbalik mendapat kritikan dan tantangan dari kaum perempuan sendiri dan lebih-lebih dari kaum laki-laki. Organisasi-organisasi agama kemudian juga menyatakan sikapnya yang kurang menerima tuntutan “Women's Lib” itu karena mereka kemudian banyak mengusulkan pembebasan termasuk pembebasan kaum perempuan dari agama dan moralitasnya yang mereka anggap sebagai kaku dan buah dari 'agama patriachy' atau 'agama kaum laki-laki.'
Memang memperjuangkan kesamaan hak dalam memperoleh pekerjaan, gaji yang layak, perumahan maupun pendidikan harus diperjuangkan, dan bahkan pemberian hak-suara kepada kaum perempuan juga harus diperjuangkan, tetapi kaum perempuan juga harus sadar bahwa secara kodrati mereka lebih unggul dalam kehidupan sebagai pemelihara keluarga, itulah sebabnya adalah salah kaprah kalau kemudian hanya karena kaum perempuan mau bekerja lalu kaum laki-laki harus tinggal di rumah memelihara anak-anak dan memasak.
Bagaimanapun kehidupan modern, kaum perempuan harus tetap menjadi ibu rumah tangga. Ini tidak berarti bahwa kaum perempuan harus selalu berada di rumah, ia dapat mengangkat pembantu atau suster bila penghasilan keluarga cukup dan kepada mereka dapat didelegasikan beberapa pekerjaan rumah tangga, tetapi sekalipun begitu seorang isteri harus tetap menjadi ibu rumah tangga yang bertanggung jawab dan rumah tangga tidak dilepaskan begitu saja.
Bila semula gerakan kaum perempuan “feminisme” itu lebih mengarah pada perbaikan nasib hidup dam kesamaan hak, kelompok radikal “Women's Lib” telah mendorongnya untuk mengarah lebih jauh dalam bentuk kebebasan yang tanpa batas dan telah menjadikan feminisme menjadi suatu “agama baru.”
Sebenarnya halangan yang dihadapi 'feminisme' bukan saja dari luar tetapi dari dalam juga. Banyak kaum perempuan memang karena tradisi yang terlalu melekat masih lebih senang 'diperlakukan demikian,' atau bahkan ikut mengembangkan perilaku 'maskulinisme' dimana laki-laki dominan Sebagai contoh dalam soal pembebasan kaum perempuan dari 'pelecehan seksual' banyak kaum perempuan yang karena dorongan ekonomi atau karena kesenangannya pamer justru mendorong meluasnya prostitusi dan pornografi. Banyak kaum perempuan memang ingin cantik dan dipuji kecantikannya melalui gebyar-gebyar pemilihan 'Miss' ini dan 'Miss" itu, akibatnya usaha menghentikan yang dianggap 'pelecehan'itu terhalang oleh sikap sebagian kaum perempuan sendiri yang justru 'senang berbuat begitu.'
Halangan juga datang dari kaum laki-laki. Kita tahu bahwa secara tradisional masyarakat pada umumnya menempatkan kaum laki-laki sebagai 'penguasa masyarakat,' (male dominated society) bahkan masyarakat agama dengan ajaran-ajarannya yang orthodox cenderung mempertebal perilaku demikian.
Dalam agama-agama sering terjadi 'pelacuran kuil' dimana banyak gadis-gadis harus mau menjadi 'pengantin' para pemimpin agama seperti yang dipraktekkan dalam era modern oleh 'Children of God' dan 'Kelompok David Koresy', dan di kalangan Islam fundamentalis banyak dipraktekkan disamping poligami juga bahwa kaum perempuan dihilangkan identitas rupanya dengan memakai kerudung sekujur badannya atau bahwa kaum perempuan tidak boleh menjadi pemimpin yang membawahi laki-laki, dan bukan hanya itu ada kelompok agama di Afrika yang yang mengharuskan kaum perempuan di sunat hal mana tentu mendatangkan penderitaan yang tak habis-habisnya bagi kaum perempuan. Di segala bidang jelas kesamaan hak kaum perempuan sering diartikan oleh kaum laki-laki sebagai pengurangan hak kaum laki-laki, dan kaum perempuan kemudian menjadi saingan bahkan kemudian ingin menghilangkan dominasi kaum laki-laki di masyarakat!
Kritikan prinsip yang dilontarkan pada feminisme khususnya yang radikal (Women's Lib) adalah bahwa mereka dalam obsesinya kemudian 'mau menghilangkan semua perbedaan yang ada antara perempuan dan laki-laki.' Jelas sikap radikal yang mengabaikan perbedaan kodrat antara kaum perempuan dan laki-laki itu tidak realistis karena faktanya toh berbeda dan menghasilkan dilema, sebab kalau kaum perempuan dilarang meminta cuti haid karena kaum laki-laki tidak haid pasti timbul protes, sebaliknya tentu pengusaha akan protes kalau kaum laki-laki diperbolehkan ikut menikmati 'cuti haid dan hamil' padahal mereka tidak pernah haid dan tidak mungkin hamil.
Dalam etika kehidupan-pun, sebagian besar masyarakat kita masih menganggap kaum perempuan adalah kaum yang lebih lemah. Kita jumpai dalam setiap kejadian emergency, kebakaran, kecelakaan dan bencana lainnya. Para “team penolong” selalu akan menolong “women and children” lebih dahulu. Ini sebenarnya didasari atas rasa kemanusiaan saja bukan atas diskriminasi gender.
Kesalahan fatal feminisme radikal ini kemudian menjadikan laki-laki bukan lagi sebagai mitra atau partner tetapi sebagai 'saingan' (rival) bahkan 'musuh ' (enemy)!' Sikap feminisme yang dirusak citranya oleh kelompok radikal sehingga menjadikannya 'sangat eksklusif' itulah yang kemudian mendapat kritikan luas.
Kritikan lain juga diajukan adalah karena dalam membela kaum perempuan dari sikap 'pelecehan seksual;' mereka kemudian ingin melakukan kebebasan seksual tanpa batas, seperti 'Women's Lib' mendorong kebebasan seksual sebebas-bebasnya termasuk melakukan masturbasi, poliandri, hubungan seksual antara orang dewasa dan anak-anak, lesbianisme, bahkan liberalisasi aborsi dalam setiap tahap kehamilan. Kebebasan ini tidak berhenti disini karena ada kelompok radikal yang 'menolak peran kaum perempuan sebagai ibu rumah tangga' dan menganggap 'perkawinan' sebagai belenggu. Andrea Dworkin bahkan menganggap 'hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan tidak beda dengan perkosaan!'. Dalam hal yang demikian sikap ‘Women’s Lib’ sudah melenceng jauh terhadap hubungan normal cinta-kasih antara laki-laki dan perempuan.
Di kalangan agama Kristen, feminisme itu lebih lanjut mempengaruhi beberapa teolog-perempuan yang menghasilkan usulan agar sejarah Yesus yang sering disebut sebagai 'History' diganti dengan 'Herstory' dan lebih radikal lagi agar semua kata 'Bapa' untuk menyebut Allah dalam Alkitab harus diganti dengan kata 'Ibu.' Ibadah dan pengakuan iman (Credo) tidak lagi menyebut 'Allah Bapa tetapi Allah Ibu' atau the 'Mother Goddess,' bahkan lambang salib perlu diganti dengan meletakkan tanda O (bulatan) tepat diatas lambang salib Kristus sehingga menjadi lambang kaum perempuan.
Kita sekarang menghadapi era informasi dimana kedudukan kaum perempuan dibanyak segi bisa lebih unggul dari kedudukan kaum laki-laki. Dalam hal dimana kedudukan isteri lebih baik daripada suami memang keadaanya bisa sukar dipecahkan, tetapi keluarga Kristen tentunya harus memikirkan dengan serius pentingnya peran ibu rumah tangga demi menjaga kelangsungan keturunan yang 'takut akan Tuhan' (Maz.78:1-8 ), dan disinilah pengorbanan seorang ibu perlu dipuji. Dalam hal seorang ibu berkorban untuk mendahulukan keluarga sehingga bagi mereka karier dinomor duakan atau dijabat dengan 'paruh waktu' lebih-lebih selama anak-anak masih kecil, seharusnya para suami bisa lebih toleran menjadi 'penolong' bagi isteri dalam tugas ini.
Sungguh sangat disayangkan bahwa banyak tokoh-tokoh perempuan sendiri tidak mengakui 'pekerjaan ibu rumah tangga sebagai profesi' dan menganggapnya lebih inferior daripada misalnya pekerjaan sebagai dokter, pengacara atau pengusaha, dalam sikap ini kita dapat melihat sampai dimana kuku feminisme radikal sudah pelan-pelan menusuk daging.
Pernah ketika ada kunjungan Gorbachev, presiden Rusia waktu itu, yang berkunjung ke Amerika Serikat, isterinya 'Raisa' bersama 'Barbara', isteri presiden Amerika Serikat George Bush Sr. , diundang untuk berbicara disuatu 'Universitas perempuan yang terkenal.' Ketika keduanya berbicara, sekelompok perempuan yang bergabung dengan 'women's lib' meneriakkan yel-yel bahkan membawa poster yang mencemooh mereka karena mereka hanya menjadi ibu rumah tangga yang tidak bisa mempunyai karier sendiri. Bahkan, beberapa profesor perempuan menolak hadir karena merasa direndahkan bila mendengar pembicara perempuan yang hanya seorang ibu rumah tangga. Pembawa Acara, menanggapi kritikan-kritikan itu kemudian berkomentar bahwa 'memang keduanya adalah ibu rumah tangga, tetapi karena dampingan keduanya, dua orang paling berkuasa di dunia dapat menciptakan kedamaian di dunia, suatu profesi luhur yang tiada taranya!'
5.B.SEBUAH INTROSPEKSI
Dibalik kritikan yang ditujukan terhadap 'Women's Lib' khususnya dan 'Feminisme' umumnya, kita perlu melakukan introspeksi karena sebenarnya 'feminisme' itu timbul sebagai reaksi atas sikap kaum laki-laki yang cenderung dominan dan merendahkan kaum perempuan. Ini terjadi bukan saja di kalangan umum tetapi lebih-lebih di kalangan yang meng 'atas namakan' agama memang sering berperilaku menekan kepada kaum perempuan.
Dalam menyikapi 'feminisme' sebagai suatu gerakan, kita harus berhati-hati untuk tidak menolaknya secara total, sebab sebagai 'gerakan persamaan hak' harus disadari bahwa usaha gerakan itu baik dan harus didukung bahkan diusahakan oleh kaum-laki-laki yang dianggap bertanggung jawab atas kepincangan sosial-ekonomi-hukum-politis di masyarakat itu khususnya yang menyangkut gender. Yang perlu diwaspadai adalah bila feminisme itu mengambil bentuk radikal melewati batas kodrati sebagai 'gerakan pembebasan kaum perempuan' seperti yang secara fanatik diperjuangkan oleh 'Women's Lib.'
Bagi umat Kristen, baik umat yang tergolong kaum perempuan maupun kaum-laki-laki, keberadaan 'sejarah Alkitab' harus diterima sebagai 'History' dan data-data para patriach (bapa-bapa Gereja) tidak perlu diubah karena masa primitif dan agraris memang mendorong terjadinya dominasi kaum laki-laki, tetapi sejak masa industri lebih-lebih masa informasi, kehadiran peran kaum perempuan memang diperlukan dalam masyarakat selain peran mereka yang terpuji dalam rumah tangga dan Alkitab tidak menghalanginya. Tetapi sekalipun begitu, Alkitab dengan jelas menyebutkan adanya perbedaan kodrati dalam penciptaan kaum laki-laki dan kaum perempuan. Kaum laki-laki memang diberi perlengkapan otot yang lebih kuat dan daya juang yang lebih besar, tetapi kaum perempuan diberi tugas sebagai 'penolong' yang sejodoh yang sekaligus menjadi ibu anak-anak yang dilahirkan dari rahimnya.
Kita harus sadar bahwa arti 'penolong' bukanlah berarti 'budak' tetapi sebagai 'mitra' atau 'tulang rusuk yang melengkapi tubuh.' Kesamaan hak harus dilihat dalam rangka tidak melanggar kodrat manusia. Kita harus sadar bahwa kotbah-kotbah yang sering menyalahgunakan ayat-ayat Efesus fasal 5 tentang 'hubungan suami dan isteri' (yang juga dilakukan oleh banyak penginjil perempuan) harus diletakkan dalam konteks bahwa 'suami harus mengasihi isterinya' (Efs.5:25). Tunduk dalam ayat-22 bukan sembarang tunduk (seperti kepada penjajah atau majikan) tetapi seperti kepada Tuhan (Kristus), dan 'kasih' bukanlah sekedar cinta tetapi dalam pengertian 'kasih Kristus' yang 'rela berkorban demi jemaat' (Efs.5:25) dan seperti 'laki-laki mengasihi' dirinya sendiri' (Efs.5:33). Tentu kita sadar bahwa 'berkorban' itu jauh lebih besar dan sulit dilakukan daripada 'tuntuk' bukan?
Gerakan feminisme sudah berada di tengah-tengah kita, peran kaum perempuan yang cenderung dimarginalkan dalam masyarakat 'patriachy' sekarang sudah mulai menunjukkan ototnya. Semua perlu terbuka akan kritik kaum perempuan yang dikenal sebagai penganut 'feminisme' tetapi feminisme harus pula mendengarkan kritikan dari kaum perempuan sendiri maupun kaum laki-laki agar 'persamaan' (equality) tidak kemudian menjurus pada 'kebebasan' (liberation) yang tidak bertanggung jawab.
BAB VI. PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI
KROMOSOM X & Y
Kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Di dalam sel telur ibu hanya dijumpai kromosom X, yang menentukan sifat-sifat kewanitaan. Di dalam benih ayah, terdapat sperma-sperma yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin
Perempuan mempunyai unsur X X
Laki-laki mempunyai unsur X Y
Kita lihat perbedaannya bahwa Laki-laki diciptakan dengan komposisi yang sempurna bahwa laki-laki disamping mempunyai Y tetapi juga mempunyai X. Laki-laki mempunyai unsur yang lengkap. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian (kuat), sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan (halus).
Maka banyak kita jumpai bahwa pekerjaan yang lazim dilakukan perempuan justru secara profesional lebih hebat dilakukan oleh laki-laki. Misalnya seorang koki profesional dan designer pakaian wanita atau ahli kecantikan. Banyak justru para lelaki yang lebih dipercaya secara profesional mengerjakan itu semua. Mengapa? Sebab laki-laki punya unsur X untuk mempunyai perasaan tentang “kecantikan dan rasa” sedangkan unsur Y dari laki-laki itu mendorong kemampuan laki-laki yang kuat yang tidak dimiliki perempuan. Sehingga laki-laki mampu menggeser pekerjaan perempuan dalam hal seni, rasa dan kecantikan.
Ketika pada diri laki-laki unsur X-nya yang lebih dominan, maka laki-laki tersebut akan berlaku kewanita-wanitaan. Di lain hal, kita banyak menjumpai didalam sistem pendidikan rumah tangga yang lazim dimasyarakat kita kepada anak laki-laki. Masyarakat kita dalam mendidik anak laki-laki selalu mengatakan “anak laki kok nangis”, “anak laki kok menyapu”, “anak laki kok masak”. Sehingga dari kecil sudah dibiasakan untuk membunuh sifat X dalam dirinya. Dengan dalih “kamu adalah laki-laki, laki-laki harus kuat” dan selanjutnya sifat X-nya benar-benar diabaikan. Akhirnya anak laki-laki tersebut tumbuh menjadi lelaki yang kejam, yang tidak sabaran, dan yang keras kepala, terlalu dominan. Maka si anak tadi tumbuh dewasa dalam sistem pendidikan dengan mematikan unsur X yang ada dalam dirinya, karena unsur Y-nya saja yang ditonjolkan.
Sebenarnya tidak ada salahnya seorang lelaki menangis. Menangis adalah salah-satu cara untuk melampiaskan kesedihan dan kekesalan. Umur Perempuan menurut penelitian lebih panjang daripada laki-laki, salah-satunya adalah karena perempuan lebih sering menangis daripada laki-laki.
Tuhan menciptakan laki-laki dengan unsur yang begitu balance ada Y yang bersifat sebagai pelindung dan X yang bersifat sebagai perasa. Peran suami yang sesuai Alkitab adalah sebagai kepala keluarga, artinya laki-laki memang diciptakan untuk menjadi pemimpin. Maka unsur Y dan X nya ini membuat laki-laki mempunyai sikap kuat (unsur Y) untuk melindungi istri/keluarga dan sikap kasih (unsur X) terhadap istri/keluarga. Perbedaan kromosom antara laki-laki dan perempuan adalah kodrati.
Dengan pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah memang menciptakan laki-laki dan perempuan dalam perbedaan. Tetapi jangan lupa bahwa peran perempuan adalah sebagai teman/ penolong “yang sepadan”. Jika seorang laki-laki mempunyai kelebihan yang berbeda dan tidak dimiliki perempuan, terimalah itu.
Tuhan Yesus datang kedunia melalui media “perempuan”. Maria wanita yang mulia itu dipercaya sebagai “ibu” Yesus sang Raja segala raja. Disini Maria sungguh dimuliakan oleh Allah.
Didalam Alkitab, banyak sekali tokoh-tokoh perempuan yang berkenan kepada Allah ; Ruth, Rahab (dan tokoh-tokoh lain yang sudah disebutkan dalam bab sebelumnya). Bahkan dalam pelayanan Yesus-pun melibatkan banyak peran perempuan yang ikut aktif menyertai perjalanan Yesus untuk menginjil.
* Lukas 8:1-3
8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.
Yang mendapati Yesus bangkit dari kubur dan dalam tubuh kemuliaan adalah sosok Maria Magdalena (dan Maria yang lain) para perempuan dan bukan 12 murid-murid Yesus yang laki-laki itu. (Matius 28:1-10)
Mengapa kita menyebut Allah Bapa, mengapa Yesus lahir dalam sosok laki-laki, mengapa banyak nabi-nabi rasul-rasul (Abraham, Musa, Daud, Salomo, Paulus, Yohanes, Petrus) orang-orang yang dipilih Allah ini ada dalam sosok laki-laki. Itu semua sudah digariskan oleh Allah! Mengapa Allah menjadikan “suami” sebagai kepala keluarga, itu adalah cerminan kerajaan surga, bahwa “Bapa” memegang otoritas.
Jika laki-laki dan perempuan mempunyai dasar “kasih” yang kuat dengan mengacu kepada Firman Allah, diantaranya :
* Lukas 10:27
….. "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
* Galatia. 5:14
Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
Maka kita akan selalu melatih diri untuk tidak menganggap orang lain/ kaum lain/ laki-laki atau perempuan sebagai musuh dan pesaing yang membahayakan. Kita akan memandang mereka sebagai sesama kita sebagai partner/ teman/ sahabat yang punya mutual relationship, saling membutuhkan dan saling melengkapi.
Kita semua diciptakan Allah dengan cara yang ajaib dan dalam rencanaNya yang agung, syukurilah itu :
* Mazmur 139:14
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
BAB VII. KASIH
Ketika Ibu Teresa menerima hadiah nobel, beliau ditanya “apa yang dapat kita lakukan untuk mendorong perdamaian dunia?” Jawabnya, “Pulanglah dan kasihi keluargamu.”
* Matius 19:19
hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
* Amsal 3:3
Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
Apabila setiap orang mempunyai dasar kasih, betapa indahnya hidup ini, tidak ada pertikaian, tidak ada perang, pertengkaran dan sebagainya. Perjuangan Feminisme yang kebablasan akan mengarah pada pemasungan peran laki-laki. Maka ini akan mengakibatkan anarcy lang lain. Implikasi feminisme tidak boleh berpacu kepada apapun yang diperankan oleh laki-laki harus ditolak! Misalnya mengarah kepada konsep di keluarga seorang Bapak bukan lagi sebagai kepala keluarga.
* Efesus 4:32
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Isu Feminisme hendaknya ditekankan atas hal-hal yang menindas hak perempuan atas dasar kemanusiaan, bukan menggeser dan bersaing seperti perang terhadap kaum laki-laki. Perjuangan atas nama feminisme harus berdasar “kasih” diatas segalanya termasuk kemampuan mengasihi kaum laki-laki.
* 1 Korintus 13:2
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Berikut ini adalah gambaran tentang kasih yang juga disebut sebagai kemurahan hati :
* 1 Korintus 13:4-8
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
KASIH ITU SABAR.
Dalam Kasih ada tenggang rasa dan kemampuan untuk tahan uji terhadap situasi yang kurang menguntungkan dan terhadap sikap orang-orang yang kurang mengenakkan. Kasih itu panjang sabar.
KASIH ITU MURAH HATI.
Secara alami kasih itu bersifat ramah, murah hati, hangat, dan baik. Kasih yang murah hati dan rela menolong, simpatik dan memahami orang lain. Kasih itu penuh perhatian, lemah lembut, tenggang rasa, adil, dan bijaksana, dan hanya ingin mengusahakan kebaikan bagi orang lain. Kasih itu pemurah, menerima sesama, dan kebaikannya terpancar dalam perbuatan.
KASIH ITU TIDAK CEMBURU.
Kasih tidak iri terhadap keuntungan orang lain, dan tidak menginginkan kepunyaan sesama. Kasih Allah tidak cemburu dan tidak menolak orang lain karena apa yang dimilikinya.
KASIH TIDAK MEMEGAHKAN DIRI.
Kasih sifatnya tidak suka bermegah dan gila hormat. Tidak angkuh dan tidak congkak.
KASIH TIDAK SOMBONG.
Kasih bersifat tidak tinggi hati dan penuh dengan kesombongan.
KASIH TIDAK MELAKUKAN YANG TIDAK SOPAN.
Kasih tidak bertindak, bereaksi, berfungsi, atau melakukan perbuatan yang tidak patut, tidak terpuji, atau yang bertentangan dengan apa yang benar.
KASIH TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SENDIRI.
Kasih tidak suka menuntut bagi dirinya sendiri.
KASIH TIDAK PEMARAH.
Kasih sifatnya tidak mudah terpengaruh atau terpancing untuk menjadi marah dan mendendam.
KASIH TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN.
Kasih itu setia, tidak menghakimi atau merancangkan hal-hal yang menyebabkan atau mendatangkan malapetaka, penderitaan, kesukaran, atau yang sejenisnya. Kasih Allah tidak merancangkan kejahatan.
KASIH TIDAK BERSUKACITA KARENA KETIDAKADILAN.
Kasih akan bersukacita ketika apa yang benar, ketulusan, kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran dinyatakan.
KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU.
Kasih sanggup untuk bertahan dalam tekanan dan kesukaran. Karena Allah adalah kasih, Ia mendukung dan menopan Pribadi-Nya ketika segala sesuatu diletakkan atas diri-Nya. Kasih akan melindungi, menaungi, dan menjaga dari segala sesuatu yang mengancam keselamatan sesamanya. Kasih mampu menahan diri, tenggang rasa, dan sabar dalam segala keadaan.
KASIH PERCAYA SEGALA SESUATU.
Kasih akan mempercayai sesama, melihat kebaikan dari semua orang (tanpa mengecam atau mencari-cari kesalahan).
KASIH MENGHARAPKAN SEGALA SESUATU.
Kasih mempunyai harapan, walaupun keadaan tidak memungkinkan sekalipun, dengan kepercayaan dan pengharapan akan penggenapan dari apa yang telah dijanjikan.
KASIH SABAR MENANGGUNG SEGALA SESUATU.
Kasih dapat menyebabkan seseorang terus bertahan, sekalipun dalam kesukaran.
KASIH TIDAK BERKESUDAHAN.
Kasih yang sempurna tidak pernah gagal karena waktu atau tidak berdaya. Kasih tidak pernah mengecewakan atau tidak bisa dipercaya. Seperti kasih dari Allah adalah kekal dan tidak berkesudahan.
Apakah Anda hidup dalam kasih dan percaya akan kuasa Roh Kudus untuk menjadikan semua hal ini menjadi nyata? Seorang yang dipenuhi Roh Kudus otomatis akan mencerminkan sifat kasih dalam kehidupannya sebab buah-buah Roh adalah :
* Galatia 5:22-25
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
Penganut feminisme yang radikal selalu menempatkan kaum lelaki sebagai musuh dan saingan. Permusuhan adalah pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kasih. Laki-laki bukanlah musuh perempuan. Sejak semula Allah mengajarkan Laki-laki dan perempuan untuk bekerja-sama dalam kasih. Perjuangan Feminisme harus berpacu kepada hukum kasih, dan diperlukan ketika ada penindasan terhadap hak perempuan, bukan semata-mata penghapusan kehendak Allah yang menggariskan Laki-laki sebagai seorang kepala dan imam dalam keluarga.
Jadikanlah senantiasa kasih sebagai tujuan tertinggi dan garis akhir yang paling ingin Anda raih :
* 1 Yohanes 3:18
…..Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Selamat mengasihi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar